Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Aku Menerima nya


__ADS_3

34.


Farhan memang lelaki yang perhatian, baik dan … dia tipe yang tenang


Farhan membawa hawa paksa ke dalam mobil nya, keadaan hawa tidak sebaik biasanya jadinya lelaki itu langsung membawa hawa ke rumah sakit terdekat dan meninggalkan mobil hawa disana.


Hawa sejak tadi terus menerus bersin dan batuk,


“pakai” ucap hawa memberikan sebuah masker


“im fine, kamu yang perlu” ucap farhan menolak, namun tangan hawa masih memberikan nya. Mau tidak mau farhan mengambil dan memakai nya


“kau sanggup jalan sendiri?” tanya farhan yang di jawabi anggukan… hawa keluar dari mobil, mata masih mengerjab dan kepala nya mulai kembali pusing


“hei…” farhan memanggil hawa yang ling lung, kemudian mendekat


“pegang jaket ku” ucap farhan dan hawa melakukan nya


Hawa berjalan lebih lambat, farhan membimbing sedang hawa masih dalam keadaan yang…cukup buruk


Mereka terlihat seperti sepasang kekasih, tapi belum halal….wkwkkw


Tas hawa di bawa oleh farhan, sedang hawa hanya berjalan dibawah bimbingan farhan. Sampai di ruang cek, hawa langsung mendapat perawatan lebih…


“dia tidak apa apa tuan farhan, hanya terlalu letih bekerja, imun nya menurun dan sedikit gejala stress” jelas dokter yang sudah menangani hawa. Farhan mengangguk mengerti kemudian masuk keruang rawat hawa


“apa aku memberikan dia beban pikiran yang terllau berat? Apa benar aku terlalu buru buru?” batin nya merasa bersalah


“bibi, hawa di rumah sakit” farhan mengabari nabila,


Begitu banyak pikiran pikiran aneh yang datang dikepala farhan, namun dia hanya bisa menghela nafas dan pergi dari sana setelah nabila datang


“lebih baik menjauh dari pada menyakiti nya bukan?” batin farhan sekali lagi,


Dengan jawaban yang samar, antara ya dan tidak, juga perasaan bersalah lelaki itu memilih untuk menghentikan mencari jawaban atas pernyataan nya lalu.


“cepat sehat” gumam farhan, mendoakan hawa….


** **


“kau bekerja terlalu banyak…” nabila mengeluh pada hawa yang sudah siuman dari tidur nya


“maaf ma… hawa ga bermaksud” ucap hawa merasa bersalah


“farhan….dimana?” hawa mencari farhan


“dia pergi setelah mama sampai, kenapa?mencarinya?” tanya nabila berusaha tidak mengungkit tentang putrinya dan farhan


“tidak,,, hawa Cuma mau berterima kasih saja” ucap hawa tersenyum malu


“apakah aku menyakiti hatinya?” batin hawa berpikir keras, wajah penuh dengan berpikir itu begitu jelas, membuat nabila bergumam


“jangan memikirkan banyak hal saat ini, istirahat, dan biarkan dirimu sehat” nabila memperingati, dan hawa hanya mengangguk kemudian berusaha untuk tidur


Namun, dalam usaha tidurnya itu… ada banyak bayangan farhan yang selalu saja datang saat dia dalam keadaan yang tidak baik.


Rasanya, selama dia sakit atau dalam keadaan bahaya, farhan selalu datang sebagai penyelamat


Wajah menjadi lebiih merah ketika memikirkan itu, merah karena demam juga karena mendebarkan sesuatu


“hawa…kau menyukainya kah?” batin hawa bertanya


“jangan bohongi dirimu sendiri,,, jujurlah dengan dirimu, jangan sakiti hati mu dan dirinya” batin hawa lagi…


“apakah aku benar jatuh hati dengan lelaki itu?” gumam hawa pelan


“kau tidak tidur?”nabila bertanya


Hawa yang mendengar langsung memejamkan mata nya, melanjutkan tidur nya


** **

__ADS_1


3 hari selanjutnya, tepat di hari minggu. Hawa datang dengan membawa beberapa cake yang dibuat nya sendiri dari rumah ke tempat kia…


“walaikumsalam! Hawa,,,” kia menyambut dengan suara yang penuh dengan ceria itu


“bibi sehat?” tanya hawa sambil menyalam kia, kemudian berjalan masuk kedalam


“kata farhan, kemarin kau batuk dan flu ya? Sudah baikan?” tanya kia ikut perhatian


“sudah bibi,,, bibi sendirian disini kah?” tanya hawa. Sebenarnya dia mencari farhan


“tidak,paman mu ada dibelakang. Farhan dikamarnya” jelas kia


“ohhh,” hawa ber oh ria


“bibi sedikit bingung dengan kelakuan farhan akhir akhir ini…. Dia lebih banyak diam dan mendekam di kamar nya. Biasanya dia suka bergabung di dapur bersama ku, kadang juga membantu ku dengan banyak hal…. Tapi, beberapa hari ini dia lebih banyak diam dikamar. Atau pergi ke ruang olahraga…” kia curhat


“aku sebenarnya ingin bertemu dengan farhan bibi… ada yang mau hawa sampaikan” ucap hawa sedikit malu


“oh ya? Kebetulan dia ada dilantai 2. Naiklah untuk memanggilnya… kebetulan ini juga sudah siang, biar sekalian makan siang” jelas kia meminta pda hawa.


Hawa naik keatas, berdiri di depan pintu kamar farhan


Tok tok tok,,,


“assalamualaikum…” hawa memberi salam


Beberapa kali memanggil, namun tidak ada jawaban dan sahutan


Ceklek,,,,


Suara pintu terbuka terdengar dari pintu di sebelahnya


Hawa memutar pandangan nya, dan terdiam saat melihat farhan yang membuka pintu


“ternyata aku salah kamar!” batin nya malu, sambill mengalihkan pandangan nya


“hawa!? Mencari siapa?” farhan bertanya tanpa menyadari sesuatu


Baru kali ini melihat tubuh bagian atas lelaki secara langsung,,, itu sedikit memalukan!


Brak!


Tanpa babibu, farhan menutup pintu kemudian menyadari kebodohan nya


Wajah nya memerah, jantung nya berdetak cepat dan tentu saja ikut malu….


“aku…. Akan turun segera” ucaap farhan bergetar, sambil terus memaki dirinya karena berlaku bodoh


Hawa dan farhan beradu pandangan sejenak ketika farhan turun. Mereka sama sama menampakkan wajah memerah


Hawa langsung ikut membantu kia menyiapkan makan siang,,,


Makan siang berlangsung, dan hawa tentu saja tidak bisa menolak!


“ada yang ingin ku bicarakan…” hawa menahan farhan yang hendak naik ke kamar nya


Sudah selesai waktu makan, kini hawa memilih untuk membicarakan hal yang lalu


“emmm, aku ada sesuatu yang penting untuk di lakukan… nanti saja, boleh?” farhan tidak siap mendengar apa yang mau dibicarakan hawa. Entah penolakan atau apa,,, farhan tidak mau memberatkan hawa dalam situasi itu…apalagi membuat nya sakit


“sebentar saja” hawa berucap


“aku memiliki pekerjaan sangat penting hawa,,, tidak bisa ditinggalkan” ucap farhan menolak,,,


“aku….sebentar saja…” hawa masih menggunakan nada lembut dan meminta


Farhan tersenyum namun melanjutkan langkah nya naik ke kamar


“AKU MENERIMA NYA!” farhan menghentikan langkah nya, terdiam dan terlihat bingung


Hawa yang bergumam begitu saja pun membuat wajah nya memerah

__ADS_1


Farhan memalingkan wajah nya menatap hawa yang sudah merah wajah nya, jantung nya berdebar dan hanya bisa menunduk saat ini


“hawa…?” farhan menyebut nama perempuan didepan nya


“aku… bisakah kita berbicara sebentar?” hawa meminta sekali lagi. Kini tidak menolak, farhan berjalan terlebih dahulu,,, menuntun arah agar mereka bisa saling bertukar suara


“aku menerima nya” lagi, hawa mengucapkan kata kata itu saat dia baru saja duduk di kursi taman belakang


Farhan bingung mau mengatakan apa apa, namun dia senang sampai ingin menjadi bodoh!


“aku menerima nya…” lagi, hawa bergumam membuat farhan tersadar


“sudah berapa kali dia mengatakan kalimat itu?” batin farhan kemudian menatap hawa


“kau menerima…apa?” tanya farhan sedikit bodoh


“pernyataan mu waktu lalu” jelas hawa manunduk,,,, jangan di tanya hati dan wajah nya…tidak karuan!


Farhan ikut diam, merasa ini mimpi.


“hei!” rangga bergabung mengejutkan 2 orang itu


“paman…!” sahut hawa


“ayah!” juga farhan yang terkejut


“wajah kalian memerah, ada apa dengan kalian berdua?” tanya rangga bermain main, membuat wajah kedua orang itu semakin memerah


“ohhh, urusan anak muda” jelas rangga kemudian pergi sambil tertawa


“eh, hawa!” panggil rangga


“ya paman!” jawab hawa cepat


“tidak,,, memanggil saja” ucap rangga membuat hawa semakin malu


“oh…” gumam hawa pelan kemudian menunduk


“hawa!” panggil rangga sekali lagi, kini hawa melihat ke arah rangga


“ya…paman?” jawab hawa masih dengan muka merah


“bagaimana dengan mengunjungi rumah mu esok hari, sambil membawa hantaran dan meminang mu untuk putra ku?” rangga bergumam dengan begitu percaya diri


Farhan mengangkat wajah nya, hawa terkejut dan disana penuh dengan ke akward an


“hahahha….” Rangga tertawa melihat reaksi hawa dan farhan


“oh, putra ku yang ada di depan mu… bagaimana?” tanya farhan sekali lagi, masih dengan nada bercanda


Dengan perasaan yang kuat, percaya diri..hawa menjawab


“hawa akan dengan senang hati menerima kedatangan paman dan keluarga paman” jawab hawa dengan tegas membuat kia yang bersembunyi, rangga yang tertawa menjadi diam, dan farhan yang penuh dengan keterkejutan


“kau… serius?” farhan bergumam, dan hawa mengangguuk


“aku bersedia dan menerima pernyataan mu waktu lalu” ucap hawa bergumam penuh dengan dirinya sendiri pada farhan


Farhan yang mendengar jawaban itu hanya bisa diam kemudian berjalan memeluk rangga dan kia,


“ayah,,, bunda,,, kalian siap untuk memiliki menantu bukan?” gumam farhan meneteskan air mata kebahagiaan


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2