Firasat

Firasat
Bab 43 Jangan panggil aku wanita kampungan


__ADS_3

Setelah sampai di hadapan mereka, aku berdiri dan tersenyum seraya menatap wanita yang sedari tadi menatap ku heran. begitu pula dengan laki-laki yang ada di sebelah nya seperti terperangah ketika melihat ku dan menatap ku tanpa berkedip sedikit pun.dan semua laki-laki yang duduk bersama mereka pun menatap ku dengan senyuman antusias.


" Hai nona Tiara, apa kabar,?nggak nyangka ya kita bertemu lagi di sini.dan ternyata ingatan anda tajam juga ya..anda masih mengenali wanita kampungan seperti saya," ucap ku basa basi, aku sengaja menghampiri mereka untuk memberikan sedikit pelajaran karena mereka sering mempermalukan ku di hadapan umum. sekarang aku ingin membuat mereka malu di hadapan teman-teman nya.


" Jadi benar kamu si wanita kampungan itu,? tapi nggak mungkin,! kamu kan miskin mana mampu membeli barang-barang mahal dan perawatan segala,! cibir nya masih tak percaya.


" Memang nya aku harus menunjukan kekayaan ku sesungguhnya padamu,? tanya ku tersenyum miring.


" Yang jelas kekayaan ku hasil dari uang halal, bukan hasil merebut suami orang.! cetus ku dengan tatapan tajam, senyum di bibir ku pun tak pernah lepas.


" Maksud mu apa ngomong begitu?! lagi pula mana mungkin dalam sekejap kamu bisa berubah kayak gini kalau bukan jadi wanita.. "


" Wanita perebut suami orang seperti mu,? Wanita yang rela kehilangan harga diri nya hanya demi uang dan harta,? sahut ku memotong ucapan nya.


" Ehh denger ya,! Aku nggak merebut mas Reza, tapi mas Reza yang ngejar-ngejar aku,! lagi pula wajar lah mas Reza memilih aku, karena aku lebih cantik dan penampilan ku nggak malu-maluin kayak kamu.! atau jangan-jangan kamu menyesal ya bercerai dari mas Reza jadi kamu sengaja memfitnah ku?! maka nya jadi istri itu cerdas dikit biar suami nya nggak lirik perempuan lain.! gertak nya dengan sedikit lantang dan senyum menyeringai seolah merasa menang karena sudah berhasil membuat ku malu di hadapan teman-teman nya.


" Tunggu..tunggu..Jadi wanita cantik ini mantan istri kamu,Za?! Tapi kalau ada acara kantor kenapa kamu nggak pernah membawa nya.? tanya seoarang laki-laki yang duduk di hadapan mas Reza seolah tak percaya.mas Reza masih diam tak menjawab pertanyaan teman nya,begitu pun dengan Tiara yang tak menyahut nya. ku lirik sekilas wajah Tiara yang semakin cemberut mendengar ucapan laki-laki tadi. ku lanjutkan perdebatan ku dengan wanita pelakor itu.


"Oh jadi kamu merasa bangga sudah jadi perusak rumah tangga orang lain,? apa karena kamu memang nggak laku sama laki-laki single di luar sana,? ucap ku santai tapi penuh penekanan.


" Eh jaga ya mulut kamu.! kalau kamu nggak terima karena mas Reza sudah menceraikan kamu, jangan salahin aku.! tapi salahin diri kamu sendiri.! sungut nya lagi dengan wajah kesal nya.

__ADS_1


" Kamu kok diem aja sih mas nggak belain aku.!kamu nggak denger tuduhan mantan istri mu yang kampungan itu padaku,? ucap nya dengan rengekan manja nya pada Laki-laki yang ada di sebelah nya.terlihat wajah mas Reza seperti orang bingung.


Mas Reza masih diam tak berkata sepatah kata pun, matanya masih terpana menatap ku. tatapan nya tidak seperti dulu yang selalu menatap ku tajam penuh kebencian. tapi sekarang aku tidak perduli lagi karena saat ini aku sudah tidak ada rasa cinta sedikit pun.yang ada hanya rasa sakit karena penghianatan dan juga hinaan nya selama ini.


" Mas,! gertak Tiara seraya menepuk lengan mas Reza.


"I-iya.." sahut nya gagap.


" Kamu kok diam aja sih, kamu bilang donk sama mantan istri mu yang kampungan itu kalau aku bukan perebut suami orang.! kesal nya.


" kamu nggak perlu minta pembelaan, lagi pula aku malah berterima kasih karena berkat kamu aku bisa lepas dari kehidupan yang membuat ku seperti di neraka.dan satu lagi, aku sama sekali nggak menyesal berpisah dengan kekasih mu itu. justru aku kesini selain mau mengucapkan terima kasih,aku juga mau mengucapkan selamat berbahagia untuk mu. semoga hidup mu tidak seburuk yang aku alami." tutur ku seraya tersenyum. membuat mata mas Reza semakin menatap ku tajam.


" Apa ada masalah Nona,? tiba-tiba Sarah datang dan berdiri di samping ku.


" Nggak ada apa-apa kok.. yuk kita balik ke meja aja." ajak ku seraya menarik tangan Sarah.ketika hendak melangkah,aku berhenti sejenak dan membalikan badan.


" Oh ya nona Tiara yang terhormat,saya lupa satu hal lagi. jangan pernah panggil saya wanita kampungan atau miskin,kalau anda tidak mau saya panggil wanita murahan dan pelakor.! ucap ku tegas tanpa peduli dengan tatapan mereka aku melangkah meninggalkan meja mereka dan duduk kembali di kursi ku.


" Makasih ya Sar.. berkat kamu hari ini aku sangat senang sekali." ucap ku ketika kami sudah duduk.


" Terima kasah untuk apa,? tanya nya heran.

__ADS_1


" Berkat kamu, aku bisa membungkam mulut pelakor itu." ucap ku terkekeh.


" Pelakor,? maksudnya,? tanya nya semakin heran.


" Kamu lihat laki-laki yang sedang di rangkul wanita tadi,? ucap ku tanpa menoleh pada mereka.


" Iya tadi saya melihat nya. memang nya kenapa Nona,?


" Laki-laki itu mantan suami ku, dan wanita di sebelah nya tadi orang yang sudah merebut suami ku.tapi hari ini aku senang, karena berkat kamu aku bisa membalas hinaan mereka terhadap ku selama ini." ucap ku tersenyum senang. ternyata penampilan ku hari ini sangat membantu, tak sia-sia tadi aku mengikuti saran dari Sarah.


" Jadi Nona sudah menikah,? tanya Sarah terkejut.


" Iya aku udah menikah 2 tahun lalu, setahun pernikahan kami masih baik-baik aja, tapi setelah kehadiran mertua ku semua nya berubah dan di tambah lagi dengan kehadiran wanita itu. tapi semua nya udah berlalu, aku nggak menyesal dengan perpisahan ini. justru aku merasa terbebas, dan saat ini aku hanya ingin fokus pada usaha ku agar semakin maju. surat cerai di pengadilan pun sudah berjalan, sebentar lagi semua nya selesai." ucap ku santai.


" Permisi." seorang pelayan mengantarkan pesanan dan meletakkan nya di meja makan.


" Aku kan belum memesan, kenapa makanan nya udah datang,? ucap ku heran.


" Maaf..tadi saya yang memesan nya, karena saya lihat seperti nya anda sangat serius berbincang sedangkan waktu makan siang sudah lewat, saya takut anda sakit. karena saya tahu nya Nona suka makan ini jadi saya pesan kan makanan ini." sahut Sarah dengan wajah bersalah.


" Oh ya ampun kamu perhatian banget sih, sampe kepikiran pesenin makanan buat ku." ucap ku terharu. Ku lihat sekilas rombongan mas Reza telah selesai makan dan bangkit dari duduk hendak melangkah ke luar. mas Reza tak berhenti menatapku seraya berjalan di gandeng wanita selingkuhan nya. aku pura-pura tak melihat nya.

__ADS_1


__ADS_2