Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Bubur


__ADS_3

30.


Jam 5 tepat, kia sudah bersiap dengan mukena nya untuk melaksanakan sholat subuh. Dia yang ingat dengan hawa langsung mengantarkan mukena padanya kemudian mereka sholat berjamaah bersama sedang untuk para lelaki mereka pergi ke masjid.


Selesai murrotal beberapa ayat, kia memeriksa hawa sejenak kemudian menyatakan kalau dia sudah baik bai saja


“beginilah, menjadi seorang istri dan ibu. Pagi sudah berperang di dapur, suami ku tidak terlalu suka masakan orang lain,kecuali keluarga. Bibi akan memasak untuk para asisten juga, untuk sarapan saja. Sedang makan siang dan makan malam diserahkan ke asisten… kau suka memasak?” tanya kia pada hawa yang ikut membersihkan sayuran yang siap dimasak


“suka bibi, setiap pagi juga hawa begini.” Jawab hawa seadanya


“mau masak apa bibi?” tanya hawa lagi


“emmm, masak ayam disemur saja. Beberapa sayuran di masak sayur bening saja dan tidak memakai msg” ucap kia telaten memotong ayam dan sejenisnya


“ngomong ngomong, farhan juga sering memasak sarapan untuk kami. Kadang dia memasak bakso juga, kadang juga rendang,,, dia sangat mahir dalam hal itu” kia mencari topik yang menjurus e farhan,,,,hehehhe


“wah, keren sekali. Waktu lalu saat di itali juga begitu bibi. Farhan memasakkan bakso untuk kami disana, hawa kurang pandai, dan memang dia sangat telaten dalam memasak. Dan rasanya, tidak main main,…” jawab hawa sambil memasukkan beberapa bahan untuk di blender


“suka makanan apa?” tanya kia dan kemudian farhan masuk ke dapur.


“masak apa bun?” tanya farhan dan dijawab kia


Farhan mengambil sebuah panci sedang, kemudian memasukkan beras kedalam nya


“itu untuk apa?” tanya kia


Farhan menunjuk ke hawa,


“eh…” hawa menggumam.


“oh ia,” ucap kia mengingat ingat


“eh, tidak usah farhan. Aku bisa makan makanan biasa, lagian aku sudah baik” jelas hawa menolak namun farhan seolah olah tidak mendengar kan nya


Farhan meletakkan wortel dan kentang di depan hawa, kemudian meminta hawa mengupas dan memotong nya


“biar cepat selesai” jelas farhan yang hanya di angguki begitu saja oleh hawa.


Kedatangan farhan membuat kia bergerak pergi dari sana, dia membiarkan farhan dan hawa bersama di dapur tanpa mereka sadari


“rasa lah” ucap farhan memberikan sesendok kuah sup yang dimasak farhan tadi

__ADS_1


“emmm, enak” jawab hawa meminum tanpa menyentuh sendok,


Loading,,, hawa sadar kemudian wajah nya memerah


“emmm,, e,,e,,nak enak” hawa terbata kemudian pergi ke bubur yang sudah mau jadi


“terima kasih” ucap hawa


“aku bersalah, tidak seharusnya membiarkan kau sendiri semalam” ucap farhan sibuk dengan bubur nya, sedang hawa hanya berdiri menatap farhan


“aku tidak pernah mengikuti acara seperti itu. Aku pertama kali, jadi tidak tahu bagaimana terang gelap acara begitu” jelas hawa masih memperhatikan farhan yang mengaduk bubur


“tidak usah pernah lagi pergi ke acara begitu, kau bisa mendapat relasi yang kuat dengan bentuk kegiatan lain,,,”ucap farhan menuangkan bubur nya di mangkuk.


Jam 6 tepat, semua sarapan sudah siap, namun mereka belum makan


“mau kopi?” tanya hawa pada farhan, ah rifa masih di luar


“sure, thanks” ucap farhan. Kia dan rangga masih di dalam kamar, sedang di luar hanya ada farhan dan hawa


Emmmm,,, alif, asyam dan azmi tidak ada disana, mereka tinggal diluar, terkadang pulang namun begitu lah.


“bukan kah kau punya adik ya?” tanya hawa penasaran


“alif? Sepertinya aku familiar dengan nama itu. Sewaktu kecil, sepertinya pernah bermain dengan nya…” jelas hawa sambil bergumam sambil berpikir


Hawa menaruh kopi didepan farhan,


“jadi, dari mana bakat memasakk mu ini farhan?” tanya hawa penasaran


“bakat alami” jawab nya simple sambil mengedipkan mata


“percaya diri sekali!” jelas hawa


Mereka berbincang dengan baik, dengan akrab dan sepertinya hubungan mereka baik. Kia dan rangga yang sudah di pintu dapur hanya menyaksikan bagaimana kelak ada cucu mereka disana


Kia dan rangga berjalan sangat tenang, sampai ke 2 orang lainnya tidak sadar kalau bunda dan ayah nya sudah disana mendengarkan mereka


“kalian memiliki hubungan yang baik,heheheh” ucap kia duduk sambil menatap hawa dan farhan, ke dua orang itu terdiam


“ia bibi,,hehehe” jawab hawa malu sedang farhan hanya memayunkan bibirnya menatap rangga dan kia

__ADS_1


“tapi,,, sepertinya kalian harus melihat berita saat ini” jelas rangga memberikan handphone miliknya. Sebuah berita mengenai farhan yang dinyatakan menggendong seorang wanita yang tak lain adalah kekasih nya


“berita dikalangan orang atas sedikit mengganggu, dan biasanya akan mempengaruhi laju di perusahaan. Are you okay han?” tanya hawa pelan pada farhan, namun lelaki itu malah masa bodoh


“aku kan menyelamatkan orang, tidak kurang tidak lebih” jelas farhan benar masa bodo


“tapi kan, itu berpengaruh ke perusahaan mu farhan” jelas kia


“untuk apa mengurusi hal yang tidak penting begitu” ucap farhan lagi, namun dengan nada yang datar dan menata makanan di piring nya


Rangga, kia dan hawa hanya bisa saling tatap kemudian menghela nafas karena sikap lelaki itu yang sangat dingin


“syukurnya wajah hawa tidak terlihat” lanjut kia membuat farhan terdiam, mereka melanjutkan sarapan pagi mereka.


Selepas sarapan, hawa langsung bergegas kembali dan mengganti baju miliknya dan pergi ke perusahaan. Namun, sesampainya di ruangan nya dia mendapat sebuah surat masuk berisi gambar dirinya yang tertidur di dalam pelukan farhan


Takutnya, nama baik hawa dan perusahaan akan di cemari, dan dia langsung menghubungi farhan


“bagaimana?” tanya hawa


“tenang saja” jelas farhan


“tenang bagaimana? Aku takut” jawab hawa


“seolah olah kau melakukan hal buruk saja,” farhan masa bodoh


“kenapa sih, bagi kalian laki laki, hal begini simple!” kesal hawa, farhan terdiam


“yaudah, nanti aku klarifikasi” ucap farhan kemudian menggu beberapa detik dan hawa mematikan telepon nya


Jadi, apa yang akan di lakukan farhan untuk klarifikasi nya?


Kalian sepertinya tahu,,, heheheh


**


**


**


Salam hangat

__ADS_1


Ismi hana rizky


__ADS_2