Firasat

Firasat
Bab 37 Ternyata simpanan Om-om


__ADS_3

" Wooowww...indah ini sih keren banget,! aku juga mau tinggal di ruko kaya kamu. pasti berasa nginep di hotel deh, mana sebelah nya mall lagi. pasti aku bakal betah dan tiap hari bakal pergi nge mall.! ucap rina dengan penuh antusias ketika kami tiba di lantai atas.


" Kamu sudah belanja perabotan lengkap hanya dalam satu hari kemarin,? tanya mas Adi yang juga heran sekaligus kagum melihat isi dalam ruko yang aku beli.


" Bukan mas, sebenar nya perabotan ini milik pemilik ruko yang baru di beli nya beberapa bulan lalu. tapi karena beliau nggak mau mengangkut ke rumah nya jadi ruko ini di jual beserta isi nya." jawab ku.


" Kalau begitu aku bantu menyusun dan merapikan nya biar nanti kamu bisa langsung menggunakan nya."


" Yaudah mas kita rapi kan bareng-bareng aja kalau gitu, perabot nya kan banyak pasti lumayan lelah kalau harus ngerjain sendiri." lalu kami pun mulai menyusun dan merapikan semua nya.


Tak terasa waktu sudah jam 1 siang, kami pun selesai merapikan semua nya. sekarang waktu nya makan siang karena perut sudah keroncongan. kami pun memutuskan makan di dalam mall yang ada di dekat ruko.


" Kita makan di restoran itu aja yuk," ajak rina seraya menunjuk restoran yang ada di dekat kami. lalu kami bertiga melangkah memasuki restoran itu.


" Aku pesan ini aja, kalian mau pesan apa,? tanya nya lagi setelah duduk dan melihat daftar menu.


" Mas pesenin kaya kamu aja dek, mas tinggal ke toilet dulu." ucap mas Adi seraya bangkit dari duduk nya.

__ADS_1


" Yaudah kalau gitu aku juga samain aja pesenan nya kaya kalian." sahut ku.


Setelah memesan makanan, kami pun menunggu makanan tiba. lumayan lama menunggu karena memang jam makan siang jadi restoran sedikit ramai.


Ketika sedang menatap ke sekeliling, aku menangkap sosok seorang gadis yang sangat aku kenal. gadis itu sedang asik bergelayut manja bersama seorang lelaki dewasa dan sesekali laki-laki itu menyuapi gadis itu. gadis yang dulu berstatus sebagai adik ipar ku,ya..dia rena adik dari mas reza. aku sedikit terkejut karena tidak menyangka pergaulan gadis yang masih berseragam sekolah itu bisa sejauh ini. tapi aku tidak perduli karena aku sudah tidak ada urusan lagi dengan keluarga itu.


Diam-diam aku mengambil foto mereka tanpa mereka ketahui. aku tidak ada maksud apa-apa tapi untuk mengantisipasi keluarga benalu yang licik itu aku harus lebih cerdas agar mereka tidak menginjak injak harga diriku lagi. Tiba-tiba aku punya ide untuk membuat gadis yang selalu menghina ku itu tak punya muka di depan ku.


" Rin, coba kamu lihat gadis yang berseragam sekolah di ujung sana," tunjuk ku pada rina.


" Iya.. aku lihat kok. kenapa,? kamu heran ya lihat anak sekolah bermesraan dengan om-om di tempat umum,? di kota besar itu udah hal biasa, banyak anak sekolah jadi simpanan om-om.jadi kamu nggak usah heran. biasa nya yang begitu anak dari keluarga broken home atau anak yang banyak gaya tapi hidup pas-pasan jadi rela melakukan apapun demi bisa mendapatkan uang." tutur nya.


" Hahh.!! apa?! Jadi dia mantan adik ipar kamu,? ucap rina dengan nada terkejut dan nyaring sehingga mengundang perhatian orang-orang yang ada di dekat kami.


" Iya.. selama ini dia selalu menghina dan merendahkan ku. sekarang aku akan menghampiri nya pura-pura tak sengaja lewat. aku ingin tahu ekspresi nya ketika melihat ku memergoki perbuatan nya."


" Bagus itu ndah, aku dukung kamu.! kalau perlu kamu bikin dia malu sekalian.! kalau kamu butuh bantuan, dengan senang hati aku akan membantu mu mempermalukan nya di depan umum.! tutur rina berapi-api.

__ADS_1


" Nggak usah biar aku sendiri aja, aku nggak mau membuat keributan. aku hanya ingin memberi nya sedikit pelajaran." ucap ku lalu melangkah menuju meja tempat rena dan pria itu duduk.


" Hai rena, senang bisa ketemu kamu di sini." ucap ku berpura-pura manis seraya berdiri di hadapan nya dengan senyum mengembang,lalu rena menoleh dan seketika wajah nya terkejut ketika melihat ku.lalu buru-buru dia melepaskan tangan nya dari pria itu.


" Ngapain kamu di sini?! ganggu orang aja.! ketus nya.


" karena ini restoran, pasti nya aku ke sini mau makan. dan kamu sendiri ngapain di sini,? bukan nya anak sekolah jam segini ada nya di sekolahan ya bukan di mall,? lalu ibu dan kaka mu mana,?Mmm...kira-kira mereka tahu ngga ya kalau anak dan adik kesayangan nya ada di sini sama om.., maaf dengan om siapa,? tanya ku santai seraya tersenyum menoleh ke arah laki-laki tua itu.


" Dasar kampungan.! jangan pernah urusi urusan ku karena kamu bukan siapa-siapa aku,! urus aja hidup mu yang selalu bikin susah orang lain.!untung aja kaka ku udah ceraikan kamu.! nggak sudi aku punya kaka ipar kaya kamu.! nggak ada yang bisa di banggain, yang ada cuma bikin malu.! ketus nya dengan raut wajah merah dan kesal.


" Ayo om kita pergi dari sini,! di sini ada pengganggu.! ucap nya lagi dan langsung menarik tangan laki-laki itu membawa nya pergi. aku hanya geleng-geleng kepala melihat sikap nya.


" Gimana,? kamu berhasil bikin dia malu,? tanya rina ketika aku sudah duduk kembali di kursi ku.


" Iya.. dan tadi dia juga sempat menghina dan memaki ku karena tidak Terima aku mencampuri urusan nya. tapi aku sudah biasa dengan hinaan nya dan juga keluarga nya jadi aku nggak ambil pusing.justru hinaan mereka membuat ku semakin termotivasi untuk mencapai cita-cita ku agar bisa membungkam mulut-mulut mereka." ucap ku dengan tersenyum santai.


" Siapa yang kalian maksud,? tanya mas Adi yang baru muncul dari toilet dan langsung duduk di hadapan kami.

__ADS_1


" Itu loh mas, tadi ada adik nya mantan suami indah. dan mas tahu nggak,? adik nya si reza itu ternyata ada main sama om-om, padahal masih sekolah loh. berarti memang keluarga mereka pada nggak beres semua, untung kamu udah keluar dari rumah itu ndah." tutur rina. aku hanya tersenyum mendengar ucapan nya. tak lama pesanan kami pun datang, tak menunggu lama kami langsung menyantap nya karena memang sedari tadi kami sudah sangat lapar selepas merapikan ruko ku tadi.


__ADS_2