Firasat

Firasat
Bab 16 Aku bukan wanita lemah lagi


__ADS_3

mata ku teras panas, rasanya ingin menangis untuk menumpahkan rasa sakit ini.


tapi aku harus menahan nya,jangan sampai air mata ini keluar. aku tidak boleh lemah, aku harus kuat. aku menyemangati diri sendiri.


Awas kalian, aku nggak akan tinggal diam. sebelum kalian menendang ku keluar, kalian harus di beri pelajaran. agar kalian bisa menghargai orang lain dan jangan remeh kan orang kampung yang kalian anggap bodoh ini. batin ku dengan geram.


sebelum masuk ku tarik nafas pelan lalu membuang nya. sambil menahan air mata yang memaksa untuk keluar, ku langkah kan kaki masuk. aku akan berpura-pura seolah-olah aku tak mendengar yang mereka bicarakan tadi.


" kamu itu belanja sayuran aja lama banget sih, nongkrong dulu ya tebar-tebar pesona.? apa kamu nggak tahu kami udah pada kelaparan nungguin kamu dari tadi?! Cepet masak sana, jangan lama-lama.dasar lelet.! gertak mertua begitu melihat ku.


" Di sayuran nya antri bu, lagi pula kalau ibu lapar kenapa ke sini.? kan ibu tahu kalau dari kemarin saya tidak masak karena anak ibu nggak kasih uang belanja." dengan santai aku jawab ucapan mertua ku.


ku berani kan membalas ucapan nya,rasa sakit yang aku tahan membuat ku berani membantah.


mata mereka sedikit membelalak mendengar ucapan ku. lalu mas reza berdiri menghampiri ku.


" Kamu jangan kurang ajar ya sama ibu.! berani sekali kamu berbicara seperti itu pada ibu ku.! cepat sana masak!!! bentak nya


" mas kamu itu menyuruh istri mu seperti menyuruh pembantu aja, apa kamu nggak bisa memberi contoh yang baik sebagai imam dalam rumah tangga." lalu aku berlalu ke dapur tanpa memperdulikan ekspresi mereka.


" Mba, aku bantu ya." terlihat reva adik ipar ku menghampiri ke dapur.


" nggak usah va, kamu duduk aja sana nanti kalau masakan nya udah matang mba panggil." jawab ku.reva menatap ku dengan raut wajah bersalah dan iba.

__ADS_1


" Loh kamu kenapa masih berdiri di situ,?udah nggak apa-apa mba bisa sendiri kok.kamu ke depan lagi aja sana nonton tv.


" Mba maafin ibu, mas reza sama mba rena ya,?tapi tadi aku senang lihat mba indah udah bisa membela diri." ucap nya seraya tersenyum.


"lain kali kalau mba merasa nggak salah, jangan diam aja mba, aku yang lihat mba di gituin jadi nggak tega."


" Iya makasih ya, kamu memang anak baik. kamu sekolah yang benar ya jangan aneh-aneh biar kamu jadi orang sukses."


" Iya mba.. aku pasti akan rajin sekolah dan rajin belajar supaya nilai ku bagus."


" oh ya mba, ini aku ada uang 500 ribu jatah dari mas reza masih utuh belum aku pakai, ini buat mba aja. nanti aku akan minta lagi sama mas reza dengan alasan uang jajan yang udah di kasih habis untuk keperluan sekolah. tapi mba jangan bilang-bilang ya..ini rahasia kita berdua." tutur nya.


" Loh nggak usah va, ini jatah kamu.mba nggak mau menerima nya." sahut ku.


reva memaksa dengan memasukan nya ke dalam kantong baju ku.


aku tak menyangka di usia nya yang baru menginjak 14 tahun tapi pemikiran nya sangat dewasa, aku terharu sambil menatap nya. mata ku sudah berkaca-kaca.reva yang melihat nya langsung memeluk ku.


" Makasih ya..mba terharu karena masih ada yang peduli sama mba,"


" Mba jangan sedih lagi, aku akan selalu ada buat mba. sekarang mba gunakan uang tadi untuk kebutuhan.nanti kalau mba nggak pegang uang lagi, mba bilang reva ya biar reva yang mintain ke mas reza.tapi inget ya mba ini rahasia kita." bisik nya sambil mengedipkan mata.


aku pun mengangguk sembari tersenyum melihat tingkah nya.

__ADS_1


satu jam kemudian semua masakan sudah tersaji di meja makan.


" Mas ayo makan, masakan nya udah matang," panggil ku.


lalu mereka berjalan ke meja makan.


" Dari tadi kamu lama masak cuma ini hasil masakan nya,? ucap ibu mertua ketika melihat menu yang aku masak.


" Bu, uang belanja yang mas reza kasih tadi cuma 20 ribu. uang 20 ibu kira cukup buat beli apa,? masih untung ini ke beli tempe, tahu, sama kangkung. dan itu ada menu pendamping lain nya juga kok," timpal ku sambil menunjuk ke arah sambal.


" Uang 20 ribu masih bisa di belikan ikan, kamu nya aja nggak becus mengatur keuangan.! makan masakan kayak gini mana ada gizi nya.! lihat nya aja saya udah nggak berselera.! ucap mertua ku.


" kenapa kamu hanya belanja ini aja, sebagian uang nya kan bisa di belikan ikan?! ketus mas reza


" Memang cukup sih mas buat beli ikan dapat 2 ekor beserta sayur kangkung 1 ikat. tapi dengan ikan 2 ekor dan kangkung 1 ikat apa cukup dengan perut sebanyak ini,? aku tak mau kalah dengan cibiran mertua dan mas reza. akan aku tunjukan kalau aku bukan wanita lemah lagi.


" Kalau ibu mau makan yang saya masak, ya silahkan. kalau ibu nggak mau juga nggak apa-apa.saya nggak maksa kok bu." ucap ku lagi sambil mengambil piring dan langsung mengambil nasi beserta lauk nya. aku langsung melahap tanpa memperdulikan mereka yang melihat ku dengan raut wajah kesal. meladeni mereka hanya membuat ku semakin kesal saja.


ku lirik reva yang hanya tersenyum melihat ku.


" Ayo lebih baik kita pulang,! kita beli makan di luar aja yang banyak pilihan menu nya.lebih enak dan lebih bergizi dari pada makanan kampungan ini.! ucap Ibu mertua dengan masih menahan marah.


" Tapi bu,reva udah lapar banget.reva makan di sini aja ya.? lagi pula ini makanan kesukaan reva juga kok. nanti reva pulang nya biar di antar mas reza aja. boleh kan mas.? pleaseee..! pinta reva.

__ADS_1


Ibu mertua hanya mendelik malas, dan mas reza juga terlihat bingung karena reva yang meminta nya.reva adik bungsu, jadi dia menjadi adik kesayangan nya mas reza.


" terserah kamu lah.! ayo rena kita pergi dari sini.!lalu ibu mertua melangkah sambil menarik tangan rena keluar rumah. lalu terdengar suara mesin motor menjauh.


__ADS_2