
ku langkah kan kaki hendak membuka pintu.ku hela nafas sebelum membuka nya.sebenar nya malas sekali pagi-pagi begini sudah kedatangan mertua. masalah nya setiap kedatangan nya pasti selalu membuat mood ku buruk.
setelah pintu terbuka, mertua langsung menerobos masuk di iringi rena di belakang nya. ketika aku hendak mencium punggung tangan nya, tangan ku langsung di hempas kan.raut wajah nya terlihat sangat kesal.
" Indah saya mau tanya sama kamu. apa kamu sudah bosan jadi istri nya reza anakku,! hahh..?!! kerjaan kamu tuh apa sih?! suami mau kerja bukan nya masak malah nggak kamu siapin bekal bahkan sarapan pun nggak ada.! mana tugas kamu sebagai istri.! cerocos mertua tanpa basa basi langsung meluapkan emosi nya padaku.
" sampai-sampai dia datang pagi-pagi ke rumah ibu nya hanya untuk numpang sarapan.! memang nya kamu se sibuk apa sih, kerja hanya di toko kecil aja gaya nya kayak kerja kantoran.! sok sibuk.! lalu gaji yang anakku kasih kamu pakai untuk apa?! kamu pakai untuk bersenang-senang ya,?cerocos nya lagi dengan muka merah, sedangkan adik ipar ku bersidekap dada sambil senyum menyeringai,gaya nya seperti orang tua aja padahal aku ini kakak ipar nya.aku masih diam menunggu mertua selesai meluapkan semua nya.
aku harus tenang dan tidak boleh takut dalam menghadapi kemarahan mertua ku, hidup ku bukan mereka yang mengatur.dan hidup ku pun tidak tergantung pada mereka. aku mensugesti pikiran ku sendiri.
" gimana saya mau masak bu, kalau mas reza nggak ngasih uang belanja,?memang nya belanja lauk dan sayuran nggak pake uang,?jawab ku santai.
" kamu itu nggak usah bohong dan nggak usah banyak alasan.! selama ini gaji anakku kamu habiskan untuk apa,hah?! tuduh nya.
" Ibu bisa tanya sendiri sama anak ibu, berapa gaji yang dia kasih setiap bulan nya untuk memenuhi kebutuhan rumah,?
" Dan ibu mau tahu berapa,? tanya ku sambil menyunggingkan senyum.
" mas reza setiap bulan nya hanya memberikan 1 juta dari gaji nya.sisa nya di berikan pada ibu, rena dan reva." belum selesai aku berbicara, mertua sudah memotong nya.
" Eh kenapa kamu bawa-bawa saya sama adik-adik nya reza. itu memang udah tugas reza berbakti pada ibu nya. kami kan keluarga nya.sedangkan kamu siapa?! sungut nya.
__ADS_1
" Lagi pula uang 1 juta yang reza kasih ke kamu, itu bukan nominal kecil. kamu harus nya bersyukur sebagai istri.masih untung anak saya ngasih kamu makan.!
" Bu, biaya kontrakan aja 500rb, listrik 150rb, belum lagi uang sampah, gas, beras, galon, minyak goreng, bumbu dapur dan kebutuhan mandi. semua itu di beli pake uang.sisa nya mana cukup buat makan 1 bulan.? paling cukup buat makan 1 hari, itu pun dengan lauk ikan asin sama sambel aja. sedangkan anak ibu tiap makan mau nya ada ikan dan sayur.dan bahkan uang belanja untuk bulan ini harus di kurangi mas reza dari 1 juta jadi 500 ribu dengan alasan uang nya untuk membelikan rena handphone baru." lirik ku pada rena yang langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
" Lalu menurut ibu dengan uang 500 ribu apa cukup,?
" Ya kamu sebagai istri pintar-pintar mengatur keuangan lah, 500 ribu kan bisa buat belanja dapur sisa nya kan kamu juga bekerja jadi gaji mu pakai untuk menutupi kekurangan nya." sahut mertua dengan nada yang agak melemah mungkin karena malu dengan penjelasan ku.
" Iya mbak..bener kata ibu tuh. lagian aku kan minta beliin handphone baru juga pake uang mas reza, bukan uang mba indah," rena menimpali.
" Kalian kan suami istri jadi sudah seharus nya saling membantu apalagi masalah keuangan.masa anakku capek sendiri kerja nyari uang sedangkan kamu enak-enakan menikmati gaji mu." ucap nya masih menyudutkan ku.
" Bu 500 ribu yang mas reza kasih hanya cukup untuk membayar kontrakan aja. lalu untuk urusan dapur, listrik, uang sampah apa tidak perlu di pikir kan,? gaji ku pun hanya bisa menutupi kebutuhan separuh nya, lalu untuk biaya makan sehari-hari mau beli pakai apa,? tanya ku.
" kamu nggak usah banyak alesan, kalau kamu masih mau jadi istri nya anak saya, kamu harus patuh dan berbakti pada suami. ngerti?!
" Tapi kalau kamu udah bosan sih, ya silahkan aja angkat kaki dari sini, selain anak saya, memang nya ada laki-laki lain yang mau sama kamu,?
Waktu terus berjalan. seperti nya tidak akan selesai kalau aku terus menerus meladeni mertua ku. aku harus ambil sikap supaya mereka segera pergi karena aku harus segera berangkat kerja.
" Bu, saya kan hanya kerja di toko kecil seperti yang ibu bilang tadi. sudah pasti gaji saya juga sangat kecil, beda dengan orang yang kerja di kantoran. jadi walaupun gaji saya di pakai untuk menutupi semua kekurangan tetap saja nggak akan cukup. belum lagi saya juga butuh biaya transport untuk berangkat kerja."
__ADS_1
" Bu maaf saya sudah terlambat, saya harus berangkat kerja sekarang." lanjut ku membuat mereka menatap tajam.
dengan ekspresi kesal, mereka melangkah ke luar sambil menghentakkan kaki.
segera aku susul melangkah ke luar lalu mengunci pintu, tak lama motor mereka pun melaju keluar dari pekarangan rumah ku.
Tepat jam 9 pagi, aku tiba di toko. buru-buru aku masuk ke dalam karena sudah terlambat. keadaan toko sudah bersih dan rapi, Rahma sedang duduk bersantai. pasti rahma lelah membersihkan dan merapihkan semua nya sendiri. dengan perasaan bersalah, aku hampiri dan duduk di samping nya.
" Rahma.,maaf ya aku terlambat. Gara-gara aku, kamu jadi capek sendiri beresin ini semua.? sesal ku dengan wajah bersalah.
" Udah nggak apa-apa.. kamu juga pasti capek kan karena lari-lari tadi. sana minum dulu." ucap nya tersenyum.
" Kok kamu tahu kalau aku habis lari-lari.? tanya ku heran.
" Itu nafas kamu ngos-ngosan kayak habis lari marathon." kekeh nya membuat aku tertawa.
lalu aku melangkah mengambil minum, setelah nya duduk kembali di samping nya.
" Memang nya kamu habis dari mana kok tumben terlambat.? tanya Rahma.
" Tadi ketika aku mau berangkat, tiba-tiba mertua dan adik ipar ku datang ke rumah,jadi terpaksa aku meladeni mereka dulu."
__ADS_1
" Untuk apa mereka pagi-pagi datang ke rumah mu,? mau minta uang,? tebak nya
aku menggeleng.