Firasat

Firasat
Bab 47 Ajakan pak Dirgantara


__ADS_3

Setelah kami duduk, seminar pun langsung di mulai. dan rata-rata yang menjadi narasumber di acara seminar ini semua nya para pengusaha muda. dan salah satu nya ternyata pak Dirgantara yang maju ke depan dan menjadi motivator untuk semua yang hadir di acara ini. ketika melihat nya berbicara di depan umum, aku terkesima karena selain berwibawa, dia juga sangat detail dan memotivasi sekali dengan apa yang ia sampai kan.ternyata di balik sikap dingin dan tegas nya, dia seorang pembisnis hebat.


Tepat jam 11 siang seminar pun selesai. satu persatu orang-orang mulai meninggalkan ruangan. aku pun bangkit dan ingin melangkah keluar ruangan.


" Bisa ikut saya sebentar,? ada yang ingin saya bicarakan," tiba-tiba pak Dirgantara berjalan di samping ku.


" Mau bicara apa,? tanya ku bingung dan berhenti melangkah.


" Nanti juga kamu akan tahu, sekarang ikut saja," jawab nya singkat, seraya melangkah. di luar ruangan sudah berdiri pak Alex yang menunggu lalu mengikuti langkah kami menuju lift.


" Sebenarnya kita mau ke mana,? tanya ku setelah berada di luar gedung.


" Kamu ikuti saja, jangan banyak tanya." ucap nya datar lalu ia melangkah hendak masuk ke dalam mobil. pak Alex yang masih berada di belakang ku langsung mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam mobil.


" Pak Alex sebenarnya kita mau kemana,? tanya ku bingung.


" Nona ikuti saja pak Dirgantara, nanti nona akan tahu sendiri." jawab nya.


" Kamu tidak usah berpikiran macam-macam, saya bukan orang jahat.lagi pula tidak ada guna nya saya menculik mu." dengan tatapan dingin nya pak Dirgantara berucap sebelum dirinya benar-benar masuk ke dalam mobil. mendengar perkataan nya membuat ku semakin kesal dengan kesombongan nya. Aku pun kembali mengikuti nya dengan sedikit terpaksa.pak Alex membuka kan pintu mobil yang sama tempat dimana pak Dirgantara duduk. lalu aku pun masuk dan duduk di sebelah pak Dirgantara.sedangkan pak Alex duduk di samping supir.

__ADS_1


Di perjalanan tak ada percakapan apapun. semua nya terdiam dengan pikiran masing-masing. aku menatap ke luar jendela untuk menghilangkan rasa grogi ku karena di dalam mobil semua nya laki-laki. aku merasa canggung karena tak terbiasa berada di tengah-tengah laki-laki yang baru aku kenal.


" Lex, Apa tugas yang saya minta sudah selesai,?


" Sudah pak, semua nya sudah selesai. anda tinggal menandatangani berkas nya saja."


Aku hanya mendengarkan perbincangan mereka. perjalanan terasa lama karena aku sudah tak sabar ingin segera sampai. aku sebenarnya bingung hendak di bawa kemana,tapi aku juga penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan.


Mobil yang kami tumpangi akhir nya berhenti di depan sebuah rumah besar, rumah yang megah seperti istana. aku bingung ini rumah siapa dan kenapa mereka membawa ku kesini. tapi kalau di lihat-lihat tampang mereka tidak terlihat seperti orang jahat, lagi pula apa untung nya mereka menculik ku. apalagi si manusia es itu orang kaya pemilik perusahaan besar, jadi rasa nya mustahil akan berbuat macam-macam.pikir ku.


" Silahkan turun Nona," ucap pak Alex seraya membuka kan pintu mobil, lalu aku pun turun.


" Selamat datang Tuan, makan siang nya sudah bibi siapkan." ucap seorang wanita paruh baya ketika kami sudah masuk ke dalam rumah. semua yang bekerja di rumah itu menyambut kami, aku pun tersenyum ramah pada mereka. aku lihat wajah pak Dirgantara datar tak ada senyum sedikit pun pada mereka. dasar sombong, mentang- mentang orang kaya. gumam ku dalam hati.


Di lihat dari rumah nya, pak Dirgantara memang sangat kaya raya. jadi mungkin wajar saja kalau dia terlihat sombong. mungkin juga kelakuan orang kaya memang seperti itu. aku masih sibuk dengan pikiran ku sendiri.


" Sebaik nya kita makan siang dulu," suara pak Dirgantara membuat ku terhenti dari lamunan. lalu wanita paruh baya tadi mengajak ku ke ruang makan dan mempersilahkan duduk. ku lihat semua makanan di meja sangat banyak sekali dan semua nya terlihat lezat seperti makanan di restoran mahal.


" Bi Asih, tolong siapkan piring buat Nona Indah." titah pak Dirgantara pada wanita paruh baya itu.

__ADS_1


" Baik Tuan." jawab nya. lalu ia mengambil kan piring dan hendak menyendok kan nasi ke piring ku.


" Biar saya sendiri aja bi," tolak ku.


" Nggak apa-apa Non, biar bibi aja yang ambilkan."


" Nggak usah bi,nggak apa-apa biar saya ambil sendiri aja." setelah mendapat anggukan dari pak Dirgantara wanita itu pun pergi meninggalkan kami berdua di meja makan.


" Pak Alex nggak makan bareng kita,? tanya ku.


" Tidak usah, dia tidak terbiasa makan beramai-ramai." sahut nya tanpa menoleh ke arah ku. aku hanya mengangguk,lalu menyantap makanan yang sudah aku isi ke piring ku.setelah mencicipi nya, aku sangat kagum dengan makanan nya benar-benar lezat di lidah ku. baru kali ini aku merasakan makanan orang kaya. Aku bergegas menghabiskan makanan ku, setelah selesai aku bangkit hendak membereskan bekas makan ku.


" Tidak usah di rapih kan, biar bi Asih saja yang membereskan semua nya.sekarang kamu ikut saya, kita bicara di ruang tamu." ucap nya. aku pun meletakkan kembali piring-piring itu dan melangkah mengikuti laki-laki itu ke ruang tamu lalu kami pun duduk. tak lama pak Alex menyusul dan ikut duduk bersama kami.


" Begini Nona Indah, rumah ini milik pak Dirgantara,peninggalan dari almarhum orang tua beliau. dan rumah ini jarang beliau tempati karena selain rumah ini terlalu besar juga terlalu jauh dengan jarak kantor. beliau hanya sesekali saja mengunjungi rumah ini. dan yang menempati rumah ini hanya para pekerja saja untuk merawat sekaligus membersihkan nya.jadi beliau lebih memilih tinggal di rumah satu lagi yang lebih sederhana dan letak nya tidak terlalu jauh dari kantor," tutur pak Alex.


" Lalu hubungan nya dengan ku apa,? tanya ku heran.


" Saya dengar kamu sedang mencari rumah baru, karena ruko yang saat ini kamu tempati akan kamu gunakan untuk memperluas rumah makan mu. jadi dari pada rumah saya nganggur dan tidak saya tempati, lebih baik kamu tempati saja. dari pada kamu mengeluarkan uang banyak untuk membeli rumah, lebih baik saat ini uang nya kamu gunakan untuk yang lain. misal untuk menambah cabang usaha baru atau membeli mobil.jadi kamu bisa menghemat waktu dan juga biaya sewa mobil ketika mengantarkan pesanan." ucap pak Dirgantara.

__ADS_1


__ADS_2