
Seminggu kemudian surat cerai dari pengadilan sudah keluar. aku lega karena akhir nya aku benar-benar lepas dari keluarga itu. saat ini aku akan fokus pada usaha dan masa depan ku.
Hari ini aku dan Sarah sedang sibuk menyiapkan pesanan rutin mingguan dari kantor PT. Mega Utama. Seperti biasa 150 box pesanan nasi kotak harus di kirim sebelum jam makan siang. saat ini masih jam 10 pagi semua pesanan sudah selesai dan siap di antar.
Karena hari ini karyawan yang biasa mengantar sedang tidak masuk, jadi terpaksa aku yang akan mengantar nya di antar mobil yang sudah aku pesan. perjalanan hanya memakan waktu 1 jam menuju PT. Mega Utama karena kendaraan masih belum padat.
Setiba nya di PT. Mega Utama aku terkesiap melihat gedung mewah di hadapan ku. gedung yang menjulang tinggi itu memiliki beberapa lantai bertingkat. tak heran gedung ini memiliki banyak karyawan mengingat banyak nya nasi box yang mereka pesan tiap minggu nya.
" Hallo nona Indah, apa anda yang mengantar pesanan makan siang untuk karyawan di kantor ini,? tiba-tiba pak Alex berdiri menghampiri ku.
" Loh pak Alex.? kenapa anda ada di sini,? tanya ku heran.
" Tunggu dulu.. Jangan-jangan ini kantor tempat anda bekerja,? tanya ku lagi.
" Betul nona, saya bekerja di kantor ini.silahkan masuk biar karyawan kami yang akan membawa nya ke dalam." sahut nya.
" Berarti pak Dirgantara juga di kantor ini,? tanya ku yang langsung mendapat anggukan dari pak Alex.aku terus melangkah mengikuti langkah pak Alex dan masuk ke dalam sebuah ruangan. seperti nya ini ruang tunggu khusus tamu, dan aku pun duduk setelah pak Alex mempersilahkan.
" Anda mau minum apa nona.? tanya pak Alex seraya berdiri di hadapan ku.
" Nggak usah pak, saya mau langsung pulang aja." jawab ku. tiba-tiba pintu terbuka, dan terlihat pak Dirgantara melangkah masuk lalu duduk di hadapan ku.
__ADS_1
" Buatkan kami minuman jus jeruk saja," perintah nya pada pak Alex.
" Baik pak." sahut pak Alex lalu ia pun pergi meninggalkan kami berdua.
" Maaf ya aku baru sadar kalau ternyata yang rutin pesan nasi box itu dari kantor anda.kalau begitu aku mau berterima kasih karena anda udah percaya memakai jasa catering di rumah makan ku."
" Bukan kah saya sudah memperkenalkan diri ketika membeli rumah anda,? ucap nya dengan ekspresi datar.
" Maaf aku lupa." ucap ku sedikit terkekeh karena merasa tak enak. kenapa aku bisa lupa dengan nama perusahaan nya, mungkin karena saat itu aku sedang banyak masalah. batin ku.
Terdengar pintu di ketuk dari luar, ternyata laki-laki berseragam OB masuk membawa 2 gelas minuman yang di minta pak Dirgantara tadi lalu meletakkan nya di atas meja. setelah itu ia kembali melangkah keluar dan tak lupa menutup pintu.
" Silahkan di minum dulu,tidak usah terburu-buru. bukan kah rumah makan mu sudah memiliki beberapa karyawan." ucap nya masih dengan aura dingin. sebenarnya aku heran apakah orang seperti nya memiliki rasa humor atau memang selalu bersikap serius dengan siapapun karena wajah nya tak pernah menampilkan aura ramah setiap kali bertemu, membuat ku jadi serba salah ketika berhadapan dengan nya.
" Di kantor ini akan di adakan seminar minggu depan, narasumber yang akan menjadi inspiratif adalah pembisnis muda yang sukses dari luar maupun dalam negeri. untuk kamu yang baru merintis usaha sangat cocok hadir di acara ini agar jadi inspirasi dan motivasi untuk perkembangan bisnis mu ke depan nya." tutur nya.
" Siapa pun boleh hadir di acara itu,? tanya ku.
" Tentu saja, siapa pun boleh hadir tanpa terkecuali,"
" Baik lah kalau begitu nanti aku akan menghadiri nya. aku permisi dulu, nggak enak lama-lama meninggalkan rumah makan. sebentar lagi jam makan siang, kasihan mereka nanti pasti kerepotan."
__ADS_1
" Baiklah.. di depan pintu keluar sudah ada supir kantor yang menunggu mu, dia akan mengantarkan mu pulang." .
" Nggak usah, aku bisa pulang sendiri." tolak ku halus.
" Tidak ada penolakan, saya paling tidak suka niat baik saya di tolak. lagi pula anggap saja ini sebagai bentuk terima kasih dari kantor ini karena kamu sudah bersedia mengantarkan pesanan ini." ucap nya tegas. aku sedikit heran kenapa mau menolong saja pakai di paksa segala.Ah sudah lah..karena aku tidak mau berlama-lama akhir nya aku menerima tawaran nya. aku pun melangkah kan kaki keluar dari ruangan itu, dan menuruni lift menuju pintu keluar gedung.
" Eh bro.. bukan nya itu mantan istri lo." ketika sedang berjalan menuju pintu keluar gedung terdengar suara seseorang sedang berbicara, lalu aku menoleh pada sumber suara itu. di sana terlihat mas Reza bersama teman nya sedang berdiri menatap ku. aku sempat terkejut karena tak di sangka bertemu dengan mantan suami ku di gedung ini, apa dia bekerja di kantor ini ya.pikir ku
Dulu aku memang pernah datang ke kantor tempat nya bekerja hanya satu kali tapi itu pun sudah lama sekali ketika kami baru awal menikah, jadi aku sudah lupa. tanpa menghiraukan nya aku melanjutkan langkah ku menuju pintu keluar.
" Indah.. tunggu dulu. aku mau bicara sama kamu." Tiba-tiba mas Reza sudah berdiri di samping ku seraya memegang tangan ku.
" Maaf aku udah nggak ada urusan sama kamu, jadi nggak ada hal apapun lagi yang harus di bicarakan." ucap ku seraya menghempaskan lengan nya.
" Tapi Indah kita harus bicara, aku coba telepon kamu berkali-kali tapi nomor mu nggak bisa di hubungi, aku juga nggak tahu mau cari kamu kemana." sahut nya memohon.
" Maaf aku harus pergi karena masih banyak urusan yang lebih penting," ketus ku seraya melangkah kembali.
" Indah kamu kenapa sih jadi berubah begini, dulu kamu lemah lembut dan penurut tapi sekarang sikap mu kasar dan masa bodo terhadap orang lain, apa karena kamu udah merasa hebat jadi kamu nggak peduli terhadap orang lain,?
" Orang yang seperti apa dulu yang harus aku peduli kan,? dan apa hak mu mengatur hidup ku,? kamu benar aku memang sudah berubah, dan kamu yang membuat ku berubah.! kamu ingat,! aku bukan Indah yang dulu, jadi jangan pernah ganggu hidup ku lagi. kamu cuma masa lalu ku jadi udah nggak penting lagi buat ku.!"
__ADS_1
Dengan sedikit kesal aku melangkah menuju mobil yang akan mengantar ku, di sana sudah ada supir yang berdiri dan langsung membuka kan pintu mobil ketika melihat ku menghampiri nya.