Firasat

Firasat
Bab 19 kenalan dengan selingkuhan suami


__ADS_3

Kami sudah selesai makan, setelah perut kenyang kami pun keluar dari mall. sekarang sudah hampir jam 7 malam, tak terasa aku sudah menghabiskan waktu seharian untuk ber jalan-jalan.


Lalu kami bergegas menuju parkiran motor dan langsung melaju keluar parkiran.perjalanan hanya memakan waktu setengah jam.


setiba nya di depan rumah mertua, terlihat motor mas reza yang sedang terparkir di sana. lalu aku segera turun dari motor Rahma.


" indah, Ingat ya nanti kamu di sana jangan lemah, kamu harus berani melawan ucapan mereka terutama si pelakor itu. jangan tunjukin air mata mu di depan mereka.. hadapi mereka dengan tenang." Rahma mengingat kan sebelum aku masuk ke dalam.


" oke siap bos, kalau gitu aku masuk dulu ya. makasih kamu udah mau nganterin aku. kamu hati-hati di jalan ya." ucap ku sambil melambaikan tangan.


" iya sama-sama.. besok kamu ceritain ya kejadian hari ini. semoga sukses." Rahma mengangkat tangan nya menyemangati ku seraya tersenyum. aku mengangguk sambil melangkah menuju rumah mertua ku.


" Eh mba indah, kok mba bisa kesini,? mba kesini sama siapa,? terlihat reva sedang duduk di teras memainkan gawai nya, dan begitu melihat ku langsung beranjak dengan wajah sedikit panik.


" Mba di antar teman tadi sekalian lewat sini, dan mba lihat ada motor mas reza jadi berhenti di sini."


" Mmm.. terus sekarang mba mau masuk ke dalam.?


" iya mba mau masuk dulu., ada mas reza kan di dalam.? jawab ku santai seraya tersenyum pada reva, berbeda dengan nya yang terlihat sedikit panik. aku tahu pasti reva takut aku merasa sedih kalau tahu mas reza membawa perempuan lain.


" Tapi mba... "

__ADS_1


" kamu kenapa seperti orang bingung,? kamu sendiri ngapain di luar sendirian.?ya udah masuk yuk temenin mba." dengan berat akhir nya reva melangkah masuk bergandengan dengan ku.


" Assalamu'alaikum... " ucap ku. tak terdengar suara sahutan dari dalam mungkin karena mereka sedang asyik berbincang seraya sesekali terdengar suara tawa. lalu aku langsung melangkah masuk.


Mas reza sedikit terkejut melihat kedatangan ku,sejenak dia menatap ku tak berkedip tapi tatapan nya langsung di alihkan begitu mendapat lirikan dari tiara. terlihat wanita bernama tiara duduk di samping mas reza, dan di hadapan nya duduk mertua juga rena. mereka semua menoleh ke arah ku dengan tatapan tajam.


" kamu ngapain kesini,? tanya mertua ketus.


" tadi saya nggak sengaja lewat sini, terus melihat ada motor mas reza jadi saya mampir. memang nya kenapa bu,? mas reza kan suami saya, terus memang nya saya nggak boleh datang ke rumah mertua saya sendiri,? ucap ku santai sambil mendudukkan diri di sofa.


terlihat wanita selingkuhan nya mas reza terkejut mendengar ucapan ku. mungkin mas reza tak cerita kalau dia sudah menikah.


" tapi nggak ada yang ngundang kamu ke sini,! Dan nggak ada yang mengharapkan kedatangan mu di sini,!


" Kamu apa-apaan sih, ngapain kamu malam-malam ke sini,? lebih baik kamu sekarang pulang,! titah mas reza.


" Loh kalau aku pulang, kamu juga harus pulang dong mas. kan kita ini suami istri,masa pulang nya masing-masing.iya kan mba? ucap ku sambil tersenyum ke arah wanita yang bernama tiara.


" Oh iya kita belum kenalan ya mba, nama saya indah. saya istri nya mas reza. mba ini teman nya rena apa teman kerja nya mas reza ya? tanya ku seraya tersenyum.


wanita tadi semakin terlihat kesal dan sesekali melirik mas reza, seperti meminta penjelasan. lalu dia bangkit dan melangkah ke luar rumah dengan terburu-buru.mas reza pun ikut bangkit ingin mengejar nya.

__ADS_1


" kamu....! sebelum benar-benar melangkah, mas reza menunjuk ku dengan menggantungkan ucapan nya seraya menahan kesal, lalu berlari ke luar rumah. aku hanya tersenyum menanggapi nya.


" Dasar perempuan kampungan. baru merubah penampilan sedikit aja udah sombong, gaya nya kayak orang kaya.pasti duit dari reza tuh yang di pakai buat foya-foya.! sungut ibu mertua.


" Maaf ya bu memang sejak kapan mas reza kasih saya uang untuk merawat diri,? buat perut aja pelit nggak mau ngeluarin uang, apalagi buat merubah penampilan istri nya." jawab ku dengan santai.


" Eh kamu tuh mau di rubah kaya apapun tetap aja kampungan. beda kelas tuh sama perempuan yang kamu lihat tadi. dia cantik, putih mulus, dan modis,serasi sama anakku. jauh kelas sama kamu bagai langit dan bumi.! ejek ibu mertua.


" Awas ya kalau sampai wanita tadi nggak jadi menantu ku, itu berarti salah kamu. gara-gara kedatangan mu jadi kacau semuanya.!


" Oh jadi wanita yang ibu bilang cantik dan modis itu calon menantu baru ibu..? semoga aja nanti kalau udah jadi seorang istri nggak ngabisin uang suami buat perawatan, soalnya cantik itu kan butuh modal.! timpal ku.


"beda sama saya bu., gimana mau cantik, suami nya pelit nggak mau modalin." ejek ku seraya tersenyum. wajah ibu mertua terlihat kesal.


" dasar orang miskin, lihat aja nanti pasti reza akan menceraikan kamu. jadi istri kok nggak ada yang bisa di banggain."


" Saya juga udah nggak sabar bu menunggu mas reza menceraikan saya. tapi saya nggak yakin sih kalau mas reza nanti akan menceraikan saya, soalnya nanti kalau mas reza cerai sama saya, di rumah nggak ada yang masakin, nggak ada yang nyuciin, nggak ada yang bersihin rumah juga. lumayan kan gratis daripada bayar mahal pembantu." sindir ku dengan senyum menyeringai.


" Anakku pasti akan dapat ganti nya yang lebih dari kamu. udah pasti yang bisa melayani suami dengan baik. bukan istri malas kayak kamu, belum ada anak aja udah malas dan sok sibuk, apalagi kalau udah punya anak bisa-bisa anakku makin nggak terurus."


" Baiklah ibu mertua.. kita lihat aja nanti.kalau begitu saya permisi dulu karena saya udah nggak ada urusan lagi di sini." ucap ku santai sambil melangkah keluar. di depan rumah sudah tak ada motor mas reza, pasti dua orang itu saat ini sedang berdebat atau bahkan sedang memadu kasih. entah lah aku tak ingin memikirkan nya lagi. aku harus fokus pada hidup ku.

__ADS_1


***


__ADS_2