Firasat

Firasat
Bab 10 jatah ku berkurang


__ADS_3

Aku terperangah karena melihat ke sekeliling kamar tidak ada siapa-siapa.


ternyata tadi hanya mimpi, tapi kenapa terasa nyata. ku lihat jam sudah menjelang maghrib.


ternyata aku tertidur lumayan lama, tapi rasa nya baru sebentar. mungkin karena efek lelah jadi aku tidur sangat lelap.


lekas ke kamar mandi membersihkan diri,ku lanjutkan ambil wudhu karena sudah terdengar suara adzan.


selesai shalat, aku duduk termenung memikirkan mimpi tadi. apa maksud ucapan ibu dalam mimpi ku tadi ya, kenapa ibu bicara masalah jual rumah.dan mimpi tadi terasa nyata. apa mungkin karena aku merindukan mereka dan juga kampung halaman ku jadi terbawa mimpi. batin ku.


setelah beberapa menit merenung, gegas aku melipat mukena dan bangkit keluar kamar. perut ku sudah bunyi tanda harus segera di isi.


sekilas aku lihat ke ruang tamu tapi tidak ada siapa pun.mungkin ibu sama rena sudah pulang, pikir ku.


aku intip ke teras dari celah jendela, motor nya rena sudah tak ada.


dan motor mas reza pun belum ada. tanda nya mas reza masih belum pulang.ku ambil gawai lalu mengetikkan sesuatu, hendak klik kirim tapi aku ragu. akhir nya ku urungkan mengirim pesan ke mas reza.


aku menuju dapur untuk mengisi perut, mencari sesuatu yang bisa di masak. hanya ada nasi putih,lalu ku ambil bawang dan cabe. aku akan membuat nasi goreng aja.


tak butuh lama nasi goreng pun sudah tersaji dan siap untuk di santap. dengan lahap nya aku makan karena perut sudah keroncongan sejak tadi.

__ADS_1


selesai makan aku segera membereskan rumah dan lanjut mencuci baju, biasa nya jadwal ku mencuci pas hari libur saja. tepat jam 9 malam kerjaan ku sudah beres semua nya.


bersantai sejenak di ruang tamu,ruang yang sekaligus di jadikan ruang TV karena kontrakan kami yang tidak terlalu besar. hanya ada 1 kamar tidur, ruang tamu,kamar mandi,dapur,dan teras.duduk sambil meregangkan otot yang terasa pegal.ku nyalakan TV untuk sekedar menghilangkan jenuh dan sepi.


teringat ucapan ibu mertua tadi sore yang membahas soal anak, aku jadi membayangkan seandai nya aku memiliki seorang anak, mungkin aku tak akan kesepian seperti ini.


***


" Mas,. ini udah akhir bulan,waktu nya bayar kontrakan sama listrik.uang nya mana mas,? tanya ku saat mas reza masih duduk di meja makan selepas sarapan.


lalu ku lihat mas reza merogoh kantong mengambil dompet dan menyodorkan uang lembaran merah sebanyak 5 lembar.


" Mas, ini buat bayar kontrakan,? lalu buat listrik dan belanja kebutuhan dapur lain nya mana,?


" Mas, selama ini kamu kasih 1 juta sebulan aja masih kurang,apalagi ini cuma 500 ribu. kamu tahu kan mas gaji ku kecil, untuk kebutuhan dapur sama transpot aku kerja aja pas-pasan.! sungut ku menahan kesal.


" Rena handphone nya rusak dan dia minta beli baru, jadi gaji ku bulan ini untuk beli handphone rena dulu. lagi pula kamu perhitungan banget sih, selama ini yang bayar kontrakan sama biaya kebutuhan dapur kan juga aku sekarang gantian lah." ketus nya.


" Mas, kamu kira uang 1 juta yang selama ini kamu kasih itu besar,? buat kontrakan aja 500 ribu, belum lagi listrik dan uang sampah, lalu gas, minyak goreng, bumbu dapur, beras,lauk pauk, dan juga kebutuhan mandi lain nya serta transport ku sebulan 300 ribu. semua itu pake uang kan mas. rinci ku secara detail agar mas reza paham.


" Yah kamu atur lah gimana cara nya biar cukup, makanya jangan boros-boros ." sahut nya sambil bangun dari duduk nya meninggal kan ku yang masih kesal.lalu ku hampiri sebelum mas reza melangkah keluar rumah.

__ADS_1


" Tapi kan mas beli handphone rena masih bisa nanti-nanti,suruh rena menabung dulu lah sampai uang nya terkumpul baru beli kan handphone. kamu lebih ngutamain beli handphone rena ketimbang perut mu kelaparan,? sungut ku kesal.


" Kelaparan??! lalu tugas mu sebagai istri apa sampai suami sendiri kelaparan?!


" Bukan begitu mas, kalau nggak ada uang nya mau belanja pake apa,?


" Yah itu tugas kamu lah sebagai istri harus bisa mengatur urusan dapur. makanya jadi istri itu pintar sedikit,jangan bisa nya cuma protes aja.! udah lah lebih baik kamu diam dan jangan banyak omong lagi,! bikin pusing kepala ku aja,! dan untuk masalah aku membelikan rena handphone itu nggak ada urusan nya sama kamu. aku membelikan nya pakai uang ku, bukan uang mu.jadi jangan ngatur-ngatur.ngerti?! pekik nya.


Begitu lah mas reza, kalau urusan ibu dan adik nya selalu di penuhi.padahal bukan sesuatu hal yang mendesak, tapi untuk urusan dalam rumah tangga selalu di abaikan. mengeluarkan uang pun sangat perhitungan padahal kebutuhan itu lebih banyak untuk diri nya sendiri yang selalu minta di masakin yang enak-enak dengan macam menu.


pernah aku menghemat hanya memasak tumis daun singkong, sambal dan ikan asin. mas reza langsung marah tak mau makan.


" Cuma ini yang kamu masak?! Mana selera aku makan makanan kampungan kayak gini! kalau buat kamu mungkin cocok karena lidah mu udah terbiasa, tapi lidah ku berbeda dengan mu yang tak biasa makan makanan kampungan,! bentak nya.


" Maaf mas, hanya ini yang bisa aku masak. karena uang belanja yang kamu kasih udah menipis." jawab ku.


" memang nya uang 1 juta yang aku kasih kamu kemanain?! kamu pakai buat foya-foya?! tuduh nya.


" Mas, uang 1 juta itu kan di bagi-bagi untuk bayar kontrakan,listrik dan sampah. lalu sisa nya untuk membeli bumbu dapur.terus tadi pagi gas habis,air galon habis, beras sama minyak juga habis. jadi aku belanja kan itu semua." sahut ku.


" Alasan mu aja!! dasar istri nggak berguna.!bentak nya sambil melangkah keluar rumah lalu membanting pintu. tak lama terdengar suara mesin motor, pasti mas reza mau pergi ke rumah ibu nya untuk mengadu.kalau sudah begini pasti ibu mertua akan ikut-ikutan menceramahi ku.

__ADS_1


aku hanya bisa menghala nafas.rasanya geram sekali melihat sikap mas reza. selalu saja seperti itu. dia tidak tahu pusing nya mengatur uang belanja dengan jatah yang selalu pas-pasan dan bahkan sekarang harus di kurangi lagi, kalau sudah begini aku hanya bisa pasrah.


***


__ADS_2