Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Ku kira Pacarmu


__ADS_3

17.


Lusa kemudian, sebuah mobil sudah terparkir di depan area apartemen emilia, mobil yang cukup familiar,,, dan, dia tahu siapa itu.


“sedang apa disini?” tanya emi pada gerry, teman pasha. Katanya panggil nama saja, biar lebih akrab


“sedang menunggu mu…” jawab gerry mengedipkan satu matanya


“untuk apa?” tanya emilia


“sedang menunggu untuk diantar ke kampus,,, sekalian aku mau sharing beberapa masalah kejiwaan yang kudapat dirumah sakit” jawab gerry membuat gairah belajar emilia meningkat


“ah ia,,, sekalian ada beberapa hal yang ingin aku tanya kan padamu… sudah sarapan?” tanya emi inisiatif


“sudah,,, aku akan menunggu disini. Siap siap lah” jawab gerry sedang emi menjawab OK…


** **


“aku sebenarnya bukan dokter,,, tapi tertarik dengan psikologi orang lain. Terkhusus kelainan psikis nya,,, aku menemui teman di RS kejiwaan semalam, dan mengatakan kalau seorang pasien kejiwaan lepas kontrol, kalap dan melarikan diri dari sana. Aku tidak tahu bagaimana caranya,,, yang pasti itu sedikit menyeramkan” jelas gerry menyetir mobil nya dan membawa emilia ke kampus


“lalu, sudah ditemukan?” tanya emi


“belum. Dia punya riwayat Afek In Apropriati… seperti bipolar juga bisa, tapi itu karena pikiran nya saja sebenarnya. Dia sering marah, melirik sinis, atau tertawa sinis. Hemmm,, sedikit menyeramkan” jelas gerry bergidik ngeri


“afek In apropriati itu kan apa saja yang dipikirin pasti di ekspresikan dari mimik wajah…” gumam emi sambil membayangkan, namun kemudian menggeleng


“serem…” ucap emi kemudian dan mereka sampai di kampus


“aku harus masuk kelas, apa kau akan tetap disini?” tanya emilia


“no, aku akan pergi bekerja. Lain kali ayo bermain bareng. Kabari saja” ucap gerry sambil tersenyum sangat tulus


“ia,,, nanti akan kukabari.” Jawab emilia lalu pergi masuk ke dalam kampus


Tringgg


“jangan lupa masakkan makanan kesukaan kakak ya” pesan farhan yang dijawabi emot sneyum oleh emi,


Pelajaran mengenai masalah psikologi manusia memang sedikit berat, ada kala nya pihak psikiater akan berperilaku seperti orang gila, ada kala nya mereka harus menjaga emosi mereka, ada kala nya mereka ikut stress karena masalah orang lain yang mencoba untuk diselesaikan.

__ADS_1


Ada banyak jenis masalah psikologi, dari ringan hingga berat. Dari stress hingga halusinasi, dan pada tahap halusinasi, apa yang kau pikirkan dengan tiba tiba bisa saja langsung ada di depan dirimu.


Penyakit kejiwaan biasanya ada karena masalah di dalam kehidupan nya sendiri, yang biasanya berasal dari masalah keluarga, hubungan sosial dan bahkan tempat dia melakukan interaksi.


Seperti becky contoh nya, dia hidup di dalam keluarga yang terlihat biasa biasa saja, namun pada dasarnya tidak.


Dia memiliki ayah yang sebut saja pedofil? Juga ibu yang over loving husband?dan dia mengalami banyak tekanan entah dari keluarga (ayah) atau juga dari sekolah dan tempat dia berinteraksi?


Masalah mental adalah masalah yang sepatutnya sangat di perhatikan, apalagi di jaman ini. Banyak anak muda sekarang yang terpengaruh pada hal yang kurang wajar, seperti kekerasan, penindasan, berlaku sesuka hati dan mereka melakukan itu semua demi kepuasan diri mereka sendiri….


Lalu?apa yang menjadi alasan pelaku kekerasan melakukan itu?


Apakah mereka juga mengalami hal itu?


Nanti kita bahas, kita balik kepada emilia yang saat ini sedang menunggu gerry untuk di ajak pergi bermain,,, seperti permintaan gerry


“kemana kita akan pergi?” tanya gerry dengan setelan nya yang perfectionist? Hahaha


“ke rumah sakit jiwa” ucap emilia serius, namun gerry menganggap nya bercanda


“aku serius”ucap emi lagi, menghentikan tawa gerry, dan berubah menjadi anggukan


“apa alasan mu ingin pergi kesini? Penelitian lagi?” tanya gerry saat berjalan masuk ke dalam rumah sakit


“tidak, ingin lihat lihat saja” jawab emi


“lihat perempuan itu… kata perawat yang menjaga nya, perempuan itu mengalami depresi kuat, stress hingga kejiwaan nya terganggu” ucap emi


“karena?” tanya gerry ingin tahu


“kehilangan anak, dia membunuh nya tanpa dia sadar” ucap emi menatap lurus pada perempuan itu


“membunuh anak nya?” tanya gerry lagi


“depresi postpartum,,, depresi setelah melahirkan. Umur bayi nya saat itu masih 3 bulan, namun tanpa sadar ia membuang nya dari lantai 2 rumah nya saat bayi itu menangis terus. Setelah bayi meninggal, beberapa bulan setelahnya dia membaik dan sadar kalau dia sudah membunuh bayi nya sendiri,,, itu menyakiti dirinya sendiri, dia menyalahkan dirinya dan bahkan mengalami tekanan dari banyak pihak,,, terkhusus pihak suami nya” jelas emilia yang dijawabi anggukan oleh gerry


“apakah depresi seperti itu bisa di obati?” tanya gerry


“bisa, namun sulit. Itu kembali kepada pribadi penderita,,, bayangkan saja kalau kau membunuh anak mu sendiri,,, dan itu dilakukan tanpa sadar, dan akhirnya kau menyadari hal itu,, dan berlalu sudah lama. Apakah menyakitkan?” ucap emilia membuat anggukan di kepala gerry

__ADS_1


Mereka melanjutkan menelusuri rumah sakit jiwa itu. Melihat beberapa pasien sakit jiwa yang bermain, tertawa dan tidak tahu apa yang mereka lakukan,,, berkeliaran dan saling bermain dengan pikiran mereka sendiri


“ayo ke kantin, ku kenal kan pada seseorang” ajak emilia lagi


“sure…” mereka bergegas ke kantin, dan menemui seseorang disana


“hai bibi,!” ucap emilia pada seorang perempuan cukup tua dengan celemek di tubuh nya


“ah, emilia… lama tidak bertemu” ucap perempuan tua itu kemudian memeluk emilia, memberikan ciuman sapa di pipi dan menyalam gerry akhirnya


“dia teman ku bibi. Katanya ingin bermain, jadi ku bawa kesini” ucap emilia tanpa penyesalan, sedang gerry hanya bisa tersenyum


“ku kira dia pacar mu…ups” ledek bibi itu, sedang gerry hanya bisa tersenyum malu


“gerry bibi” ucap gerry menyodorkan tangan nya dan perbincangan dimulai


Setelah banyak berbincang, juga memesan beberapa makanan halal untuk dirinya, akhirnya mereka pun kembali ke rumah.


“senang bertemu dengan bibi” ucap gerry menyalam kemudian tersenyum


“kau menyukai nya bukan? Dia tipe yang sulit di dekati. Namun dari apa yang kulihat, dia hanya memandangmu sebagai teman biasa, tidak kurang tidak lebih” jelas bibi molly berbicara singkat ketika emilia mendahului untu berjalan


“hehehe,,, terima kasih sudah mengingat kan bibi” ucap gerry kemudian mengikuti emilia dari belakang


“aku memang menyukainya, tidak tahu kanapa” batin gerry memandang emi dari belakang, dan mengantar perempuan itu kembali


**


**


**


So sorry guys,


Maaf banget ga update nya sampai berhari hari,


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2