Firasat

Firasat
Bab 4 cibiran mertua


__ADS_3

Deru suara mesin motor membuyarkan lamunanku,ku lihat jam menunjukan pukul 11 malam.tak terasa sudah 1 jam lebih aku merenung sendiri di dalam kamar.


Entah kenapa tiba-tiba aku rindu kampung halaman,sudah 2 tahun semenjak menikah dengan mas Reza aku tidak pernah pulang ke kampung halaman.setiap aku ajak pulang kampung mas Reza selalu menolak dan banyak sekali alasan nya.aku hanya bisa diam dan mengalah.


Aku bergegas keluar kamar menuju pintu teras.ku lihat mas Reza turun dari motor lalu melangkah masuk.wajah nya terlihat kusut,membuat ku enggan untuk bertanya kenapa sampai larut malam begini baru pulang.


Tanpa bicara mas Reza melenggang ke dalam kamar,aku pun menyusul hendak tidur karena mata sudah mulai berat.


***


Pagi ini aku terbangun karena mendengar suara gaduh di luar. segera ku langkah kan kaki keluar kamar. belum sempat kaki melangkah menuju suara gaduh,tiba tiba sindiran pedas langsung menghujam.


" Ya ampun istri macam apa jam segini baru bangun, boro-boro nyiapin sarapan buat suami,iler nya aja masih nempel tuh di bantal!" Cibir mertua ku di iringi senyuman sinis dari rena adik ipar ku yang sambil memainkan gawai nya, sedangkan reva adik bungsu mas reza sedang duduk sambil melihat ke arah ku.


Aku yang masih belum sepenuh nya sadar karena baru bangun tidur hanya bisa menghela nafas.pagi pagi baru bangun tidur sudah di hujani cibiran,membuat dada ku serasa sesak.


pagi ini aku sedang tidak sholat jadi bangun agak siang dari biasa nya.dan kebetulan hari ini adalah hari Minggu aku dan mas reza libur kerja.tak di sangka ternyata pagi-pagi mertua dan adik ipar sudah datang berkunjung.


Selang beberapa menit kemudian mas Reza muncul dan langsung melangkah ke dapur.


" Dari tadi kamu ngapain aja, ?kenapa udah jam segini masih belum ada sarapan?! aku terperangah mendengar suara nyaring mas Reza di dapur.dengan perasaan takut aku menghampiri tapi tak berani menatap wajah mas Reza yang terlihat kesal

__ADS_1


" Maaf mas, sarapan nya belum siap karena biasa nya kalau hari libur kamu kan bangun nya siang," sahut ku.dengan wajah kesal nya mas Reza diam menatap ku dengan menahan amarah.


" Tuh kamu lihat istri mu, memang dasar bodoh. harus nya pagi-pagi itu sarapan harus udah siap di meja makan,jadi saat anakku ingin makan jam berapa pun nggak sampai kelaparan kayak gini !" cerocos ibu mertua.reva langsung bangun menghampiri ibu mertua untuk menenangkan.


" Udahlah Bu dari pada kita jengkel lebih baik kita berangkat sekarang aja yuk.,ngapain lama-lama di sini buang-buang waktu aja." sahut rena adik ipar ku dengan mendelik.


" Ya udah ayo kita berangkat, nanti kita terlambat. perjalanan kan lumayan jauh. untung kita mau pergi ke hajatan orang kaya.jadi nanti di sana bisa makan enak sepuas nya.dari pada di sini,boro-boro mau numpang sarapan,yang ada malah di suguhin penyakit darah tinggi !" gumam mertua ku.


" Loh.. mba indah nggak ikut,? tanya reva adik bungsu mas reza sambil menatap ku.


" Kamu ngapain sih ngajak orang kampungan, yang ada nanti di sana malu-maluin kita." sahut ibu mertua.


Lalu mereka pun berjalan keluar rumah.


" Mas, emang nya kamu mau pergi kemana pagi-pagi gini?" kenapa kamu nggak bilang dari semalam,kalau aku tahu dari semalam pasti aku akan siapin sarapan lebih awal." ucap ku.


" Harus nya tanpa aku bilang pun, kamu mengerti tugas mu sebagai istri. kamu lihat gara gara kamu ibu dan adik-adikku kelaparan !" ketus mas Reza tanpa memberitahu ku hendak pergi kemana.


" memang nya kamu mau pergi kemana mas?" kenapa nggak ngajak aku juga?" kan hari ini aku juga libur kerja." balas ku


" Kamu nggak perlu tahu aku mau kemana,aku mau pergi kemana pun nggak ada urusan nya sama kamu! apa kamu bilang, kenapa aku nggak ngajak kamu,? kamu lihat aja penampilan mu kayak apa, yang ada malah bikin aku malu.! ucap mas Reza sambil melangkah keluar.

__ADS_1


mata ku terasa panas mendengar ucapan mas reza dan juga mertua ku. tak terasa air mata ku jatuh tanpa bisa di tahan.entah apa salah ku sehingga mereka berubah dan bersikap seperti ini terhadap ku.padahal dulu mereka sangat baik dan begitu menyayangi ku.tapi beberapa bulan belakangan ini sikap mereka semua berubah.


Setelah kejadian tadi rasa nya aku malas untuk melakukan apapun.di saat seperti ini perasaan ku semakin rindu dengan kedua orang tua ku,aku rindu kampung halaman ku.dulu sebelum menikah,aku selalu pulang 3 bulan sekali untuk mengunjungi rumah ku sekaligus mengunjungi Bu nyai dan pak nur.tapi setelah menikah aku tidak pernah pulang ke kampung halaman ku lagi.


dengan air mata yang terus saja mengalir, aku memeluk foto kedua orang tua ku.


Hari sudah siang,tapi mas Reza masih belum juga pulang.aku sudah memasak menu ikan kesukaan nya,sambil menunggu aku mengambil gawai ku mencoba untuk menelepon Bu nyai lagi.karena sudah beberapa bulan ini nomor nya tidak bisa di hubungi.


Dengan perasaan gelisah,aku terus mencoba berulang kali,tapi hasil nya tetap nihil.nomor nya masih tidak bisa di hubungi.


selang beberapa jam akhir nya mas Reza pulang di iringi ibu mertua,rena dan juga reva.aku pun segera membuka kan pintu.tanpa mengucapkan salam,mereka langsung menerobos masuk melewati ku.


reva yang masuk paling belakang tersenyum dan menyalami ku. dia memang anak baik walaupun masih duduk di kelas 1 SMP.


Lalu aku pun menyusul mereka ke dalam.


" Mas,aku udah masak ikan kesukaan mu.mau makan sekarang apa nanti?" biar aku siap kan." tawar ku.


Tanpa menjawab pertanyaan ku,mas Reza mengajak ibu dan adik-adiknya untuk makan bersama.dengan perasaan kesal,aku hanya bisa mengelus dada.


Dengan cepat mereka langsung duduk di meja makan lalu mengambil piring,dan dengan lahap nya mereka makan sampai menghabiskan lauk yang ada di meja,reva yang melihat itu hanya menatap ku penuh iba.

__ADS_1


mereka tidak memikirkan perut orang lain.padahal di sini ada aku yang menahan lapar karena menunggu mas Reza pulang.jangankan sepotong ikan bahkan sayur tumis yang aku hidangkan di meja tak tersisa sedikit pun.bukan kah mereka habis makan di tempat hajatan seperti yang ibu bilang tadi pagi.


Dengan perasaan sedih,aku mengambil nasi yang masih tersisa sedikit.lalu melangkah ke dapur untuk mengambil garam.aku makan menyendiri di pojok dapur dengan menu se adanya.dengan berlinangan air mata,aku paksa kan menelan nasi walau rasanya seperti tertahan di tenggorokan.perut ku harus di isi makanan,karena aku tidak mau sampai sakit.kalau aku sakit siapa yang akan merawat ku.batin ku


__ADS_2