Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Wait Until a Moment


__ADS_3

28.


Berbicara tentang mata berwarna hijau, rifa memang memiliki mata berwarna hijau yang diturunkan oleh ibu nya, amira.


Hijau yang menjadi alasan ayah ibunya disatukan melalui pernikahan, dan berharap emilia dan rifa pun begitu.


Dibalik rifa yang terbatuk, ada degup hati yang berdetak meningkat dari biasanya karena dipuji. dari sekian banyak celah fisik rifa, emi memilih memuji warna mata yang mendominan di wajah lelaki itu…


Degup yang meningkat, wajah yang sedikit merona juga tawa yang terdengar menggelegar dari dalam,


“selamat malam, emilia annisa” gumam rifa kecil saat wanita itu naik ke lantai 2


** **


Mengenai siapa orang dibalik kematian becky, belum ada celah yang bagus untuk mencari kebenaran nya. Holy, mantan kekasih ken dan juga seorang tukang bully itu masih dalam keadaan ketakutan di atas ranjang


Setiap kali emilia mengantar kan makanan, wanita itu marah dan histeris


Saat rifa juga melihat kondisi disana, holy bahkan lebih marah dari pada biasanya…


Belum tahu bagaimana cara mengatasinya, akhirnya emilia menyerahkan perempuan itu ke pihak rumah sakit untuk di tangani.


Sambil kuliah, sambil melakukan mini riset, juga banyak penelitian lainnya, lusa setelah holy dimasukkan ke rumah sakit, rifa memenuhi panggilan dari perusahaan nya.


Dia harus kembali mengurusi semua hal itu di indonesia,


“boleh aku jujur dengan mu?” rifa mengajukan pertanyaan saat dia akan kembali ke indonesia. Dibandara


“apa?” tanya emilia sambil memeriksa handphone nya


“aku nyaman dengan mu,,,” ucap rifa pelan namun kemudian pergi menarik koper nya


Emi yang mendengar hanya terdiam tanpa bisa mengatakan apa apa


“eh….” Ucap nya berhenti beraktifitas kemudian menatap rifa yang sudah menjauh dari dirinya


“apa maksudnya?” lanjut emi lalu hanya memandang kepergian rifa di bandara.


Tentang rasa dan cinta … Wanita kaku, bertemu lelaki kaku… apa jadinya itu nanti?


Mereka berdua sepakat untuk melanjutkan investigasi kejadian becky di lain hari, kalau dilakukan oleh emilia sendiri, itu akan memberatkan dirinya…


Lagian, rifa sudah ikut andil beberapa waktu lalu, jadi lebih baik menunggu akan dia saja nanti


“becky, kehidupan kelam dan pahitmu, sungguh sangat sulit dan aku memilih untuk berhenti sejenak, mengumpulkan banyak hal lainnya untuk kemudian mengungkap apa yang sebenarnya” ucap emilia bergumam dengan dirinya sendiri dan pergi untuk melanjutkan sekolah nya

__ADS_1


** ** **


Tok tok tok


Seorang lelaki masuk ke dalam ruangan milik hawa, rifa kembali.


“kau meninggalkan banyak masalah untukku” jelas hawa dengan tatapan bosan dengan berbagai berkas yang saat ini menumpuk di meja nya


“hei direktur” ucap rifa bercanda


“paman hansel dan bibi lira selalu menanyakan keberadaan mu, dalam beberapa jam kau akan habis di tangan mereka” jelas hawa dengan nada yang lembut


“aku sudah mengatakan kalau aku belum siap kak, dan mereka memaksa. Bagaimana?” tanya rifa kembali


“ini milik paman dan bibi, orangtua mu rifa. Kamu bisa berlaku sesuka hati, namun ada banyak orang yang bernaung atas dirimu. Paman dan bibi, juga mama mengharapkan mu. Kau bukan anak kecil llagi, bahkan kau memiliki kemampuan diatas rata rata…. Ayolah, please comeback with your self to this company dek” pinta hawa namun rifa masih menggeleng


“oh, aku mau bertanya” ucap rifa


“apa?” tanya hawa


“apakah ada seorang perempuan bernama jane menemui kakak?” tanya rifa


“jane?... sepertinya beberapa waktu lalu ada” jawab hawa santai


“dia mengatakan apa saja?” tanya rifa


“kakak tidak menyadari sesuatu kah?” tanya rifa lagi


“what?” tanya hawa


“what??? Serius? Kakak ga sadar kalau seseorang sedang mengejarmu?” tanya rifa


“tidak lah, mana ada! Tuan farhan? Dia hanya mengajak ku untuk bekerja sama untuknya saja, suda. Tidak kurang tidak lebih” jelas hawa dengan senyum yang sungguh santai sedang rifa sedang menanyakan banyak hal dengan benak nya sendiri


“apa yang akan dilakukan lelaki itu?” bingung rifa memikirkan tentang farhan


Drttt drttt


Seseorang menelepon hawa


“walaikumsalam, ada apa tuan farhan?” tanya hawa menjawab panggilan farhan, ya…farhan. Orang yang baru saja mereka bincangkan


Riifa mengamati raut wajah hawa, dan memang biasa saja.


“perjamuan? Menjadi teman mu? Tentu saja dengan senang hati” ucap hawa lagi, namun senyum nya lebih hangat

__ADS_1


“baiklah, tidak perlu menawariku pakaian, aku bisa menyesuaikan nya dengan mu.” Lanjut hawa


“baiklah, ada rifa yang akan mengantar kan aku nanti” lanjut hawa kemudian menutup


“ada apa?” tanya rifa


“nanti antarkan aku selesai isya menemani tuan farhan disebuah perjamuan. Sekalian menambah koneksi” jawab hawa sambil terus membaca berkas ditanganya itu


“tumben sekali kakak mau melakukan hal begitu…” jelas rifa


“hemmm, kakak percaya dengan tuan farhan. Lalu, tidak apa lah, menerima sedikit permintaan nya” ucap hawa sambil memainkan mimik


“kakak ada perasaan kah dengan dia?” tanya rifa tiba tiba


“rasa? Tidaklah! Aku hanya menganggap nya sebagai teman, lagian bibi kia sering datang kerumah kita. Farhan yang mengantarkan, yasudah kami berteman saja” ucap hawa membuat senyum di bibir rifa


“aku tidak tahu apa yang direncanakan farhan, namun aku berharap dia bisa mendapatkan hati kakakku yang kaku ini” batin rifa tersenyum


“dari berteman, bisa menjadi lebih dari sekedar teman…” ucap rifa


“sahabat?” tebak hawa


“tidak,,,” jawab rifa


“jadi?” tanya hawa lagi


“tetap teman, namun teman hidup” ucap rifa berdiri, wajah hawa memerah dan rifa pergi dari sana


“bye, assalamualaikum!” ucap rifa meninggalkan hawa dengan wajah yang sedikit merah atas pernyataan adiknya tadi


“dia mengatakan apa tadi? Dari teman jadi teman hidup? Gila!” gumam hawa melanjutkan pekerjaan nya, namun piikiran nya masih stay dengan ucapan “teman hidup” tadi


Hahahhaha


Semoga berjodoh hawa, dan memang kau berjodoh dengan farhan


Wait until a moment, kalian akan menikah. Im promise


**


**


**


Salam hangat

__ADS_1


Ismi hana rizky


__ADS_2