Firasat

Firasat
Bab 46 Manusia Aneh


__ADS_3

"Oh iya Sar, besok di gedung PT. Mega Utama ada seminar. pak Dirgantara mengundang ku untuk hadir di acara itu. kamu mau menemani ku nggak,? soalnya aku nggak enak datang sendiri ke sana."


" Saya pasti akan menemani anda kemana pun.jangan kan ke tempat seminar, ke bulan pun pasti akan saya temani." aku terkekeh mendengar ucapan nya, Sarah memang type orang yang ceria dan suka bercanda jadi siapa pun yang dekat dengan nya pasti akan merasa nyaman.


" Ya udah kalau gitu besok kita berangkat jam 8 pagi, karena acara seminar nya akan di mulai jam 9.sekarang lebih baik kita tidur supaya besok pagi nggak kesiangan." ucap ku seraya beranjak menuju tempat tidur. di susul Sarah yang melangkah mengikuti ku.


***


Alarm berbunyi, gegas ku buka mata dan melirik jam ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi.segera aku bangkit menuju kamar mandi untuk melaksanakan sholat subuh, ku lihat Sarah sudah tak ada di tempat tidur nya. ia memang selalu bangun lebih awal dari pada aku. biasa nya ia bangun lebih dulu untuk menyiapkan sarapan kami berdua.


Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi aku langsung turun menuju lantai bawah, sekarang sudah jam 6 lewat. setelah tiba di lantai bawah terdengar suara aktifitas di dapur. tak lama muncul Sarah dari dalam dapur seraya membawa 2 piring berisi makanan dan meletakkan nya di meja makan.


" Pagi Nona, yuk kita sarapan dulu." ajak nya seraya menarik kursi untuk ku duduk. aku tersenyum mengangguk lalu duduk untuk menyantap makanan. setelah selesai sarapan, aku duduk di kursi untuk menunggu Sarah mandi dan bersiap-siap.


" Yuk kita berangkat," tiba-tiba Sarah sudah berdiri di belakang ku. ku lihat jam sudah hampir jam 8 pagi. kami melangkah menuju pintu keluar. ketika pintu terbuka, aku melihat sebuah mobil sudah terparkir di depan ruko. aku heran dan menoleh ke arah Sarah untuk meminta penjelasan. karena mobil itu terlihat bagus untuk ukuran taksi online.


" Ini mobil yang saya pesan tadi ketika saya sedang bersiap-siap di atas. supaya kita tidak terlambat, saya sengaja memesan nya. kalau kita naik kendaraan umum takut terjebak macet karena ini jam berangkat kerja." Sarah langsung menjelaskan ketika melihat ku melirik padanya.

__ADS_1


" Oh ya udah kalau gitu kita nggak perlu repot-repot lagi jalan kaki ke depan." jawab ku. tanpa Indah ketahui bahwa mobil yang ada di hadapan nya adalah utusan dari Dirgantara untuk menjemput nya.


Mobil mereka langsung melaju membelah jalanan, dan benar saja pagi ini jalanan sedikit padat karena memang ini masih jam berangkat kerja. beruntung mereka berangkat lebih awal, dan syukur nya letak gedung PT. Mega Utama tak terlalu jauh. setengah jam kemudian mereka tiba di perusahaan itu lalu mereka segera melangkah ke meja resepsionis untuk menanyakan ruangan tempat di adakan nya seminar. setelah di tunjukan oleh resepsionis mereka pun segera menuju lift.


" Nona saya ke toilet sebentar ya, kebelet." ucap Sarah ketika kami sudah tiba di lantai tempat di adakan nya seminar. aku mengangguk dan menunggu nya di depan lift dan di sebelah nya terdapat tangga darurat.


Brugghhh...


" Aawww." seseorang keluar dari lift dengan terburu-buru sehingga tak sengaja menabrak ku. badan ku tiba-tiba hampir ambruk dan hendak tergelincir ke bawah tangga darurat. dengan keadaan syok aku menutup mata karena separuh badan ku sudah hampir jatuh ke bawah tangga. tapi tiba-tiba aku merasa badan ku berhenti bergerak dan seperti ada tangan yang melingkar di pinggang ku.


Dengan keadaan yang masih syok aku buru-buru berdiri tegak dan merapikan pakaian serta rambut ku.


" Mmm.. Terima kasih karena anda sudah menolong ku," ucap ku kikuk karena masih merasa syok dengan kejadian tadi. dan tatapan laki-laki itu membuat ku semakin merasa salah tingkah.


" Lain kali hati-hati." ucap nya kemudian dan kembali dengan ekspresi dingin nya. lalu ia membalikkan badan dan melangkah. tiba-tiba baru beberapa langkah, ia berhenti dan membalikkan badan.


" Kamu mau sampai kapan berdiri di situ,? Tujuan mu ke sini apa hanya untuk berdiri terus di sana,? tanya nya tegas. aku langsung membuang muka malas, baru saja dia berbuat baik dan membuat ku merasa berhutang budi. sekarang sudah membuat ku malas lagi berhadapan dengan nya. dasar manusia aneh, tiba-tiba berubah dalam sekejap. batin ku.

__ADS_1


" Aku sedang menunggu seseorang, dia sedang ke toilet." akhir nya aku menjawab dengan ekspresi malas.


" Seorang wanita yang bernama Sarah,? dia sudah pulang lebih dulu tadi di antar supir saya, karena tiba-tiba dia mengeluh pusing dan hampir saja pingsan. mungkin dia tidak sempat berpamitan padamu karena sudah terlanjur di bawa ke mobil." ucap nya tiba-tiba membuat ku terkejut.


" Apa,? Sarah sakit,? kalau begitu aku pulang aja, nggak jadi ikut seminar." ucap ku lalu buru-buru melangkah hendak menuju lift.


" Kamu tidak perlu khawatir, teman mu sudah di antar berobat terlebih dahulu oleh supir saya sebelum di bawa pulang. dan tadi saya sudah mendapatkan informasi kalau keadaan nya sudah baik-baik saja. sepertinya teman mu hanya kelelahan saja." sahut nya.


" Apa anda yakin dia udah baik-baik aja,?


" Apa keuntungan nya buat saya untuk berbohong,? jawab nya datar.


" Lebih baik kita masuk ke dalam, karena sebentar lagi seminar akan di mulai. kamu sudah ada di sini, jangan sia-siakan waktu mu." ucap nya lagi membuat ku terpaksa mengikuti nya. walaupun pikiran ku masih teringat dengan keadaan Sarah.


Kami tiba di dalam ruangan, keadaan di dalam sudah sangat ramai. pak Dirgantara terus melangkah menuju kursi yang berbaris di depan. aku bingung hendak mengikuti nya atau mencari tempat duduk lain. tapi ku lihat sekeliling sudah penuh dan juga banyak orang berlalu lalang. seperti nya yang hadir di sini rata-rata semua nya para pengusaha karena dari penampilan nya yang sangat rapi dan kelihatan berkelas.


Dengan keadaan ku yang bingung tiba-tiba pak Dirgantara menarik tangan ku dan membawa ku ke kursi yang berderet di barisan depan. lalu dia pun duduk di kursi tepat di sebelah ku.

__ADS_1


__ADS_2