Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Haruskah Kita Menikah?


__ADS_3

12.


Bakso, request dari farhan yang tentu saja disukai setiap orang disana.


“sudah lama juga aku melupakan rasa ini” jelas hawa memakan terus bulatan kenyal itu,


“siapa yang memasak?” tanya rifa


Nabila dan hawa saling tatap kemudian tersenyum dan mengatakan farhan yang memasak nya


“really?” kejut rifa kemudian bermain mata dengan farhan


“apa?” tanya farhan, namuun rifa hanya menyembunyikan senyum nya


“kakak lupa lupa ingat sama resepnya, kebetulan tuan farhan sedang melihatku memasukkan beberapa bumbu,,, dan ternyata ada yang salah. Akhirnya dia yang mengambil alih” jelas hawa sambil mengingat


“ohhhh” ucap rifa, kemudian tersenyum


“stop it!” perintah farhan melalui tatapan nya


Semua orang disana melanjutkan makan malam denga nikmat. Ketika selesai, tiba tiba rifa bersuara sedikit menelisik,,, membuat 2 orang didekatnya terbatuk


“menurutku, kakak dan tuan farhan cukup serasi, kenapa tidak menjalin hubungan saja?” ucap rifa, dan farhan langsung terbatuk, tak lupa dengan hawa


“what the…!” pikir farhan sambil menatap lelaki di depan nya itu


“kalian bertemu dalam sebuah pertemuan yang cukup dramatis, saling membantu ketika buth, dan rasanya saling melengkapi… bukan kah ini takdir?” rifa terus bermain, tidak sadar tatapan dari komandan nya itu sudah berapi api,,, sedang kakak nya hanya bisa malu dan memerah


“hei kids, stop it.” Tegur bibi nabila sambil ikut tersenyum, sedang ke dua orang itu malah menunduk.


“kurang ajar!” batin farhan kesal dengan rifa


Farhan mengangkat sedikit wajah nya, berniat menatap ke arah rifa, namun hatinya memilih melirik hawa, yang saat itu pun hawa melirik ke arah farhan


“aduhhh!” gumam dua orang itu bersama sambil menepuk jidat, dan terjadilah masa saling memerah,,, hahahaha


** **


“tunggu surat perintah tugas dariku! Lihat saja kemana akan ku kirim!” ucap farhan ketika dia bergegas kembali ke hotel, namun rifa hanya tersenyum bahagia


“berharap kau memang jodoh kakakku komandan” ucap rifa mengejek farhan yang masih kesal


Hawa tidak ambil pusing dengan peryataan rifa tadi, karena dia memang sering melakukan hal itu pada sepupu nya. Dia hanya bisa mengelus dada nya sambil beristighfar


“smeoga jodohmu adalah wanita yang keras kepala dan berpedirian. Agar kau takut dengan nya” ucap hawa sambil akhirnya masuk ke dalam kamr nya


“rifa, hawa… kemari lah” nabila memanggil kedua orang itu

__ADS_1


“sepertiya, kita akan kembali ke indonesia dalam mingu minggu ini,,, urus lah surat resign mu nak, dan urus surat pindah kuliah mu” pesan nabila


“tapi, kenapa ma?” tanya hawa


“ada hal yang menunggu kalian disana, mama hanya mau menyampaikan hal ini. Mama lelah, akan segera tidur” ucap mama nya sedang rifa dan hawa hanya bisa saling tatap kemudian menghela nafas panjang


“okay…” jawab dua anak itu sambil akhirnya kembali ke kamar masing masing


Beberapa hari berlalu, semua kelengkapan untuk penerbangan sudah lengkap, pun kelengkapan lain khusus milik rifa dan hawa sudah di masukkan ke dalam tas.


Hawa menggunakan gamis hijau lagi kali ini, dan dia memakai masker untuk menutupi wajah nya.


“sepertinya kakak mendapat jackpot” ucap rifa menggoda hawa, sedang alis perempuan itu berkerut


“suka banget sih! Udah ah! Terakhir sama tuan farhan! Gadak yang lain lagi yang bisa kamu godain ke kakak!” hawa kesal dengan rifa, sedang rifa hanya bisa senyum bahagia sambil memainkan bibir dan tatapan mata nya di belakang hawa.


Wanita itu menoleh, dan mendapati farhan yang lagi lagi tersenyum pada dirinya dan senyum itu sedikit kaku lalu pergi menyalam bibi nabila.


“bibi akan pergi berlibur?” tanya farhan


“tidak, kami kembali ke indonesia dan akan menetap disana. Perusahaan ayah rifa harus dilanjutkan,,, dan hawa harus mengambil posisi nya di perusahaan” jelas bibi nabila tersenyum


“sepertinya pesawat kita berbeda, aku harus masuk lebih dulu bibi. Sudah 2 kali nama ku dipanggil, bisa gawat kalau aku terlambat” jelas farhan izin


“rifa, aku duluan. Emmm, hawa, aku duluan” ucap farhan sambil tersenyum pada hawa,,,, sedang 2 orang lainnya hanya bisa tersenyum mengejek pada hawa,,, dan hawa hanya bisa menepuk jidat nya dan wajah nya sedikit panas


“who knows, soon?” ucap mama nya dan rifa secara bersama, dan lagi wanita itu wajah nya merah.


Menunggu beberapa menit, akhirnya jadwal penerbangan akan dilangsung kan. Mereka masuk dan duduk ditempat yang sudah dipesan dan penerbangan yang cukup melelahkan pun dimulai.


“good morning, indonesia…” gumam hawa ketika mereka sampai di indonesia, bersiap turun dan mengambil barang.


“aduh…” seorang wanita menyenggol hawa dan hampir terjatuh


“eh, maaf. Saya tidak sengaja” ucap perempuan itu sambil menahan hawa dan membantu nya berdiri dengan baik


“eh…” lanjut perempuan yang menyenggol nya itu. Zaskia ternyata


“tidak apa apa bibi, aku yang kurang hati hati” ucap hawa sambil mengangkat koper nya


Kia tersenyum maklum, dan meminta maaf. Dia memanggil farhan untuk segera menemui nya, mungkin ucapan saat hawa dan farhan masih kecil dulu akan terjadi saat ini (lihat novel NAYANIKA episode akhir akhir)


“kau sangat lama!” protes kia saat farhan sampai,


“maaf bunda” ucap farhan, lalu mencium tangan dan memeluk nya


“temani bunda sebentar” ucap kia, kemudian menarik salah satu tangan farhan dan mencari keberadaan hawa dan nabila

__ADS_1


“bunda, pelan pelan…” ucap farhan santai, sambil bingung melihat bunda nya yang asik menoleh kanan dan kiri,,,


“bunda akan kenalin kamu ke teman mama” ucap kia senang,,, sedikit berlari kemudian melepas tangan farhan dan menepuk bahu seorang wanita cukup tua


“assalamualaikum!” ucap kia senang,,, wanita itu tak lain nabila langsung menjawab salam dan memeluk kia


“senang sekali bisa bertemu dengan mu lagi!” ucap nabila masih dalam pelukan,,, beberapa lama saling peluk rindu, akhirnya kini dua orang itu sambil tertawa dan berbincang


“ini hawa, putri ku. dan rifa, anak amira” ucap nabila mengenal kan. Kia tentu saja senang, mereka langsung bercengkrama dan hampir lupa keberadaan farhan


“farhan…kemari” ucap kia memanggil, sedang farhan hanya bisa kembali tersenyum


“bibi… rifa, hawa,,” ucap farhan sedikit jaim dan segan


“eh, kalian sudah kenal?” tanya kia


“takdir suka nya begitu…” ucap nabila kemudian saling tatap pada farhan dan nabila


“apakah percakapan kita yang dulu akan menjadi kenyataan?” tanya kia sambil tersenyum da bermain mata


“percakapan apa bunda?” tanya farhan sedikit menelisik


Kia menarik farhan lebih dekat dengan nya, kemudian meyuruh farhan sedikit menunduk dan berbisik


“segeralah menikah,,,” ucap kia membuat lelaki itu mematung tak bisa bersura,,, sedang kia dan nabila kembali saling rangkul dan berjalan duluan.


Semua orang berjalan, sedang farhan dan hawa saling diam, ternyata mama hawa juga mengatakan hal yang sama… sebenarnya tidak, mama hawa mengatakan


“berikan mama cucu”


Farhan dan hawa adu pandang,,, dan ucapan itu secara otomatis keluar dari mulur farhan


“haruskah kita menikah?” tanya farhan bodoh sambil tersenyum aneh


**


**


**


Kok jadi bodoh farhan,,,


Ga romantis ah,


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2