
setengah jam kemudian kami pun sampai di rumah.lalu aku segera turun dari motor.
" Makasih banyak ya mas udah mau nganterin saya pulang,maaf saya nggak bisa ngajak mampir soalnya udah malem.dan kayak nya mas reza juga belum pulang. saya masuk dulu ya mas," ucap ku.
" Iya nggak apa-apa,saya ngerti kok. kalau gitu saya pulang dulu." ucap nya lalu melajukan motor nya.
aku langsung buru-buru membuka pintu karena takut jika di lihat tetangga, aku tidak mau jadi fitnah karena malam malam berbincang dengan pria lain sedangkan status ku sudah bersuami.
Mas Adi pun menganggukan kepala sambil tersenyum, lalu berpamitan.
segera ku buka pintu lalu melangkah masuk, melihat keadaan rumah sunyi dan tak ada motor mas reza di halaman rumah, aku yakin mas reza belum pulang.entah kemana sudah larut malam begini belum pulang. padahal jam pulang kantor kalau sabtu setengah hari.
ku langkahkan kaki menuju kamar, lalu bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
selesai mandi perut ku yang sudah keroncongan minta segera di isi.ku buka lemari makan masih ada sisa satu telur, gegas aku goreng lalu menyendok nasi. selesai makan aku duduk di ruang tamu.sambil nunggu mas reza, ku kirim kan pesan.
" Mas,kamu lagi dimana?" kenapa belum pulang?"
pesan sudah terkirim, menunggu sekian detik, menit bahkan setengah jam berlalu tapi tidak ada balasan dari mas reza.
ku coba hubungi tapi tidak di angkat.
__ADS_1
ku lihat jarum jam sudah di angka setengah dua belas, ku putuskan tidur lebih dulu. biar lah mas reza buka pintu sendiri, toh dia bawa kunci cadangan.pikir ku
baru saja hendak merebahkan diri di kasur, terdengar deru motor mas reza di luar rumah. ku langkah kan kaki menuju pintu,tak lama mas reza melangkah masuk. baru saja aku hendak meraih tangan mas reza dan ingin mencium punggung tangan nya,mas reza langsung menghempaskan lengan ku.ku tutup pintu lalu mengekor di belakang mas reza.
" kamu dari mana aja sih mas,? aku kirim pesan tidak ada satu pun kamu balas.dari tadi aku nungguin kamu pulang,aku khawatir takut ada apa-apa sama kamu mas," tanya ku pelan membuat langkah mas reza terhenti.
" Siapa suruh kamu nungguin aku, aku kemana itu bukan urusan kamu! apa kamu tahu, sejujur nya aku bosan di rumah. apalagi liat kamu kaya gini! tiap hari suami pulang kerja,sambutan mu selalu seperti ini.suami mana yang betah liat penampilan istri nya yang tiap hari dasteran lusuh, muka kusam, dan nggak bisa merawat diri."
" kamu liat tuh penampilan temen-temen perempuan di kantor ku, bersih, wangi, cantik, modis lagi.sedangkan kamu, bau badan mu aja apek. dari pada mata ku sakit mandangin kamu yang nggak ada bagus-bagus nya, lebih baik aku cari hiburan di luar sana liat yang bening-bening! jadi jangan salahin aku, kalau aku jadi malas dan nggak betah di rumah!
dengan lancar nya dia berucap tanpa memikir kan perasaan ku.
" Harus nya kamu bersyukur mas se nggak nya kita nggak kelaparan, bersyukur aku nggak pernah nuntut apapun dari kamu. bahkan nafkah yang kamu kasih aja itu jauh dari kata cukup, tapi aku diam dan nerima mas. aku juga nggak pernah minta ini itu dari kamu.
bahkan aku juga rela gaji ku habis nggak pernah sisa karena buat menutupi kebutuhan kita!dengan suara bergetar ku keluarkan semua unek unek, air mata yang sedari tadi ku tahan akhir nya luruh juga. entah keberanian dari mana aku berbicara lantang pada suami ku. selama ini apapun yang mas reza ucap kan, bagaimana pun perlakuan nya dan keluarga nya padaku,aku selalu diam dan menerima.
mungkin karena hati ini sudah terlalu sakit menahan sesak di dada, jadi meledak lah emosi ku malam ini.
masih dalam tangis, ku lanjutkan unek unek ku yang mengganjal selama ini. biar lah sekalian semua nya aku tumpah kan malam ini.
" Sebagai istri, aku kurang baik apa mas sama kamu? sama keluarga mu? gaji mu kamu berikan sama ibu, sama adik adik mu,aku nggak pernah larang. selama ini aku tahu semuanya tapi aku diam.dan aku pun nggak pernah protes. walaupun aku tahu kalau sebenarnya ibu tidak kekurangan apalagi dalam hal kebutuhan dapur, karena uang pensiunan ayah mu lebih dari cukup. tapi aku paham bahwa anak laki laki sampai kapan pun milik ibu nya. tapi apa kamu sudah melakukan kewajiban mu sebagai suami untuk menafkahi istri?! apa kamu sudah mensejahterakan istri mu?
__ADS_1
" Aku kerja dari pagi pulang malam demi membantu mu dalam mencari nafkah, tapi tidak pernah sedikit pun kamu hargai mas, aku seperti nggak di anggap di sini. salah ku apa mas sama kamu?" ucap ku dengan suara parau.
" Udah drama nya?!
" kamu nanya salah mu apa, hah? salah mu itu banyak. kamu sebagai istri ngga bisa membahagiakan suami, dan kamu sebagai istri tidak tahu Terima kasih.kamu itu hanya gadis miskin yang beruntung aku nikahi, padahal di luar sana masih banyak wanita cantik dan kaya yang ngejar ngejar. tapi ternyata aku salah pilih."
" Dan untuk masalah gaji ku, terserah aku mau kasih ke siapa pun, kamu ga berhak ikut campur. untuk nafkah yang aku kasih ke kamu pun, itu bukan nggak cukup tapi kamu yang nggak becus mengatur keuangan.kamu itu istri yang nggak bersyukur dan nggak ber guna! " denger ya, mulai sekarang jangan pernah ikut campur urusan ku, kamu urus saja dirimu sendiri agar lebih enak di pandang mata." ejek nya seraya tersenyum sinis.
lalu dengan santai nya dia melangkah ke kamar, meninggalkan ku yang masih terisak menahan sedih yang teramat.
Dada ini semakin sesak, tak menyangka pernikahan ku akan seperti ini. aku harus semangat, aku tidak boleh cengeng. tapi semakin aku menyemangati diri sendiri, air mata ini semakin deras. Ya Tuhan... sampai kapan aku bertahan.
**
drrttt... drrttt... drrttt...
Aku terperanjat, suara getaran alarm dari handphone yang aku simpan di bawah bantal menggetarkan telinga ku. ternyata ini masih jam 5 pagi, dengan kepala yang sedikit berat akibat menangis semalaman aku langkah kan kaki menuju kamar mandi.
lekas ku ambil wudhu untuk sholat subuh. ku lirik mas reza yang masih tertidur pulas, aku tak berani membangunkan nya walau untuk sekedar sholat berjamaah.
setelah selesai sholat, ku lipat mukena.ketika hendak meletakkan mukena di atas meja terdengar bunyi notif dari gawai mas reza yang di letakan di sebelah meja mukena karena sedang di charge.
__ADS_1