
Tanpa Indah ketahui, sepasang mata sedang menatap mereka dari jendela kaca yang ada di lantai atas dengan tatapan tajam nya. sepasang mata yang selalu waspada dengan keadaan sekitar termasuk orang-orang yang mendekati Indah. tatapan seorang Dirgantara yang selalu di takuti oleh seluruh karyawan termasuk para investor.Dirgantara yang di kenal tegas, berwibawa dan tidak suka basa basi.
Selama dalam perjalanan aku hanya diam termenung seraya menatap ke luar jendela mobil, setiap bertemu dengan mas Reza membuat hati ku kembali sakit mengingat perlakuan nya dan juga keluarga nya dulu terhadap ku. aku memang sudah lepas dari keluarga itu tapi dunia serasa sempit, karena kemana pun aku pergi selalu bertemu dengan keluarga itu.
Setengah jam kemudian aku tiba di ruko, kendaraan di jalanan sudah mulai padat sehingga sedikit macet. karena memang sudah jam makan siang. untung saja PT. Mega Utama tidak terlalu jauh dari ruko ku. aku melangkah masuk ke dalam ruko setelah mengucapkan terima kasih pada supir pak Dirgantara yang sudah mengantar ku. di dalam ruko sudah ramai pengunjung yang hendak makan siang. terlihat Sarah sedang sibuk melayani, lalu aku bergegas ke meja kasir untuk membantu karyawan.
Rumah makan ku setiap hari semakin ramai, bahkan sudah banyak kantor-kantor yang memakai jasa catering rumah makan ku. semua berkat bantuan chef yang di rekomendasi kan oleh pak Dirgantara sehingga rumah makan ku semakin di kenal dengan rasa nya yang membuat orang ketagihan.
Waktu tak terasa sudah sore hari, pengunjung sudah mulai sepi. aku duduk bersantai di salah satu kursi di temani dengan secangkir kopi, kopi yang jadi andalan di rumah makan ku karena racikan chef yang membantu ku. sambil menikmati kopi aku memainkan gawai ku.
" Haiii... bengong aja," aku kaget mendengar suara Sarah yang tiba-tiba sudah duduk di hadapan ku.
" Ishh kamu ini kebiasaan deh suka ngagetin terus," ucap ku pura-pura kesal.
" Maaf.. hehehehe..abis dari tadi saya perhatikan anda melamun terus. apa ada masalah,? tanya nya.
" Nggak ada apa-apa kok, cuma lagi pengen bersantai aja. beberapa hari ini lumayan di sibukan dengan pekerjaan jadi nggak ada waktu buat bersantai." jawab ku tanpa membahas pertemuan ku dengan mas Reza tadi.
" Kalau anda butuh tempat bersantai, saran saya lebih baik anda pergi ke salon, selain bikin rileks badan dan bikin rileks kepala juga bikin anda semakin cantik dan terawat. biar mantan suami anda yang selingkuh itu semakin menyesal karena telah mencampakkan wanita secantik bidadari." saran nya seraya terkekeh.
__ADS_1
" Ngomong apa sih kamu." balas ku seraya terkekeh.
" Tapi ide mu boleh juga sih, nggak ada salah nya juga kan kita sebagai perempuan mempercantik diri. tapi kamu juga ikut ya supaya aku ada teman nya."
" Siapp Nona muda..maksud saya siap bos," kekeh nya lagi seraya menggaruk kepala.
" Udah aku bilang panggil nama ku Indah aja, kalau di dengar orang nanti aku malu dengan panggilan mu seperti itu. panggilan itu cocok nya untuk kalangan konglomerat tahu nggak." ucap ku dengan ekspresi kesal.
" Tapi sebentar lagi juga anda pasti akan menjadi seorang konglomerat, jadi hitung-hitung saya belajar dari sekarang memanggil anda dengan sebutan nona Indah." kekeh nya lagi seraya mengedipkan mata nya.
" Hhhh.. terserah kamu deh.. tapi doa mu aku amin kan semoga di kabulkan." ucap ku ikut terkekeh.
" Mumpung sedang sepi kita ke salon sekarang aja yuk, biar badan anda juga lebih fresh.kayak nya hari ini lagi lesu,nanti di salon sekalian di pijat pasti badan jadi segar.saya juga mau sekalian kok biar nona ada teman ngobrol."
" Ya udah yuk." dengan semangat aku bangkit dan kami pun bergegas ke salon tempat yang pernah aku datangi sebelum nya.
***
Waktu berlalu, hari-hari ku semakin sibuk. tapi aku sangat menikmati dan rasa nya aku sangat bahagia menjalani kehidupan ku saat ini tanpa beban yang aku pikul. rumah makan ku semakin maju, dan rasa nya ruko ini semakin sempit dengan pengunjung yang semakin ramai.
__ADS_1
" Sar.. nanti bantu aku cari rumah ya tapi nggak usah rumah yang besar, rumah sederhana aja yang nggak terlalu mahal." ucap ku ketika kami sudah berada di lantai atas dan sedang duduk bersantai sambil memandang ke arah luar jendela.
Pemandangan di malam hari sekitar ruko sangat indah di lihat dari atas, lampu-lampu kota yang gemerlap, gedung mall yang menjulang tinggi dengan lampu-lampu menyala terang membuat kami betah berlama-lama duduk di depan jendela. Yah kami berdua, aku dan Sarah.semenjak berdiri nya rumah makan ini sarah akhir nya tinggal berdua bersama ku di ruko ini, awal nya ia ingin mencari kost tapi karena ruko ini terlalu besar untuk aku tempati jadi aku meminta nya untuk tinggal bersama ku, sekaligus menemani ku supaya tak kesepian tinggal di ruko ini seorang diri. apalagi gedung-gedung di kanan kiri kalau malam sangat sepi tak berpenghuni.
" Memang nya ruko ini kenapa Nona,?
" Rumah makan ini semakin ramai, jadi rasa nya semakin sempit dengan pengunjung yang ramai makan di tempat. seperti nya ruko ini harus di perbesar supaya pengunjung nyaman dan leluasa makan di sini. untuk itu aku akan mencari tempat tinggal baru supaya lantai atas bisa di gunakan untuk tempat makan para pengunjung."
" Ide bagus itu nona, saya yakin pasti rumah makan ini akan semakin ramai ke depan nya.selain makanan nya enak-enak,tempat nya pun semakin nyaman, di tambah owner nya cantik pula. kalau begitu saya akan membantu anda mencari kan rumah baru. anda jangan khawatir, semua nya serahkan saja pada saya." ucap nya penuh antusias, dan tanpa Indah ketahui bahwa sudah jelas Sarah akan melaporkan pada Dirgantara mengenai rumah yang di butuhkan Indah saat ini dan untuk ke depan nya. Dirgantara pasti akan memberikan yang terbaik buat Indah, karena uang yang ia kelola semua nya memang milik Indah.jadi Indah ber hak mendapat kan dan menikmati kekayaannya.
" Kamu semangat banget sih,? memang nya kamu ada kenalan orang yang suka jual beli rumah,? tanya ku heran.
" Mmm.. Ya pokok nya Nona tenang aja, kenalan saya ada lah walaupun nggak banyak. nanti kalau saya sudah dapat info rumah nya, saya langsung kabarin Nona."
" Baik lah kalau begitu aku tunggu info nya ya..tapi inget jangan yang mahal dan terlalu besar ya..lagi pula aku hanya seorang diri jadi rumah kecil pun cukup buat ku."
" Siap Nona.. laksanakan.! hehehehe...
Aku terkekeh seraya menggeleng kepala melihat tingkah nya.
__ADS_1