Firasat

Firasat
Bab 17 Menikmati hidup


__ADS_3

Aku tetap fokus makan, tidak peduli dengan kemarahan ibu mertua. lalu reva pun langsung mengambil piring dan menyendok nasi beserta lauk nya.


" Masakan mba indah enak banget, aku jadi pengen nambah nih." ucap nya sambil tersenyum.


" kalau gitu kamu nambah lah yang banyak."


" Iya mba aku kangen masakan rumah, soalnya di rumah ibu jarang masak. aku bosan beli terus."


aku tersenyum mendengar penuturan reva.


" Mas kok diam aja di situ, ayo duduk kita makan bareng." panggil reva.


dengan langkah malas mas reza pun duduk.aku tahu pasti dia tak berselera dengan makanan yang aku masak..aku tak memperdulikan nya, aku tetap fokus makan tanpa menoleh padanya.


nanti siang aku ada janji dengan Rahma, kami akan pergi ke klinik tempat rahma perawatan.


Buru-buru aku menyelesaikan makan ku. reva dan mas reza pun sudah selesai makan. ku rapi kan meja makan dan lanjut mencuci piring.


Reva berpamitan pulang di antar mas reza. aku pun segera bersiap-siap untuk menemui Rahma.sekarang sudah hampir jam 11 siang, ku langkah kan kaki keluar rumah dan mengunci pintu.


Tiba di depan klinik tepat jam 12 siang. aku langsung menghampiri Rahma yang sedang duduk di depan klinik.


" Heii...kamu udah lama nunggu,? tanya ku sambil menepuk pundak nya.


" nggak juga, baru setengah jam yang lalu kok."


" yuk kita langsung masuk aja ke dalam." ajak nya.


kami pun langsung melangkah ke dalam klinik, karena ini jam makan siang jadi nggak terlalu antri.tak menunggu lama nama kami di panggil.


setelah selesai semua nya, kami bergegas keluar klinik.


sekarang sudah jam 1 siang.


" Cuaca nya pas banget nih buat makan bakso," ucap Rahma yang kebetulan di sebrang klinik ada kedai bakso.


" Boleh juga, yuk kita kita kesana."

__ADS_1


" seperti nya kamu lagi seneng nih,? tanya nya.


" Sok tahu deh..." jawab ku tersenyum.


" Bukti nya wajah mu berseri-seri, terus tadi pas di klinik aku nawarin diri untuk pakai uang ku dulu tapi kamu menolak." lanjut nya.


" Kamu tuh emang nggak bisa di bohongin ya.., " ucap ku seraya terkekeh


setelah kami sampai di kedai bakso, kami pun memesan 2 mangkok bakso dan 2 es jeruk. sambil menunggu pesanan tiba, kami bercengkrama.


" Kamu cerita dong, hari ini ada kabar gembira apa sampai kamu kelihatan ceria gitu.? tanya nya.


" Aku hari ini lagi seneng aja, soalnya baru kali ini aku merasa bebas melakukan apapun.dan kenapa tadi aku menolak uang mu, karena hari ini aku lagi dapet rezeki nomplok."


" Rezeki nomplok.? dari mana.? kalau dari suami mu kayak nya nggak mungkin deh."


aku tertawa mendengar ucapan Rahma.


lalu aku menceritakan semuanya kejadian tadi pagi. termasuk semua percakapan suami dan mertua ku.sesekali Rahma terkekeh mendengar cerita ku dan kadang raut wajah nya terlihat iba mendengar cerita ku.


" Tenang aku baik-baik aja kok." ucap ku.


" lalu apa yang akan kamu lakukan,?


" Aku akan datang ke rumah mertua ku sebagai kejutan sekalian untuk berkenalan dengan wanita baru nya mas reza."


" kamu yakin akan pergi kesana,? apa perlu aku temani,?


" Nggak usah, aku sendiri aja. aku hanya mau kenalan setelah itu aku akan pergi."


" Kamu yakin nggak apa-apa,? kalau kamu ingin menangis, menangis lah." aku tertawa mendengar ucapan Rahma.


alis nya berkerut melihat ku tertawa.


" Kenapa kamu tertawa,? tanya nya heran.


" Kamu lucu .. bukan kah kamu yang menyuruh ku berubah supaya jadi wanita kuat, berubah supaya jangan lemah lagi. tapi sekarang aku udah berubah, kamu malah heran melihat ku." aku terkekeh.

__ADS_1


" Jadi kamu beneran lagi nggak menahan tangis,? aku kira kamu pura-pura kuat di depan ku untuk menutupi semua nya. aku hanya nggak mau kamu memendam nya sendirian. kalau kamu nggak kuat, dan ingin menangis nggak apa-apa menangis lah."


" Aku nggak mau ngeluarin air mata lagi hanya untuk menangisi suami yang udah mengkhianati ku, bahkan dia tega memperlakukan ku sebagai pembantu.mungkin kemarin aku masih belum bisa menerima semua nya. tapi sekarang aku nggak mau lagi jadi lemah. Terima kasih ya berkat berkat kamu, aku merasa jadi lebih baik."


" Kamu benar, kebahagiaan ku hanya aku yang bisa menciptakan nya. aku harus menatap masa depan ku, mungkin pernikahan ku hanya jembatan untuk aku menjadi lebih dewasa." tutur ku.


" Iya sama-sama.. aku hanya nggak mau orang sebaik kamu di hina dan di rendahkan. tapi aku senang kamu bener-bener bisa bangkit. aku yakin kebahagian akan menjemput mu." ucap nya seraya tersenyum.


pesanan bakso kami pun tiba, karena jam makan siang jadi di kedai bakso ini lumayan antri.


kami pun segera menyantap sampai habis.


setelah membayar kami bergegas keluar.


" sekarang masih jam 2 siang, gimana kalau kita jalan-jalan dulu ke mall.? ajak Rahma.


aku masih menimbang ajakan nya.


" Udah nggak usah di pikirin urusan rumah. kamu bebasin pikiran mu. mulai sekarang kamu nikmati hidup mu," aku pun mengangguk.


" Baik lah ayo kita berangkat." sahut ku.


setelah setengah jam perjalanan menggunakan motor Rahma yang membonceng ku.kami tiba di sebuah mall besar yang ada di pusat kota. aku takjub melihat gedung besar dan mewah berdiri di depan ku. seumur-umur aku belum pernah masuk ke dalam mall, aku hanya sering melihat nya di televisi.tepukan Rahma mengagetkan ku.


" yuk kita masuk," Rahma menggandeng tangan ku.


sampai di dalam aku semakin takjub melihat isi dalam mall. tak henti-henti nya aku memandangi semua toko yang berjejer.lalu kami berkeliling ber jalan-jalan dari lantai bawah sampai lantai atas.


setelah berkeliling kami istirahat sejenak duduk santai sambil menikmati es krim, hari ini aku merasa sangat bahagia sekali.


selama ini aku merasa hidup ku berat karena aku tak bisa menikmati nya. aku seperti di kurung dan tidak mengenal dunia luar. ternyata dunia luar menyenangkan.dan mulai sekarang aku akan menikmati hidup ku.


" Ma..makasih banyak ya kamu udah bikin hidup ku berubah. dan makasih juga untuk hari ini, aku seneng banget." lalu aku merangkul Rahma dengan penuh haru.


" Iya sama-sama.. maka nya mulai sekarang nikmati lah hidup mu, kapan-kapan aku akan ajak kamu jalan-jalan ke mall lagi." ku balas anggukan penuh antusias seraya tersenyum lebar.


Rahma terkekeh melihat tingkah ku.

__ADS_1


__ADS_2