
setelah menghabiskan es krim, kami pun kembali berjalan melihat-lihat toko baju. ketika hendak masuk ke sebuah toko baju, aku melihat orang yang aku kenal sedang merangkul seorang wanita. dan wanita yang di rangkul nya terlihat sibuk memilih-milih baju.
aku langsung menarik tangan Rahma sebelum dia masuk ke toko baju itu lalu bersembunyi di balik tembok.
" Sebaik nya kita nggak usah masuk, kita ke toko lain aja," ucap ku.
" Loh.. kenapa,? tanya nya dengan wajah bingung.
aku langsung mengarahkan telunjuk ku ke arah laki-laki dan wanita tadi.
" Siapa mereka,? Rahma masih belum mengerti maksud ku.
" itu mas reza." jawab ku
" Jadi dia suami mu,? lalu wanita yang di samping nya itu... " Rahma menggantung ucapan nya.
" mungkin dia wanita yang mas reza maksud yang akan di kenalkan pada keluarga nya." sahut ku.
" Cantik sih, tapi cantik perawatan. kamu juga bisa kok seperti dia asal kamu juga perawatan. Kalau gitu ayo ikut aku." Rahma langsung menarik tangan ku entah hendak kemana. lalu kami berhenti di depan sebuah toko yang bertulis kan salon, aku heran kenapa Rahma membawa ku ke salon. lalu dia menarik ku masuk ke dalam. tanpa bertanya pada ku, dia memanggil salah satu pegawai salon.
" Mba tolong di creambath dulu ya teman saya, setelah itu rapi kan rambut nya."
" Ehhh.. aku nggak minta di creambath kok, terus kenapa rambut ku harus di rapihkan." aku menolak
" Udah kamu ikut aja sana, aku tunggu di sini." Rahma langsung duduk di kursi seraya tersenyum ke arah ku, sedangkan pegawai tadi mengajakku ke dalam. masih dengan wajah bingung aku berjalan mengikuti.
setelah rambut ku selesai di cuci, aku di minta duduk di depan cermin. salon nya kebetulan nggak terlalu ramai. rambut ku yang panjang nya sepinggang, kini sudah di balut handuk.
" Mba rambut nya mau di model apa,? pegawai salon bertanya. aku yang bingung hanya menatap ke depan cermin, Rahma yang mendengar langsung menghampiri.
" Rambut nya di bikin ada model aja mba tapi jangan di potong bawah nya ya, panjang nya biar tetap sepinggang aja."
__ADS_1
" Oh yaudah saya bentuk layer aja ya sesuai dengan bentuk wajah nya, biar kelihatan manis," ucap pegawai salon. Rahma pun mengangguk.aku hanya diam pasrah ketika pegawai salon mulai merapikan rambut ku.
selang satu jam rambut ku sudah selesai di rapihkan. Rahma langsung menghampiri dan menatap ku dengan senyuman mengembang.
" mba bisa tolong di make up sekalian nggak,? tapi tipis dan natural aja jangn terlalu tebal." pinta Rahma ke pegawai salon.
" Ihhh kamu ngapain sih, aku kenapa di make up segala. terus ini rambut ku juga kenapa pake di rapihkan segala,? ucap ku masih dengan wajah bingung.
" Udah pokok nya kamu diam aja, nanti kamu juga tahu kok." tutur rahma
" Oh bisa mba, sebentar saya ambil alat make up nya dulu ya." pegawai salon pun langsung berlalu ke dalam.
Lagi-lagi aku hanya pasrah sambil menatap heran ke arah Rahma. entah apa tujuan nya merubah penampilan ku.
ku lihat jam sudah menunjukan hampir jam empat sore, aku pun selesai di make up. aku tak berkedip ketika melihat penampilan ku di cermin. aku tersenyum tak percaya kalau yang ada di cermin itu adalah aku.
" Cantik kan,? kalau udah di poles, kamu juga nggak kalah cantik kok." ucap nya padaku. aku pun tersenyum senang melihat penampilan ku saat ini. aku pun menghampiri Rahma dan memeluk nya.
" Makasih banyak ya, aku nggak tahu harus bilang apa lagi sama kamu. aku sampai pangling melihat diriku yang baru." Rahma terkekeh melihat ku.
Rahma sibuk memilih-milih baju. aku hanya melihat-lihat dan ketika melihat harga nya aku langsung terkejut. harga satu baju saja 200 ribu,membuat ku urung untuk menyentuh nya.ketika di kampung baju yang biasa aku beli harga nya tidak lebih dari 50 ribu.
" Indah sini.! Rahma berteriak memanggil ku. lekas ku hampiri.
" kamu cobain deh baju ini, pasti cocok di badan kamu. aku lihat baju kamu ukuran nya longgar-longgar dan udah ketinggalan jaman semua," Rahma memberikan ku setelan baju press body dengan bawahan kulot lalu mengantar ku menuju ruang ganti. aku pun mencoba nya.
ketika melihat harga nya aku langsung melongo, satu setel baju yang aku coba seharga 250 ribu. harga baju di sini mahal-mahal sekali pantas saja bagus-bagus. batin ku. lalu aku langsung mencoba baju setelan tadi, dan aku melihat diriku di pantulan cermin. untuk ke sekian kali nya aku di buat melongo dengan penampilan baru ku.ini seperti bukan aku, pantulan wanita di cermin itu sangat cantik.
Rahma mengetuk pintu meminta ku segera keluar dari ruang ganti, aku pun membuka pintu.Rahma terkesiap melihat penampilan ku, dia sampai tak berkedip lalu senyum nya mengembang.
" Ya ampun indah, kamu cantik banget tahu nggak.
__ADS_1
aku sampai pangling melihat penampilan baru mu."
" Tapi harga baju di sini mahal-mahal sekali, aku belum pernah beli baju semahal ini. biasa nya aku beli baju di pasar nggak lebih dari 50 ribu." ucap ku.
" Udah kamu tenang aja nggak usah khawatir, bayar nya pake uang ku."
" jangan Ma, kamu udah ngeluarin uang banyak buat aku. nanti uang mu habis. nanti bagaimana aku mengganti nya."
" udah santai aja jangan di pikirin, mending kita sekarang cari makan. aku udah laper banget nih." lalu kami melangkah keluar setelah membayar.
" Kamu mau makan apa,? tanya nya.
" Apa aja terserah kamu."
" baik lah," lalu kami menuju salah satu restoran cepat saji.
" nanti kamu jadi ke rumah mertua mu,?
" jadi, setelah dari sini mungkin aku akan langsung kesana."
" biar sekalian aku antar ke rumah mertua mu, setelah itu aku pulang. atau kamu mau aku temani masuk ke rumah mertua mu,?
" Nggak usah, biar nanti aku masuk sendiri aja."
" pasti nanti suami mu pangling lihat penampilan mu," ujar nya seraya tersenyum.
" Tapi aku nggak yakin, karena wanita tadi penampilan nya sangat cantik dan modis."
" sebenarnya kamu juga udah cantik kok, hanya butuh sedikit polesan aja. asal kamu rajin perawatan, pasti kamu akan lebih cantik dari dia." ucap Rahma dengan penuh semangat.
" Kamu bisa aja deh menghibur ku," goda ku terkekeh.
__ADS_1
" Aku serius indah." sungut nya.
" hehehehe..Iya deh aku percaya,"