Firasat

Firasat
Bab 40 Opening rumah makan


__ADS_3

****


Di ruangan seorang Dirgantara.


Tok.. tok.. tok..


" Masuk." sahut laki-laki yang ada di dalam ruangan. pintu pun terbuka dan Alex langsung masuk ke dalam ruangan.


" Permisi pak Dirga, saya mau melaporkan. semua yang anda perintahkan sudah saya laksanakan. bodyguard wanita yang menyamar tadi pun sudah berhasil masuk ke dalam kehidupan nona Indah.dan saat ini mereka sedang bersama di sebuah mall.dan sesuai rencana, nona Indah akan memperkerjakan nya.orang-orang suruhan yang memantau nya pun selalu siaga mengikuti."


" Kerja bagus,! perintahkan pada bodyguard wanita itu untuk terus mengawasi nya,jangan sampai lengah. aku tidak mau terjadi sesuatu hal terhadap nya. jangan biarkan siapa pun menyakiti atau melukai nya.kamu tahu kan semakin kita sukses, maka akan semakin banyak orang yang berpura-pura baik di hadapan kita. dan sebentar lagi Nona Indah akan menjadi wanita sukses apalagi dia pemilik perusahaan besar. ke depan nya kalau perlu kita tambah bodyguard lagi untuk melindungi nya." perintah Dirgantara kepada orang kepercayaan nya itu.


" Dan satu lagi, Selain menjadi bodyguard nya, perintahkan juga agar dia bisa membantu merubah penampilan nona Indah menjadi wanita berkelas agar tidak ada lagi yang menghina atau merendahkan nya." tegas nya sedikit kesal ketika dia mendengar laporan dari orang yang selalu mengikuti Indah mengenai kejadian di restoran waktu itu. kejadian dimana Rena menghina dan memaki Indah.


Semua hal mengenai Indah termasuk masa lalu nya, tak luput dari penyelidikan Dirgantara. ia gencar mencari informasi mengenai kehidupan Indah. ia tidak mau pewaris perusahaan besar mempunyai masalah atau memiliki musuh yang akan membahayakan nya.


Dan semua kejadian yang Indah alami akhir-akhir ini, itu semua rekayasa Dirgantara. semua sudah di atur nya sedemikian rupa agar Indah tidak curiga. Dirgantara ingin menjalankan pesan pak Ardi, ayah kandung Indah.agar ia selalu melindungi dan menjaga Indah, dan ia tidak mau mengecewakan orang yang sudah sangat mempercayai nya itu.

__ADS_1


****


Indah dan Sarah sudah selesai berbelanja, mereka pun kembali ke ruko sore hari. dan tak berselang lama Rina pun tiba sesuai janji nya yang akan menginap di ruko Indah. menjelang malam sebelum tidur mereka asyik berbincang-bincang sebelum akhir nya mereka semua tertidur.


Seminggu kemudian Indah sudah mulai membuka usaha rumah makan nya, di bantu oleh Sarah dan 3 karyawan lain nya yang di bawa oleh Sarah. mereka berpura-pura sebagai teman nya Sarah, tanpa indah tahu bahwa mereka semua adalah orang-orang kiriman Dirgantara.total karyawan Indah saat ini 2 laki-laki dan 2 perempuan.


Hari pertama buka pengunjung lumayan ramai karena banyak karyawan kantor yang makan di rumah makan Indah di jam siang. termasuk Rina yang juga membawa teman-teman nya makan di sana. Rina sengaja mengajak teman-teman nya untuk meramaikan rumah makan milik Indah sebagai bentuk suport agar Indah semangat.


Indah yang sesekali membantu di meja kasir sedikit kewalahan karena ia pun harus terjun ka dapur untuk memasak, karena belum ada karyawan yang lihai memasak menu resep yang ada di rumah makan itu. ia pikir bisa di tangani sendiri untuk sekedar memasak apalagi hari pertama buka,tapi ternyata tak di sangka pengunjung banyak yang penasaran dengan rumah makan nya karena harga nya yang ramah di kantong. Indah menyesuaikan dengan banyak nya perkantoran yang berjejer dekat ruko nya, jadi ia pun memasang harga sesuai dengan kantong karyawan.


Hari pertama buka membuat Indah lebih semangat untuk menyambut pembukaan hari ke dua. sebelum jam makan siang, dia sudah bergelut di bagian dapur untuk mempersiapkan bahan-bahan dan bumbu nya. jadi ketika pengunjung ramai tak perlu menunggu lama untuk makanan nya siap.


" Nona, maaf saya mau ke toilet dulu karena perut saya seperti nya sedang tidak beres, tapi di depan sedang ramai pengunjung. kebetulan yang lain nya juga sedang sibuk melayani dan mencatat pesanan pembeli." ucap Sarah.


" Oh ya udah kalau gitu aku ke depan dulu selagi kamu ke toilet." sahut Indah seraya meninggalkan dapur dan mematikan kompor yang sedang menyala. setelah Indah melangkah ke depan, Sarah pun buru-buru langsung melanjutkan masak yang Indah tunda tadi. Sarah sebenarnya jago masak tapi karena ia di tugas kan menjaga Indah jadi dia hanya fokus di depan untuk berjaga-jaga.


" Permisi Pak, ini buku menu nya. silahkan di pilih dulu." tutur Indah ke hadapan seorang pria yang menunduk fokus pada gawai nya. pria itu pun memilih menu tanpa menoleh pada Indah.

__ADS_1


" Saya pilih menu ini aja untuk 2 orang, minum nya es jeruk 2 tapi jangan terlalu manis." Ucap nya dengan nada dingin nya tanpa menoleh.


Indah memandangi laki-laki itu dengan seksama ketika wajah nya sedikit tegak.saking fokus nya ia pun tak menyahut ketika laki-laki itu berbicara.


" Kenapa kamu masih berdiri di situ,? apa kamu tak mendengar ucapan ku,? ucap nya lagi yang terlihat cuek dan santai seraya menoleh ke arah Indah.


" Anda bukan nya Pak Dirgantara,? anda sedang apa di sini,? tanya Indah masih dengan wajah heran.


" Saya sedang apa di sini,? apa rumah makan ini selain tempat makan, apa ada untuk hal yang lain lagi,? jawab nya dengan tatapan nanar.


" Ma-maaf,maksud saya kenapa anda bisa ada di sini,? pertanyaan dirgantara membuat Indah kikuk dan jadi salah tingkah.


" Ya udah kalau gitu saya buatkan dulu pesanan nya, mohon di tunggu." Indah langsung buru-buru pergi sebelum Dirgantara menjawab pertanyaan nya. dia tidak mau semakin berlama-lama, karena pengunjung lain sedang mengantri. dan dia pun tidak mau membuat Dirgantara kesal karena bagaimana pun dia pelanggan nya saat ini.


" Dia hanya seorang diri tapi kenapa pesan nya untuk 2 orang,apa mungkin berdua dengan pak alex yang mungkin masih berada di depan ya." pikir nya merasa heran.


" Ahh..ngapain juga aku pikirin, kan yang penting dia pesan dan bayar.biar pendapatan ku makin hari makin naik." gumam Indah dalam hati. lalu dengan ceria dia lanjut memasak.

__ADS_1


Karena pesanan lumayan banyak, maka Sarah pun menawarkan diri untuk membantu Indah di dapur. dia berani meninggalkan area depan, karena ada Dirgantara di sana. pasti Dirgantara tak akan memarahinya.


__ADS_2