
Dia menahan kaki ku, dan dia mulai memijat nya dengan lembut. aku yang tadi nya meringis kesakitan, mulai sedikit tenang. semakin lama pijatan nya semakin membuat ku nyaman, dan sakit di kaki ku pun mulai berkurang. sesekali aku mencuri-curi pandang ke wajah nya karena takut ketahuan seperti tadi kalau aku menatap nya. sambil menikmati pijatan nya aku mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan ini. ketika menoleh ke depan aku membeku karena wajah pak Dirgantara sudah berada tepat di depan wajah ku. dengan tegang aku mencoba menggeser duduk ku untuk mundur dengan posisi kaki ku masih berada di atas paha nya.
Semakin aku mundur, dia pun semakin maju. dan sekarang posisi badan ku sudah buntu di senderan sofa dan tak bisa menghindar lagi. wajah nya dan wajah ku saat ini hanya berjarak beberapa senti saja, dia menatap ku dengan lekat tanpa bersuara.melihat tatapan nya yang sangat intens membuat ku seperti terhipnotis. tanpa sadar aku merespon bibir nya yang mulai menempel di bibir ku. dengan perlahan dia mulai mengecup bibir ku, dan semakin lama dia mulai m*luma* nya dengan lembut. entah kenapa aku sangat menikmati nya. perlakuan nya yang lembut membuat ku merespon nya tanpa penolakan.hati ku memang menolak tapi tubuh ku menikmati nya.
Menit berlalu, tapi dia masih belum menyudahi nya. semakin lama ciuman nya semakin hangat dan semakin lembut, aku merasakan deru nafas nya yang hangat menyapu wajah ku. aku memejamkan mata menikmati sentuhan bibir nya, semakin lama aku pun semakin tidak ingin menyudahi nya. entah karena rindu dengan sentuhan laki-laki atau karena memang aku menyukai laki-laki dingin ini. tapi yang jelas ada perasaan berbeda saat dia mencumbu ku.ketika sedang menikmati nya tiba-tiba dia melepaskan ciuman nya begitu saja.
" Sepertinya kaki mu sudah baikan," ucap nya seraya bangkit dari duduk nya dan menyimpan kembali obat-obatan itu ke dalam lemari. sikap nya kembali dingin dan cuek seolah-olah tidak terjadi apa-apa. aku hanya menatap nya sesaat lalu mencoba berdiri perlahan.
Ketika hendak mencoba melangkah kembali,kaki ku masih terasa sakit ketika menginjak lantai. badan ku hampir saja ambruk untuk ke dua kali nya karena masih belum bisa menjaga keseimbangan. pak Dirgantara yang masih berdiri di samping ku langsung menangkap tubuh ku kembali.
" Apa kamu ingin aku menggendong mu lagi.? tanya nya santai dengan posisi tubuh ku yang masih berada setengah berpelukan dengan nya. aku yang mendengar pertanyaan nya langsung buru-buru melepaskan pelukan nya dan menggeleng cepat.
__ADS_1
" Biar aku jalan sendiri aja." jawab ku cepat.
" Kamu yakin,? aku perhatikan dari tadi belum ada satu pun kaki mu melangkah.kalau kamu masih belum kuat berjalan, biar istirahat saja dulu di sini. aku ke bawah dulu," ucap nya seraya melangkah kan kaki keluar ruangan. aku yang sekarang hanya sendirian hanya bisa duduk seraya mengusap-usap kaki ku yang terkilir.
Di sisi lain, sambil melangkah menuju pintu, Dirgantara merutuki kebodohan nya yang tidak bisa menahan nafsu.selama ini jika bertemu dengan Indah selalu di tempat umum, atau bersama Alex orang kepercayaan nya jadi dia bisa menahan diri. tapi saat ini keadaan nya berbeda, pertemuan nya dengan Indah tidak ada orang lain lagi selain mereka berdua.
" Sial, kenapa aku tidak bisa menahan rasa itu. entah kenapa setiap melihat wajah nya membuat ku selalu ingin lebih dekat dengan nya. dan setiap dekat dengan nya tubuh ini selalu menginginkan lebih. sekian banyak wanita yang mendekati ku, hanya Indah wanita yang berhasil memikat hati ku. dia berbeda dengan wanita-wanita yang pernah aku temui, sebagai seorang lelaki normal tentu saja aku memiliki nafsu seperti laki-laki pada umum nya.dan kenapa sentuhan bibir nya masih saja membekas dan tak bisa hilang dari ingatan ku sedikit pun. dan sial nya lagi junior di bawah sana pun ikut bangun." Dirgantara bergumam sendiri sebelum akhir nya dia tiba di lantai bawah.
" Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu." pamit nya tanpa banyak bertanya, lalu Alex pun melangkah meninggalkan Dirgantara setelah mendapat anggukkan dari atasan nya itu.
Setelah kepergian Alex, Dirgantara duduk di sofa ruang tamu untuk menenangkan diri yang sedari tadi tak karuan. ciuman tadi masih terbayang-bayang di pikiran nya.bibir hangat Indah pun masih terasa.entah kenapa setiap bertemu dan berdekatan dengan Indah, hati nya berdegup kencang. walaupun dia sudah berusaha bersikap cuek dan dingin untuk menutupi rasa grogi nya.
__ADS_1
Awal pertemuan nya dengan Indah sudah membuat nya terkesan, di tambah lagi ketika dia mengetahui kalau ternyata Indah adalah anak kandung dari orang yang sudah membantu nya selama ini dan sudah memberi nya kepercayaan penuh.dan selain paras nya yang cantik, kepribadian Indah juga sangat sederhana sehingga membuat laki-laki akan tertarik padanya.
" Bi asih..." panggil nya.
" Iya Tuan." wanita paruh baya itu pun datang dengan setengah berlari.
" Tolong buatkan air hangat di mangkuk besar dan ambilkan handuk kecil." titah nya.
" Baik Tuan." lalu Bi Asih pun bergegas ke dapur, dan tak berselang lama dia pun datang dengan membawa apa yang Dirgantara minta. setelah menerima nya Dirgantara pun bergegas naik kembali ke lantai 2 dimana Indah berada saat ini.sebelum membuka pintu Dirgantara menarik nafas sejenak untuk menghilangkan rasa grogi nya ketika bertemu Indah.
" Semoga aku bisa menahan diri." gumam nya lagi seraya membuka pintu.lalu dia pun masuk dan tak lupa menutup pintu nya kembali. terlihat Indah sedang tertidur dengan bersandar di sofa. Dirgantara pun melangkah mendekati nya,melihat nya tertidur pulas membuat Dirgantara merasa kasihan lalu dia berniat membetulkan posisi Indah dengan membaringkan nya di sofa.
__ADS_1
Ketika dia hendak mengangkat kepala Indah, wajah mereka berdekatan. nafas hangat indah menyapu wajah Dirgantara, sesaat Dirgantara menatap wajah Indah dengan mata yang masih terpejam dan dengan posisi memegangi kepala Indah dengan kedua tangan nya. sejurus kemudian tanpa bisa dia kendalikan, dia merapat kan kembali bibir nya ke bibir ranum Indah. dengan lembut dia mengecup bibir itu dan sedikit m*luma* nya. reflek mata Indah terbuka ketika merasakan hangat di bibir nya.