Firasat

Firasat
Bab 31 Uang ku kembali


__ADS_3

" Iya Pak, setelah kita mendapatkan harta benda nya, kita pergi jauh dari desa ini. kita jual juga rumah kita untuk tambahan membeli rumah baru di kota lain, lalu kita buka usaha di sana. ibu sudah lelah pak hidup susah terus di desa ini, ibu ingin merasakan hidup enak dan banyak uang."


Aku sangat terkejut mendengar percakapan dalam rekaman itu. pasal nya suara dalam rekaman itu suara bu nyai dan pak Nur, aku tak menyangka selama ini mereka hanya berpura-pura baik di depan ku.


Padahal aku sudah terlanjur menyayangi dan menganggap mereka seperti orang tua ku sendiri. tapi nyata nya mereka hanya mengincar rumah ku untuk kepentingan mereka. untung saja dulu aku menyembunyikan sertifikat rumah ini di tempat aman, aku meyimpan nya di atas tumpukan barang di atas plafon rumah, karena plafon rumah di desa berbeda dengan di kota, dulu ayah membuat gudang di atas plafon untuk menyimpan barang-barang yang sudah tak terpakai.ayah orang nya memang sangat kreatif terutama membuat kerajinan tangan. perabot dapur sebagian hasil kerajinan tangan ayah, seperti gayung, drum air, dan peralatan masak lain nya.


" Dari mana anda mendapatkan rekaman suara itu,? tanya ku penasaran.


" Saya nona, saya yang merekam nya. waktu itu saya di utus pak Dirga mencari lahan kosong untuk membuka pabrik di desa ini, kebetulan ada yang menawarkan lahan kosong di samping dan belakang rumah anda.karena rumah anda berada di tengah-tengah lahan yang kami beli,jadi kami ingin sekalian membeli nya."


" Dan warga yang menjual lahan di samping rumah anda memberitahu saya kalau penghuni rumah ini seorang gadis dan sedang merantau ke kota. sedangkan orang tua nya sudah meninggal. tapi warga tadi memberi tahu saya kalau rumah yang ada di samping rumah anda lah yang menjaga rumah ini. jadi saya memutuskan ke sana."


" Dan ketika saya tiba di rumah sebelah, mereka mengatakan kalau anda sudah mempercayakan rumah anda pada mereka, mereka mengaku sebagai orang tua angkat anda. mereka meminta untuk pembelian rumah anda nanti urusan nya dengan mereka,dan pembayaran nya pun melalui mereka."

__ADS_1


" Tadi nya saya percaya dan tak ada masalah, tapi ketika saya sudah melangkah keluar dari rumah mereka dan kembali membalikan badan untuk menanyakan keberadaan sertifikat nya ada pada anda atau mereka, karena saya ingin pembelian rumah ini segera di lakukan. tapi saya tidak sengaja mendengar perbincangan mereka. tanpa pikir panjang saya langsung merekam nya untuk bukti siapa tahu akan di butuhkan suatu saat nanti.maka nya kami mengulur waktu untuk membeli rumah ini sampai bertemu dengan pemilik asli nya.karena kami tidak mau ada masalah ke depan nya." panjang lebar pak alex menceritakan semua nya.mendengar nya membuat perasaan ku campur aduk, aku hanya bisa menyesali semua nya sekarang.


"Apa sekarang kamu masih percaya dengan orang yang kamu anggap baik,? pertanyaan pak Dirgantara membuat ku tersentak dari lamunan. lalu dia mengangkat sebuah tas ke atas meja dan membuka nya. melihat isi dalam tas itu membuat ku melongo, tas itu berisi uang yang sangat banyak.aku heran apa maksudnya yang menyodorkan tas berisi uang.


" Ini uang mu, uang mu tidak hilang, nominal nya masih utuh di dalam tas itu." ucap nya lagi yang semakin membuat ku bingung.


" Uang ku,? maksudnya uang apa,? aku masih tidak mengerti maksud pak Dirgantara.


" Uang yang ada di dalam koper itu palsu, semua isi bagian bawah nya hanya guntingan kertas. saya sengaja melakukan itu agar kamu tidak tertipu. karena setelah mendengar rekaman itu saya yakin mereka akan melakukan sesuatu pada mu. contoh nya seperti yang kamu alami kemarin.orang suruhan saya sudah memantau kalau siang kemarin kamu makan siang bersama mereka, dan setelah itu kamu ke rumah mu dan sampai pagi ini tak terlihat keluar masuk rumah. hanya terlihat orang tua angkat mu kemarin yang sibuk keluar masuk rumah mu ketika sore hari, dan mereka langsung pergi begitu saja." pak Dirgantara benar, aku tertidur siang kemarin, dan baru terbangun pagi ini. dan aku tidur sangat lama seperti orang pingsan sampai-sampai aku tidak mendengar suara apa pun.


" Ya.. dan orang tua angkat mu pasti lebih terkejut dari pada kamu, bahkan bisa-bisa mereka terkena serangan jantung." aku tersenyum mendengar ucapan nya, ternyata pria dingin itu bisa juga membuat lelucon walaupun tetap tak ada tawa di bibir nya. sekarang aku merasa lega dan sangat bersyukur karena uang ku tidak jadi hilang.


lalu terdengar bunyi telepon berdering.

__ADS_1


" Pak saya permisi dulu angkat telepon dari klien." pak alex pamit ke luar rumah untuk menerima telepon setelah mendapat anggukan dari pak Dirgantara. sekarang hanya ada kami berdua di ruangan ini. aku merasa canggung berdua dengan laki-laki dingin sepertinya, aku bingung hendak membahas apa.


" Mmm.. saya mau bilang terima kasih atas semua nya, berkat anda uang saya tidak jadi hilang." aku memulai percakapan untuk menghilangkan keheningan di antara kami.


" Indah khairunnisa, alumni SMA bina bangsa. anda tidak perlu berterima kasih karena saya melakukan nya bukan karena anda, tapi karena ingin menjaga nama baik perusahaan. saya tidak mau bermasalah dengan orang-orang yang bertransaksi dengan perusahaan kami. kami akan memastikan aman sampai selesai. setelah itu terserah apa pun yang terjadi, kami tidak peduli dan tidak ada urusan lagi." ucap nya dengan tatapan tegas.


Tapi tunggu dulu, tadi dia menyebut nama ku dengan lengkap dan juga nama sekolah ku dulu.


" Tadi anda menyebut nama lengkap saya dan juga nama sekolah SMA saya dulu,? anda tahu dari mana,? tanya ku penasaran.


" Kamu tidak perlu tahu saya tahu dari mana, itu hal kecil buat saya." Dasar angkuh, batin ku. untung saja dia membeli rumah ku dengah harga tinggi.


" Maaf pak Dirga, kita harus segera pergi ada klien yang minta di percepat rapat nya, karena mereka akan kembali ke negara nya." pak alex masuk setelah menerima telepon tadi.

__ADS_1


" Kalau begitu cepat selesai kan urusan di sini,setelah itu kita pergi. saya tunggu di mobil." lalu si pria dingin itu bangkit hendak melangkah keluar rumah. Tiba-tiba dia berbalik badan.


" Dan kamu., ingat.! jangan tertipu dengan kebaikan seseorang, dan jangan mudah di bodohi oleh siapa pun." ucap nya tegas lalu melangkah ke luar rumah.


__ADS_2