Firasat

Firasat
Bab 8 pesan mesra dari wanita


__ADS_3

Dengan ragu ragu ku lirik balon pesan yang muncul di depan layar.


" Mas, aku kangen. nanti siang kita ke kafe tempat biasa yuk,?


Deg


aku terkejut membaca isi pesan dari kontak yang bernama tiara di gawai mas reza.


perasaan ku makin hancur..apa mas reza ada main perempuan di belakang ku atau itu hanya pesan salah kirim.ku tepis kecurigaan ku.semoga saja itu hanya salah kirim. batin ku.


jangan sampai mas reza mengkhianati ku,aku tidak mau menangis lagi karena air mata semalam saja masih belum kering. tidak mau ber larut-larut dengan pikiranku,ku langkah kan kaki menuju dapur sebelum mas reza curiga kalau aku sudah membaca pesan yang masuk di handphone nya.


ku siap kan sarapan untuk ku dan juga mas reza seperti biasa, walau hati ini masih sakit karena ucapan nya semalam tapi aku tidak mau melalaikan tugas ku sebagai istri. aku tetap melayani nya seperti biasa.


hari ini aku masak ikan goreng kesukaan mas reza, ikan yang aku beli hanya 3 ekor.cukup untuk mas reza sarapan, makan siang, karena libur kerja jadi makan siang di rumah, dan 1 lagi untuk makan malam. biar lah aku nggak makan ikan pun nggak masalah.lauk untuk ku cukup masak tumis tempe campur touge saja sekalian buat bekal nanti.


selesai masak,buru-buru aku sarapan tanpa menunggu mas reza, karena biasa nya pun kami tidak pernah sarapan bareng.


selesai sarapan gegas aku mandi dan ganti baju,setelah selesai ku lirik jam yang sudah di angka 7.ku langkah kan kaki keluar rumah untuk berangkat kerja tanpa membangun kan mas reza terlebih dahulu karena ini hari libur biasa nya dia bangun agak siang.


ketika sedang berdiri menunggu angkutan umum di pinggir jalan, sebuah motor yang sama persis dengan motor yang kemarin malam mengantar ku pulang berhenti tepat di depan ku.


" Eh mas Adi, mau ke rumah ya mas?, Mas reza nya ada tuh di rumah masih tidur, ketok aja mas pintu nya." sapa ku


" Iya nih.. ngomong-ngomong kamu mau kemana pagi-pagi gini udah rapi?" tanya nya penuh selidik.


" Saya mau berangkat kerja mas, ini lagi nunggu angkutan lewat."balas ku.


"ini kan hari minggu, bukan nya libur ya,?

__ADS_1


" Harus nya sih memang libur mas, tapi lagi banyak pesanan jadi saya di suruh masuk."


" Yaudah kalau gitu biar sekalian saya antar aja, daripada kamu lama nunggu."


" nggak usah mas, saya biar naik angkutan aja. tadi katanya mas Adi mau ke rumah. langsung aja mas barang kali mas reza sudah bangun." tolak ku mengalihkan.


" Gampang lah bisa kapan-kapan aja, lagi pula urusan ku dengan reza nggak terlalu penting. besok masih bisa bertemu di kantor."


" Yuk buruan naik." ajak nya.


aku masih diam setengah berpikir.


" Arah saya lewatin tempat kerja kamu, saya sedang ada urusan. jadi nggak ada salah nya sekalian antar kamu, kan searah," ucap nya lagi.


Karena tidak enak jika menolak terus, akhir nya aku pun menerima tawaran nya dengan perasaan canggung. sepanjang jalan kami terdiam, sampai tiba-tiba mas Adi membuka suara.


" Kamu dan reza baik-baik aja kan,? tanya nya tiba-tiba.


entah kenapa mas Adi tiba-tiba menanyakan hal itu. apa dia melihat mata ku yang sembab ya. pikir ku.


lalu kami pun terdiam lagi sampai akhirnya tiba di depan toko tempat ku bekerja.gegas aku turun dari motor.


" Terima kasih banyak ya mas maaf udah ngerepotin lagi." ucap ku dengan wajah menunduk. aku nggak mau mas Adi semakin jelas melihat mata ku yang sembab karena kejadian semalam.


ketika hendak berbalik badan, mas Adi memanggil ku.


" Indah, maaf kalau saya lancang. kalau kamu butuh teman curhat, saya nggak keberatan kamu jadikan tempat curhat. saya akan menjadi pendengar yang baik, kalau ada yang bisa saya bantu, pasti akan saya lakukan." ucapan mas Adi membuat ku heran, seperti dia tau sesuatu.


Aku ingin menanyakan tentang mas reza tapi aku belum begitu mengenal nya, aku takut malah terkesan mengumbar aib rumah tangga ku pada orang lain. ah.. lebih baik aku urungkan niat ku untuk bertanya pada mas adi. walau bagaimana pun mas reza suami ku.

__ADS_1


aku tersenyum tipis menanggapi ucapan mas Adi, lalu aku berbalik hendak membuka kunci toko.


tak berselang lama motor mas Adi pun berlalu dari hadapan ku. lalu aku pun masuk ke dalam toko.


jam masih menunjukan pukul 8 pagi, Rahma belum tiba karena biasa nya dia akan datang tepat jam setengah 9 pagi. lekas aku bersih-bersih dan merapikan semua nya sebelum toko buka.


dengan lemas tangan ku bergerak membersih kan toko tapi pikiran ku masih di selimuti tentang wanita yang mengirim pesan ke gawai mas reza tadi pagi.


kalau aku bertanya pada mas reza tentang siapa perempuan yang bernama tiara, pasti dia akan marah dan memaki ku lagi seperti tadi malam.


" heeiiii... bengong aja.! suara nyaring rahma mengagetkan ku.


" Ihh..kamu yaaa..ngagetin aja." celetuk ku pura-pura merajuk.


" hehehehe... sorryyyy... abis kamu dari tadi aku perhatiin bengong aja, sampe aku dateng aja kamu ga sadar. kamu lagi ada masalah ya,? tanya nya penuh selidik.


" Mmm...nggak ada kok," jawab ku.


Rahma makin melekatkan pandangan nya ke wajah ku dan mendekatkan tubuh nya di samping ku.


" Kamu gausah bohong, itu mata kamu aja sembab kaya gitu. pasti kamu abis nangis yaaa,? tutur nya dengan tatapan serius.


" Kamu cerita aja in sama aku, siapa tau aku bisa bantu. tenang aja, aku bisa di percaya ko," timpal nya.


selama ini Rahma memang orang nya asik dan perhatian terhadap orang lain.sikap nya pun sangat dewasa.mungkin lebih baik aku cerita saja padanya, siapa tahu dengan cerita sesak di dada ku sedikit berkurang.


" Mmm...Sebener nya aku lagi ada masalah sama suami ku Ma, semalam kami abis bertengkar,"


" Karena orang ke tiga,? tebak nya.

__ADS_1


" Sebenarnya awal nya bukan karena ada orang ke tiga, tapi karena penampilan ku yang menurut mas reza sangat kampungan dan nggak bisa merawat diri jadi dia nggak betah di rumah, dan memang udah beberapa bulan ini setiap pulang kerja pasti selalu larut malam, dan saat libur kerja pun tidak pernah di rumah," ungkap ku dengan mata berembun, ku tepis agar air mata ini tak keluar.


__ADS_2