
setelah selesai makan kami pun kembali ke ruko dengan berjalan kaki karena letak nya hanya beberapa langkah saja. setelah sampai di ruko kami bersantai sebentar seraya berbincang-bincang.
" Oh ya ndah, seandai nya mantan suami dan mantan mertua mu tahu kelakuan si rena itu, gimana reaksi mereka ya,? tanya rina tiba-tiba.
" Entah lah." jawab ku. karena jujur aja aku malas sekali berhubungan dan berurusan dengan mereka, tapi aku heran kenapa selalu bertemu keluarga itu.
" Pasti mereka nggak nyangka ya, adik dan anak kesayangan nya yang selalu di bangga-banggain melakukan hal kotor dan menjijikkan." ucap rena kembali. Aku hanya tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan nya.
" Terus masalah perceraian kamu dengan reza kapan akan di urus,?biar nanti aku bantu mencarikan pengacara." tanya mas Adi.
" kalau sudah dapat pengacara nya, aku ingin segera mengurus nya. agar aku tidak berurusan lagi dengan mereka." sahut ku.
" Oke nanti aku cari info pengacara yang bisa membantu masalah mu." tutur nya lagi.
Setelah berbincang-bincang mas Adi dan rina pun pamit pulang. dan aku ikut mobil mereka untuk berhenti di depan toko roti sekalian berpamitan pada Rahma dan juga bu ina.
Setiba nya di depan toko roti, aku pun turun. sekilas aku melihat mobil yang ikut berhenti di belakang mobil yang kami kendarai. mobil itu rasa nya tidak asing, aku seperti pernah melihat nya. ketika aku sedang mencoba mengingat nya, terdengar bunyi klakson mobil mas Adi.
" Indah nanti malam aku ke ruko mu ya, aku akan menginap beberapa hari untuk menemani mu.sekarang aku pulang dulu untuk mengambil baju serta barang-barang ku." tutur rina. aku mengangguk senang karena aku ada yang menemani jadi tidak kesepian di ruko sebesar itu.
Aku pun melangkah menuju toko roti setelah mobil mas Adi melaju. aku lihat lagi mobil yang tadi ikut berhenti masih ada di sana.ku abaikan dan langsung masuk ke dalam toko, disana terlihat Rahma sedang duduk sendiri sambil memainkan gawai nya.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum." ucap ku memberikan salam. Rahma langsung menoleh dan terkejut melihat ku.
" Indahh.! kamu kok udah balik.? bukan nya cuti mu seminggu.? tanya nya heran seraya menatap ku.
" Iya ada hal yang harus aku urus jadi aku balik ke kota lebih cepat." jawab ku.
" Tunggu-tunggu.. kayak nya ada yang beda dari penampilan kamu. baru beberapa hari ga ketemu aja udah kelihatan modis.wajah mu juga udah mulai kelihatan glowing." aku terkekeh mendengar celoteh nya.
" Ah kamu bisa aja, masih sama seperti kemarin kok. oh ya, aku kesini mau bicara sesuatu. tapi sebelum nya aku minta maaf kalau mendadak seperti ini. karena semua nya juga terjadi gitu aja, tanpa aku rencana kan sebelum nya." ucap ku merasa tak enak.
" Ada apa sih,? udah ngomong aja." tutur nya penasaran.
" Aku mau berhenti kerja dari toko roti..,"
" Bukan.. bukan karena itu. waktu aku pulang kampung kemarin, ada yang menawar rumah ku. karena aku lagi butuh uang untuk mengurus perceraian ku, jadi aku menjual nya. dan kebetulan juga jika aku tak menjual nya, tak ada yang merawat rumah ku di kampung. lalu hasil jual rumah itu sudah aku belikan ruko di kota ini yang akan aku gunakan untuk membuka usaha kecil-kecilan serta sebagai tempat tinggal ku." tutur ku panjang lebar.
" Oh jadi kamu sekarang mau berbisnis,? wahh hebat kamu. masih muda tapi pemikiran mu sangat matang, aku yakin pasti kamu akan jadi orang sukses. nanti kalau udah sukses jangan lupa sama aku ya." ledek nya membuat ku terkekeh dengan tingkah nya yang selalu membuat suasana ceria.
" Ngomong-ngomong tadi kamu bilang rumah mu nggak ada yang merawat kalau tak di jual,? bukan kah ada orang tua angkat mu yang merawat rumah mu selama ini,?
" Huhhh...kamu tahu,? ternyata selama ini mereka hanya berpura-pura baik padaku, aku baru tahu siapa mereka sebenarnya ketika pulang kemarin. mereka membawa kabur uang hasil jual rumah ku. "
__ADS_1
" Hahh,?? kamu serius.?? lalu uang mu hilang di curi mereka,??
" Untung nya aku masih di lindungi, uang yang mereka bawa kabur ternyata isi nya uang palsu. uang ku kembali dengan utuh berkat bantuan orang yang membeli rumah ku yang sengaja mengerjai mereka."
" Syukur lah kalau begitu, berarti kamu sekarang harus waspada. jangan terlalu percaya dengan siapa pun." ucap nya menasehati ku.
" Iya kamu benar, semua hal yang terjadi akan aku jadikan pelajaran supaya aku lebih hati-hati ke depan nya."
" Oh ya, kapan-kapan aku boleh kan main ke tempat mu,? tanya nya.
" Tentu aja, kamu wajib main ke tempat ku, bahkan kalau perlu kamu menginap menemani ku supaya aku nggak kesepian." sahut ku dengan senang hati.
" Oke siap bos..,hehehehe."
Setelah selesai berbincang dan berpamitan pada Rahma aku pun pulang, tak lupa aku pun sudah berpamitan dengan bu ina pemilik toko roti lewat sambungan telepon melalui gawai nya Rahma.
Ketika aku sedang berjalan kaki sembari menunggu angkutan umum, Tiba-tiba ada seorang pria yang mengikuti ku. wajah nya di tutupi masker dan menggunakan topi sehingga aku tidak bisa melihat wajah nya.aku sudah berkeringat dingin karena takut, ku lihat kanan kiri tak ada orang melintas mungkin karena ini masih jam kerja jadi kondisi di pinggir jalan tak seperti biasa nya.
Aku mempercepat langkah ku sembari memperhatikan jalanan siapa tahu angkutan yang aku tunggu lewat. karena ini bukan jalan raya besar jadi tak banyak kendaraan melintas di hari kerja, kecuali jam pulang kerja atau berangkat kerja baru terlihat ramai kendaraan yang melintas.
" Tunggu Nona, jangan lari.! teriak nya ketika langkah ku semakin cepat. dan laki-laki misterius itu pun melangkah semakin cepat mengikuti langkah ku. ketika sudah hampir dekat, laki-laki itu pun langsung menodongkan pisau ke arah ku.
__ADS_1
" Cepat berikan tas mu,! gertak nya.
" i..i-ya.. ta..ta-pi tolong turunkan pisau nya dulu." ucap ku terbata dengan wajah ketakutan. Tiba-tiba aku melihat ada wanita muda melintas di belakang laki-laki itu. aku berharap dia menoleh ke arah ku. sekian detik aku menunggu akhir nya wanita itu pun menoleh ke arah ku, lalu berhenti melangkah dan berdiri di belakang laki-laki itu seraya menatap ku heran.