
" Mba, kalau bibi boleh tahu, ini terluka karena apa,? kok luka nya sampai kanan kiri begitu. tanya bi sumi dengan wajah iba.
" nggak apa-apa bi, hanya lagi ada sedikit masalah aja di rumah." jawab ku pelan.
Setelah bi sumi selesai membersihkan luka ku, mas Adi menghampiri.
" indah ayo kita sarapan dulu, biar kamu juga ada tenaga." ajak nya. sebenarnya aku ingin menolak karena tidak enak merepotkan tapi mas Adi sudah melangkah terlebih dahulu ke meja makan. lalu aku menyusul
di meja makan sudah terhidang menu makanan.
mas Adi mempersilahkan aku untuk duduk dan segera mengambilkan kan nasi beserta lauk nya. makanan yang di hidangkan terlihat lezat tapi aku tidak berselera. setelah kejadian tadi membuat ku tidak nafsu makan, rasanya sulit untuk menelan.
" Ayo di makan dulu, setelah ini kamu bisa beristirahat."
" Terima kasih mas." ucap ku
Dengan susah payah aku menelan, ku paksakan makanan itu masuk ke dalam perut ku.
setelah selesai, aku hendak merapikan meja makan tapi mas Adi melarang ku.
" nggak usah di rapi kan, biar bi sumi aja." titah nya
" Sebaik nya kamu sekarang istirahat dulu, aku akan antar kan kamu ke kamar tamu," aku mengangguk.
lalu kami melangkah dan mas adi menunjukan kamar tamu.
" sementara kamu istirahat dulu di sini, kalau butuh apa-apa bisa panggil aku atau bi sumi." tutur nya.
" Aku ada di ruangan sebelah kamar mu."
lalu dia membuka kan pintu dan mempersilakan aku masuk. setelah nya dia berlalu ke ruangan sebelah. lalu ku tutup pintu kamar.
aku rebah kan badan ku di kasur. hari ini terasa lelah sekali.
drrtt.. drttt.. drttt..
Tiba-tiba ada panggilan masuk. aku lihat ada nama Rahma yang tercantum di layar.
" Hallo Ma...
__ADS_1
" Hallo Indah..besok jadi kan kita ke mall,?
Aku diam.
" Hallo.. indah., kamu dengar aku kan.?
" Mmm.. Rahma maaf seperti nya besok aku nggak bisa pergi."
" Loh kenapa,? Kok suara kamu seperti habis nangis,? kamu nggak apa-apa kan.? tanya nya
" Akuu..." aku bingung mulai dari mana menjelaskan nya pada Rahma.
" Kamu kenapa,? coba cerita sama aku."
" Aku pergi dari rumah, Mas reza sudah menceraikan ku."
" Kamu serius??! lalu sekarang kamu dimana??!
" Aku di rumah mas Adi, teman kantor nya mas reza. tadi waktu aku keluar dari rumah, ketemu mas Adi di depan jalan. lalu dia membawa ku ke rumah nya."
" Tapi kamu baik-baik aja kan?"
" Aku baik-baik aja kok., kamu nggak usah khawatir."
lalu sambungan telepon pun berakhir.
badan ku terasa lelah, mata ku pun sudah sangat berat. ku pejamkan mata untuk menghilangkan lelah badan dan pikiran.
***
Pagi hari aku bangun, ku lihat jendela di luar masih gelap, ku lirik jam di dinding masih jam 5 pagi.gegas aku bangkit ke kamar mandi untuk melaksanakan sholat subuh.setelah selesai sholat pikiran ku jadi lebih tenang.di luar sudah terang karena jam sudah menunjukkan hampir jam 6 pagi.aku merasa jenuh di kamar, lebih baik aku ke taman depan rumah, seperti nya udara nya sangat sejuk.
lalu aku keluar kamar melangkah kan kaki menuju taman, aku duduk di kursi yang ada di dekat taman. pemandangan di sini membuat ku lebih rileks,sejenak semua masalah hilang. Suasana di sini tenang dan tidak bising kendaraan.aku sangat menikmati suasana di sini.
" ternyata kamu ada di sini,? suara bariton mengagetkan ku.
" Eh iya mas.. tadi aku jenuh di kamar. jadi aku keluar untuk melihat pemandangan di sini, taman nya bagus bikin betah yang memandang nya."
" Taman di sini ide nya mama, mama suka sekali dengan tanaman bunga. setiap mama kesini pasti selalu menghabiskan waktu nya untuk merawat tanaman-tanaman ini." tutur nya
__ADS_1
" Apa perasaan mu sudah lebih baik,? kalau kamu ingin bercerita, aku akan jadi pendengar yang baik.dan kalau sekira nya ada hal yang bisa aku bantu, akan aku lakukan.tapi kalau kamu tidak berkenan bercerita, mungkin kamu tidak mempercayai ku dan menganggap aku orang asing, tak masalah."
" Tapi jujur, selama ini aku juga tidak mendukung dengan kelakuan reza, sebagai teman aku hanya bisa menasehati nya, tapi seperti nya nasehat ku tidak penting di mata nya."
aku langsung menoleh pada nya, lalu langsung ku alihkan lagi pandangan ku. mas Adi memang terlihat baik, mungkin tidak ada salah nya aku bercerita pada nya.
" Aku udah bercerai dengan mas reza." sahut ku.
mas Adi langsung menatap ku sesaat.
" karena wanita lain,? tanya nya.
" Iya seperti yang mas Adi tahu, wanita bernama tiara." timpal ku
" Sudah berapa lama kamu mengetahui nya,?
" Kecurigaan ku sudah lama ketika mas reza sering pulang larut malam dan ketika ada pesan mesra masuk ke handphone nya, tapi aku tidak mau berpikir terlalu jauh,semua kecurigaan aku tepis. tapi ketika aku tak sengaja mendengar percakapan kalian saat makan siang di rumah makan dekat hotel xxx, aku baru percaya kalau semua itu benar."
" Jadi saat itu kamu mendengar nya? tanya nya.
" Iya saat itu aku selesai mengantarkan pesanan roti ke hotel xxx dan sedang menunggu ojek hendak kembali ke toko roti.lalu aku melihat kalian sedang makan siang, dan tak sengaja mendengar semua percakapan kalian."
" Tapi bukan hanya itu aja penyebab nya, mas reza malu mempunyai istri seperti ku. dia malu mengajakku kemana pun karena penampilan ku yang kampungan." ucap ku tersenyum kecut.
Mas Adi terdiam.
" Apa luka mu juga karena perbuatan reza,?
" Ya..Dia menampar ku karena aku membela diri atas ucapan dan hinaan mereka termasuk ibu dan adik nya. selama ini aku diam ketika mereka menghina dan menginjak-injak harga diriku, tapi hari ini kesabaran ku habis."
" Lalu sekarang apa rencana mu,? tanya mas Adi.
" aku akan fokus bekerja mencari uang untuk mengurus perceraian ku ke pengadilan. karena mas reza tidak mau mengeluarkan uang sepeser pun untuk mengurus perceraian kami."
" Apa kamu sudah yakin dengan semua keputusan mu,?
" Aku sangat yakin, untuk apa aku masih mengharapkan laki-laki yang tidak bertanggung jawab dan tidak menginginkan ku, keluarga nya pun tidak menyukai ku.bahkan mas reza sudah berselingkuh dengan wanita lain. untuk saat ini lebih baik aku fokus pada diriku sendiri."
" Oh ya..apa mas Adi tahu berapa biaya mengurus perceraian ke pengadilan?"
__ADS_1
" Aku tidak tahu tapi nanti akan aku cari tahu."
" Terima kasih banyak mas, maaf merepotkan."