
50.
“apakah ini mimpi?” tanya yang begiitu kuat, dan tanya yang tak bisa di jawab
“farhan, ada apa sebenarnya?” tanya pasha menarik kecil ujung baju milik farhan, lelaki itu sama syok nya dengan pasha
Namun bedanya, farhan masih memiliki istri
“innalillahi wa inna ilaihi raji`un” gumam farhan dan lalu memeluk pasha dalam dekapan nya
Farhan menangis memeluk kakak iparnya itu, sedang pasha masih sama bingung dan terkejut, tidak ada yang bisa menjelaskan sebuah kejadian pada lelaki itu
Rangga dari kejauhan datang, dengan wajah sembab berjalan menuju pasha
Memeluk lelaki itu dalam rengkuhan nya, meminta untuk bersabar dan tabah pun meng ikhlas kan apa yang terjadi
“mungkin memang begini takdir bekerja untuk mu nak,,, tabah kan hati mu, ikhlas kan kepergian istri dan anak mu…” gumam rangga berusaha menguatkan pasha
Lelaki itu diajak berdiri, diajaknya berjalan menuju jenazah yang kini siap untuk di tutup wajah nya
“ada apa ini sebenarnya?” tanya pasha dengan senyum dan nanakan air mata
“ini bercanda?” ucap nya bertanya pada semua orang disana
“ma, pa, ada apa ini sebenarnya?” tanya pasha masih dengan tawa
“bisa kah seseorang memberitahu atau membangun kan ku dari mimpi ku?” tanya pasha berdiri, berteriak dan bahkan tertawa tidak percaya dengan apa yang di lihat dan disaksikan nya
“pasha…” panggil ayah nya kini
“dialah istri, anak, ayah dan ibu mertua mu” sebut ayah nya dengan lantang kini
“ini bukan lah sebuah mimpi nak…” lanjut ayah nya kemudian memeluk pasha dengan erat dan kembali menangis sesenggukan
Tangis yang jatuh secara perlahan dan membasahi wajah muka pasha,
Bulir tangis jatuh begitu saja,
__ADS_1
Ia terduduk menangis sesenggukan kini,
“kau meninggalkan ku tanpa pamit?” tanya nya pada jiwa yang kosong itu
“kau meninggalkan ku sendiri? Bukan kah janji mu waktu laluu bukan begini?” tanya pasha bertanya
Ia memeluk istrinya itu, bertanya penuh dengan tanya
“kau mengatakan, pamit tanpa izin suami itu dosa yang sangat besar!?” lanjutnya
“aku tidak pernah mengizinkan mu pergi, aku tida pernah! Dan bahkan kau membawa anak kita bersama mu!” tegas pasha mengadu pada syifa
“kau jahat! Aku tidak pernah meridhoi mu pergi tanpa pamit padaku fa! Kembali! Bawa anak kita! Bawa ayah dan mama! Kembali!” emosi pasha kini menangis sesenggukan sambil memeluk tubuh syifa
“aku tidak ikhlas kau pergi… kau pergi tanpa izin ku…” lanjut pasha menangis sesenggukan,
“jenguk lah putri mu” lanjut ayah pasha, dan kini
Diangkat lah kafan yang begitu kecil dan tidak terasa berat nya
Ia menangis memeluk, bercerita sedih dan mengadu pada anak yang tidak sempat di temui nya
Bergantian pasha menatap semua mayat itu, dan berganti pakaian lah menjadi pakaian serba hitam
Diambil nya wudhu serta sholat lah ia sejenak,
Diambil kan nya al quran, dan mulai lah ia membaca kan setiap huruf, setiap ayat pada istri, anak dan semua mayat yang ada disana (dikhusus kan pada yang muslim)
Tidak ada hal yang paling berguna selain membacakan al quran, membacakan ayat dan surah untuk mengiringi kepergian orang tercinta menuju liang lahat nya
Tidak ada guna tangis yang menggebu, mereka sudah kembali pada sang pencipta, kembali dan mempertanggung jawab kan setiap perbuatan nya selama di dunia
Inilah pengingat sejati, kematian
Inilah pengingat yang sejatinya akan membawa mu pada iman yang kau percayai,
Benar kata mereka, persiapkan lah diri tuk menemui sang pencipta, kita tidak tahu bagaimana sebuah kehidupan kita berakhir, yang pasti berlakulah yang terbaik, berlaku lah menjadi sebaik baik manusia dan hamba
__ADS_1
Setiap perbuatan akan di bayar kelak, di akhirat,,,di pengadilan tertinggi milik Nya
“izin kan aku yang menjadi imam tuk terakhir kali untuk istri dan anak ku… izin kan aku melaksanakan tugas ku dengan baik, menjadi seorang imam untuk makmum yang kini berada di depan kita” pinta pasha,
Dengan tegar, ia berdiri mengangkat tangan lalu bertakbir
“syifa…
Aku tidak tahu apa yang sebenar benarnya terjadi, sungguh sulit aku melepas kepergian mu,
Sungguh tidak mau aku ditinggalkan, dan bahkan kau membawa semua keluarga kita tanppa sepengetahuan ku
Kau meninggalkan banyak luka mendalam,
Temuilah Allah, temui dan tanggung jawab ku kini hanya bisa mendoakan mu, memberikan mu doa terbaik yang inshaallah sampai padamu, anak kita, dan mertua ku…
Meski ini memang sudah terlambat, aku memaafkan semua kesalahan yang mungkin pernah kuterima dalam batin ku, meski itu tidak akan pernah, namun aku ingin memberi mu ridho
Aku ingat dengan pesan mu, semua yang bernyawa akan kembali pada Nya, mempertanggung jawab kan setiap tindakan dalam hidupnya,
Rasanya waktu begitu cepat berlalu, waktu kemaren aku masih membujukmu untuk menerima ku, memang lah engkau mendapat lamaran pernikahan terlbih dahulu, namun lamaran kematian juga tak jauh dari mu,
Lengkap rasanya saat kau memberitahu aku akan kehamilan mu, namun begitu sakit rasa sakit yang kau berikan, dan kini…
Temui lah allah, semoga segala dosa mu di ampuni dan kalian di tempatkan di sebaik baik tempat disisi Nya, di taman taman surga yang di janji kan Nya, karena yang ku tahu, engkau lah makmum terbaik yang pernah ku temui, syurga cinta yang kudapatkan atas ridho Nya, dan inshaallah tulang rusuk yang ku minta pada pembagian takdir…
Kembali lah pada Nya,
Syifa, aku meridhoi mu”
**
**
**
Salam hangat
__ADS_1
Ismi hana rizky