
untuk keluarga nya mas reza sangat royal. bahkan baju yang harga nya mahal saja dia mampu membelikan nya. tapi untuk urusan dapur sangat pelit dan perhitungan.
tega sekali mas reza makan enak di restoran mahal tapi tidak mengajak ku. untung tadi aku sudah makan, kalau saja tadi aku belum makan tentu aku akan semakin sedih karena menahan lapar, sedangkan suami sendiri makan di restoran mewah.
" kamu nggak minta sesuatu rev,? suara mas reza pada adik bungsu nya.
" nggak usah mas, aku nggak mau apa-apa. aku minta uang nya aja. " jawab nya sambil terkekeh.
" Oh ya mas, mba indah kemana ya,? kok nggak kelihatan.? reva menanyakan ku pada mas reza
" kamu ngapain sih nanyain orang kampungan itu,? bikin mood ibu jadi rusak aja." ketus ibu pada reva.
reva memang anak yang baik, dia juga adik ipar yang sopan. dia selalu menghargai dan menghormati ku sebagai kakak ipar. berbeda dengan rena, padahal usia reva masih 13 tahun.
" Memang nya kenapa bu,? kan mba indah istri nya mas reza kakakku, berarti mba indah juga kakakku dong." timpal nya.
" udah ah ayo kita pulang aja,jadi males ibu lama-lama di sini." ibu mertua terdengar kesal.
lalu mereka keluar rumah, suara deru motor menjauh.akhir nya mereka pulang juga. batin ku.
jarak rumah ibu mertua dengan kontrakan ku memang tidak terlalu jauh, hanya menempuh sekitar 5 menit menggunakan motor. makanya mereka sering bolak balik ke sini.
****
Seminggu kemudian.
Pagi hari di hari sabtu aku mulai ber aktivitas seperti biasa.setelah selesai menyiapkan sarapan untuk mas reza,aku segera bersiap untuk berangkat kerja. hari ini mas reza sedang libur kerja, aku hendak meminta di antarkan untuk berangkat kerja tapi ku urung kan karena melihat mas reza yang masih tidur pulas. mungkin semalam pulang sampai larut malam sehingga masih mengantuk.
__ADS_1
***
Aku yang sangat sibuk di toko tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9 malam,hari ini toko lebih ramai dari biasanya mungkin karena malam minggu jadi banyak pesanan dalam jumlah banyak.seperti nya pesanan-pesanan itu untuk sebuah acara besar.tak apalah malam ini pulang terlambat, siapa tahu penjualan bulan ini mencapai target jadi aku bisa mendapatkan bonus.aku menyemangati diri sendiri.
lalu aku bergegas merapikan toko untuk bersiap pulang di bantu rahma,keponakan nya bu nia pemilik toko ini.kalau libur kuliah memang Rahma kerap membantu ku di toko.karena kadang aku kewalahan melayani pembeli seorang diri. Rahma usia nya di atas ku 2 tahun,tapi dia enggan aku panggil kakak katanya biar lebih akrab.rahma anak nya supel dan baik, dia juga tidak sombong walaupun keponakan pemilik toko.aku senang bisa berteman dengan nya, jadi aku tidak merasa kesepian lagi karena ada teman mengobrol.rahma masih kuliah jadi dia mengisi waktu libur kuliah dengan menjaga toko roti milik tante nya. tepat jam setengah 10 malam kami pun selesai membereskan semua nya. setelah nya kami mengunci pintu.
" Indah,kamu pulang di jemput siapa?" tanya Rahma ketika kami sudah di luar.
" Mmm..Aku pulang naik angkutan yang biasa lewat di depan," beber ku.
" Tapi ini udah malem banget, kamu yakin malem malem gini pulang sendiri naek angkutan umum,?
" Yakin lah, kan aku udah biasa pulang pergi naek angkutan.
" emang nya suami kamu ga jemput?" masa dia tega sih liat istri nya pulang malem-malem sendirian.
" Yaudah kamu hati-hati ya..sampai jumpa besok.aku duluan ya," pamit nya sambil melajukan motor nya.
aku balas dengan anggukan.
besok hari minggu aku di suruh lembur karena ada pesanan dalam jumlah banyak yang harus di siapkan, aku makin semangat seiring meningkat nya penjualan di toko.
Sambil menunggu angkutan lewat,aku duduk memandangi jalanan yang terlihat ramai walaupun malam sudah semakin larut.
setelah beberapa menit menunggu tapi tidak ada satu pun angkutan yang lewat. waktu sudah menunjukan hampir jam 10 malam.Dengan langkah gontai aku melangkah menyusuri pinggir jalan, siapa tahu sambil jalan nanti angkutan nya lewat, pikir ku.
baru beberapa langkah tiba-tiba ada motor berhenti tepat di samping ku. dengan perasaan takut aku menoleh sekilas lalu aku lanjut kan melangkah. motor yang berhenti tadi mengikuti ku lalu membuka helm nya. sesaat aku seperti mengenali orang ini, tapi aku lupa siapa.
__ADS_1
" indah, ayo saya antar pulang. ini sudah malam, angkutan umum kalau malam minggu beroperasi hanya sampai jam 9 malam saja. kamu nggak mungkin kan pulang jalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh? " ucap nya.
masih dengan wajah bingung karena dia tahu nama ku, aku pun mendekat.
" Maaf, anda ini siapa ya?" kenapa bisa tahu nama saya? " tanya ku.
" Kamu lupa siapa saya?" saya adi teman kantor nya reza, suami kamu.kan dulu beberapa kali saya pernah datang ke rumah kalian.apa kamu sudah ingat?" tanya nya dengan senyum mengembang.
" Oh iya mas adi,maaf saya benar-benar lupa, pantas saja tadi sekilas saya seperti kenal tapi lupa siapa.
" oke nggak apa-apa.jadi bagaimana?"boleh kan saya antar kamu pulang?"
" Mmm... gimana ya mas, saya nggak enak, lagi pula saya takut ngerepotin mas adi.nggak apa apa mas saya jalan ka... "
belum sempat aku melanjutkan ucapan ku, mas Adi langsung memotong.
" Takut ngerepotin aku apa takut sama reza?" balas nya.
Seketika aku diam, aku sendiri bingung. ini sudah hampir larut malam, kalau aku berjalan kaki sampai rumah bisa 1 jam lebih,dan jalanan yang aku lalui pun sering terjadi kejahatan.
Tapi kalau aku ikut mas Adi, aku juga tak enak takut malah merepotkan.dan pasti kalau mas reza tahu akan marah.
masih dengan wajah kebingungan, tiba tiba mas Adi menarik ku menuju motor nya.
" Udah jangan kelamaan mikir, nanti yang ada malah nggak pulang-pulang," gurau nya.
dengan perasaan kikuk, akhir nya aku pun bersedia di antarkan pulang. semoga saja jika nanti ada yang melihat ku berboncengan dengan pria lain, tidak ada salah paham. batin ku.
__ADS_1
Selama di perjalanan tidak ada yang membuka suara.kami saling diam.