Firasat

Firasat
Bab 22 Talak


__ADS_3

lalu mas reza menghampiri ku.


Plakk


" Berani sekali kamu berbicara seperti itu pada ibu ku. dasar istri kurang aj*r! bentak nya seraya melayangkan tamparan keras di wajah ku. aku terkejut karena baru kali ini mas reza berani menampar ku.


" Kenapa kamu marah mas?! memang benar kan apa yang aku katakan?! kalian pikir, aku pembantu kalian??! aku memang miskin dan kampungan, tapi aku bukan perempuan bodoh yang bisa kalian manfaatkan dan hina-hina sesuka kalian. selama ini aku sudah cukup sabar dan diam ketika kalian hina dan injak-injak, tapi aku juga manusia yang punya hati dan perasaan.! dengan deraian air mata aku memegangi pipi ku yang terasa panas.


" Tampar lagi mas biar mulut nya diam, lama-lama makin kurang ajar nanti dia." rena mengompori mas reza.


" Diam kamu anak kecil.! kamu juga masih kecil bukan nya sekolah yang bener malah ngurusin urusan orang gede.! bentak ku pada rena.


Plakkk


" Kamu yang diam.! sekarang kamu sudah berani melawan ku.! dasar istri durhaka!" mas reza menampar ku untuk ke dua kali nya. Pipi ku makin terasa panas.


" Memang dasar orang miskin, kampungan.! tidak tahu sopan santun, rasa kan tuh.! cibir mertua di iringi senyum menyeringai adik ipar ku.


" Udah lah za lebih baik kamu ceraikan dan usir aja dia dari sini, dari pada kamu menampung benalu. bisa nya cuma nyusahin.! sahut ibu mertua


" Oke.! aku akan keluar dari rumah neraka ini. kalian kira aku betah tinggal di sini?! silahkan cari pengganti ku yang bisa kalian jadikan budak dan sapi perah, aku yakin tidak akan ada yang sanggup.! tantang ku dengan linangan air mata.


" Dan kamu mas, sekarang juga cepat kamu ceraikan aku" ucap ku sambil merogoh HP dan menyalakan rekaman suara tanpa mereka sadari.


" Ehhhh sok sok an nantangin,kayak mampu aja dia, paling keluar dari sini jadi gembel. biarin aja za kita lihat nanti. paling nanti dia akan datang lagi ke sini bertekuk lutut memohon-mohon supaya kamu menerima dia lagi." dengan PD nya mertua berucap.


" Oke aku ceraikan kamu sekarang juga! ucap nya lalu mengucapkan talak padaku yang berhasil aku rekam, aku hanya jaga-jaga sebagai bukti, siapa tahu nanti aku membutuhkan nya.


" Dan aku tunggu surat cerai mu dari pengadilan,! ucap ku


" Kamu urus aja sendiri, untuk apa aku harus repot-repot keluar uang buat ngurusin hal tidak penting.kamu yang meminta cerai, berarti kamu yang harus mengurus semua nya. aku tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun untuk urusan perceraian ini.!

__ADS_1


" Udah kamu pergi sana nggak usah lama-lama di sini, lagi pula tidak ada yang menahan mu di sini. bikin mood ku buruk aja.! lanjut ibu mertua


aku bergegas melangkah ke kamar untuk mengemasi barang-barang ku. setelah selesai aku langsung berjalan menuju pintu tanpa menoleh dan berpamitan pada mereka.


" Ingat ya jangan pernah kembali lagi ke sini.! teriak ibu mertua.


" Dan jangan lupa urus surat cerai, aku tunggu.! mas reza menimpali.


aku terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan mereka, air mata ku terus saja mengalir.bersyukur jalanan depan rumah sunyi, jadi tidak ada yang melihat ku. sekarang aku sudah keluar dari pekarangan rumah menuju jalanan sambil menggeret koper.


Ketika sampai di belokan jalan tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti di depan ku.


aku tak menghiraukan nya, aku terus melangkah melewati mobil itu. terdengar suara klakson. aku terus berjalan sambil menuduk, tiba-tiba sebuah suara memanggil nama ku.


" Indah..!! tunggu..!!!


Buru-buru aku menghapus air mata yang masih saja keluar tanpa bisa ku tahan.


aku hanya diam tidak bisa menjawab, air mata ini masih saja mengalir.dada ku sesak sehingga sulit untuk berbicara.


Mas adi menatap ku lekat.lalu mengangkat koper ku dan membawa nya ke mobil.


" Ikut lah dengan ku." lalu dia menuntun ku dan membuka kan pintu mobil.


aku yang sedang tak bisa berpikir dan juga bingung hanya mengikuti saja.


" Kalau kamu masih belum bisa cerita sekarang, nggak apa-apa.kamu tenangkan pikiran mu dulu.nanti kalau udah tenang, kamu bisa cerita."


" Sebenarnya tadi aku hendak mampir ke rumah reza setelah ada urusan dekat sini, sekalian aku ingin mengantarkan berkas.tapi ternyata malah ketemu kamu di jalan. jujur aku kaget lihat keadaan kamu seperti ini. aku nggak tahu apa yang terjadi sama kamu, semoga setelah tenang nanti kamu mau bercerita. tapi untung tadi aku kepikiran untuk mampir ke rumah reza, kalau nggak, mungkin aku nggak akan ketemu kamu dalam keadaan seperti ini."


" Kamu tenang saja, aku nggak akan kasih tahu reza tentang apapun mengenai kamu. atau pun keberadaan mu saat ini. kamu bisa percaya sama aku. apa sebaik nya sekarang aku membawa mu ke rumah sakit dulu untuk mengobati wajah mu.? tanya nya

__ADS_1


aku menggeleng, air mata ku sudah berhenti. tapi aku masih belum bisa bercerita karena dada ku terasa sesak menahan sakit, mulut ku seperti tercekat untuk berbicara.


" Baik lah kalau begitu kamu ke rumah ku dulu, di sana ada bibi. nanti kamu bisa di bantu bibi untuk mengobati luka di wajah mu."


aku hanya mengangguk.


Tidak lama kemudian kami sampai di rumah yang lumayan besar, dengan pekarangan yang luas di kelilingi tanaman. rumah nya tampak asri dan terlihat sejuk. membuat nyaman yang menempati nya.


mas Adi turun dari mobil, lalu membuka kan pintu dan mengajak ku untuk turun.


" Ini rumah ku, sekarang kita masuk dulu ke dalam. koper mu biar aku yang bawa kan."ucap nya


aku berjalan di belakang mas Adi. setelah masuk ke rumah, mas Adi menyuruh ku duduk di ruang tamu. lalu dia memanggil seseorang.


" Bi sumi..! teriak nya


tak lama datang wanita tidak terlalu tua, juga tidak muda. usia nya sekitar 40 tahunan.


" iya mas, ada apa,? tanya nya


" tolong ambilkan air hangat sama sapu tangan ya bi, nanti bibi tolong bantu kompres dan obati luka nya."


" Baik mas," sahut bi sumi.


tak lama wanita yang di panggil bi sumi datang dengan membawa air hangat yang di minta.


" indah, kamu di obati bi sumi dulu ya. aku mau ke kamar dulu sebentar." pamit nya yang ku respon hanya dengan anggukan saja.


" Sini mba,biar saya kompres dan bersih kan dulu luka nya sebelum di obatin."


aku hanya meringis ketika bi sumi membersihkan luka ku. rasanya perih sekali. lalu dia mengambil obat luka dan mengoleskan nya.

__ADS_1


__ADS_2