
Aku benar-benar bahagia dan sangat bersyukur karena semua nya berjalan lancar dan di mudahkan tanpa ada rintangan sedikit pun.besok aku akan siap-siap untuk menempati ruko ini setelah selesai melakukan pembayaran dengan bu irma. aku tak perlu banyak melakukan apapun karena semua nya sudah rapi dan bersih.bahkan semua perabot sudah lengkap.
Setelah selesai melihat isi dalam ruko, aku pun segera pulang menuju rumah mas Adi untuk berkemas sekalian berpamitan. besok setelah aku selesai pindahan, aku akan ke toko roti untuk berpamitan pada Rahma serta bu Ina kalau aku akan berhenti kerja dari sana. semoga usaha ku juga ke depan nya selalu di mudahkan dan di lancarkan seperti hari ini.
Tepat jam 5 sore aku tiba di depan rumah mas Adi, bertepatan dengan itu motor mas Adi masuk ke dalam halaman.seperti nya mas Adi pun baru tiba di rumah.
" Loh indah, kamu udah pulang,? bukan kah kamu bilang cuti seminggu di kampung,? tanya nya heran ketika melihat ku.
" Iya mas tadi nya memang mau seminggu di kampung, tapi nggak jadi karena ada urusan yang harus aku selesai kan,"
" Oh yaudah kita masuk dulu yuk, di dalam ada Rina. mungkin dia ada di kamar nya. dia pasti senang lihat kamu udah pulang."
Lalu kami pun melangkah masuk setelah di buka kan pintu oleh bi sumi.tak terlihat ada Rina di dalam, mas Adi benar Rina pasti ada di kamar nya.aku pun langsung menuju kamar ku untuk segera membersih kan diri agar badan ku lebih segar karena lelah seharian ini. setelah itu aku akan memasak untuk makan malam kami. setelah makan malam nanti aku akan bercerita sekaligus berpamitan pada mas Adi dan juga rina.
setelah selesai mandi, aku bergegas keluar kamar menuju dapur untuk memasak. di sana terlihat bi sumi sedang bersiap untuk memasak.
" Eh mba indah, ada apa mba,? ada yang bisa bibi bantu,?
" Nggak bi, saya ke sini mau bantuin bi sumi masak buat makan malam nanti."
" Loh nggak usah di bantuin mba, mba indah duduk aja atau nonton TV aja di depan. biar bibi aja yang masak."
__ADS_1
" Nggak apa-apa bi, saya bosen diam aja nggak ada kegiatan.lagi pula saya kangen masak bi, udah lama ga ke dapur. saya tuh sebenarnya suka banget masak, walaupun nggak jago masak." ucap ku terkekeh, bi sumi pun ikut terkekeh mendengar nya.
" Oh ya, bibi ngerjain yang lain aja biar tugas masak saya yang kerjakan. soalnya ini terakhir saya di rumah ini bi, jadi sebagai ucapan Terima kasih saya ke penghuni rumah ini,saya ingin membuat masakan spesial buatan saya. walaupun mungkin masakan nya nggak seenak makanan di restoran." ucap ku.
" Ah mba Indah bisa aja." lalu kami pun tertawa.
" Memang nya mba indah mau kemana? nanti kalau mba indah pergi dari rumah ini, pasti rumah ini akan terasa sepi." tanya bi sumi dengan raut wajah sedih.
" Saya kebetulan udah dapat tempat baru bi, saya juga nggak mungkin numpang di rumah ini terus.saya udah banyak ngerepotin penghuni rumah ini termasuk bi sumi. walaupun saya udah pindah, pasti nanti saya akan sering-sering main ke sini bi."
" Bibi nggak merasa di repotin sama sekali kok.. malah bibi senang dengan ada nya mba indah di rumah ini,rumah jadi ramai. biasa nya kan waktu belum ada mba indah rumah terasa sepi sekali. walaupun mas Adi ada di rumah sama aja seperti nggak ada penghuni nya. karena mas Adi sibuk dengan pekerjaan nya dan juga nggak banyak bicara." aku hanya tersenyum mendengar nya.
" Iya mba, kalau begitu bibi mau cuci baju di belakang ya."
Setelah kepergian bi sumi, aku melanjutkan untuk memasak. di kulkas kebetulan banyak stock sayuran jadi aku akan memasak beberapa menu. dan tak lupa sambal sebagai menu pendamping akan ku sajikan juga.
Tepat jam setengah 7 malam semua masakan sudah terhidang di atas meja makan. setelah selesai menyiapkan semua nya, aku berlalu ke kamar untuk melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu.setelah selesai sholat aku akan memanggil rina dan juga mas Adi untuk makan malam bersama. aku sudah tak sabar ingin segera bercerita mengenai kabar bahagia ini.
" Wahhhh makanan nya banyak banget, dan kelihatan nya sangat lezat." baru saja membuka pintu kamar, aku mendengar suara nyaring rina di meja makan.
" Eh rina, baru aja aku mau panggil kamu dan mas Adi untuk makan malam bareng, eh udah nongol duluan." ucap ku tersenyum lebar melihat ekspresi rina.
__ADS_1
" Abis perut ku udah laper banget, terus liat meja makan makin laper deh nih perut." ucap nya terkekeh.
" Mas Adi mana rin,? tanya ku.
" Ada tuh di kamar, paling bentar lagi juga keluar. tadi aku udah panggil buat makan malam." bergegas rina duduk dan langsung menyendok nasi beserta lauk nya.
" Indah ayo duduk sini, kita makan dulu." aku pun duduk dan tak berselang lama mas Adi muncul dan duduk di depan kami.
" Ya ampun ini sih makanan nya beneran enak banget, nggak kalah deh makanan di restoran mewah." Rina sembari mengunyah tak berhenti nyerocos.
" Bi sumi, besok masakin kaya gini lagi ya, aku suka makanan nya enak banget." ucap rina ketika bi sumi muncul dari dapur seraya membawa teh hangat kesukaan mas Adi yang wajib terhidang di meja makan.
" Itu yang masak bukan bibi kok mba rina, tapi mba indah." jawab bi sumi. sekilas aku melirik mas Adi ekspresi nya seperti terkejut, begitu pun dengan rina.
" Jadi ini beneran kamu yang masak,? tanya rina menoleh ke arah ku.aku hanya mengangguk pelan.
" Ya ampun indah ternyata kamu itu pintar masak ya.? duhhh itu mantan suami kamu rugi banget deh membuang wanita se perfect kamu." cerocos nya tanpa henti seraya mengunyah. mendengar rina menyebut mantan suami ku, aku baru teringat kalau aku belum mengurus perceraian ku ke pengadilan.
" Mas Adi, rina, sebenarnya aku mau bicara sesuatu. Sebelum nya aku mau berterima kasih karena kalian menerima ku di sini layak nya keluarga, aku juga berterima kasih karena sudah di bantu dan selalu merepotkan mas Adi dan juga rina. besok aku akan pindah dari sini karena aku sudah mendapatkan tempat baru." ucap ku ketika kami sudah selesai makan malam.
" Loh kamu mau pindah kemana indah,? kok mendadak banget,? tanya Rina dengan raut wajah lesu. aku pun ada rasa kehilangan dengan kehangatan keluarga ini. kehangatan yang telah lama tidak aku dapatkan lagi semenjak orang tua ku meninggal.
__ADS_1