Firasat

Firasat
Bab 48 Jatuh berdua


__ADS_3

" Tapi rumah ini terlalu besar buat ku, dan lagi pula nggak mungkin aku menempati rumah ini secara gratis tanpa membayar uang sewa." sahut ku.


" Kalau kamu merasa tidak nyaman tinggal di sini karena cuma-cuma,kamu bisa membayar uang sewa nya sebesar satu juta saja perbulan nya." timpal pak Dirgantara.


" Ngomong-ngomong dari mana kalian tahu kalau aku sedang mencari rumah,? tanya ku heran.


" Kamu tidak perlu tahu saya tahu dari mana, sekarang tempati saja rumah ini. kalau kamu mau mengajak teman mu yang bernama Sarah untuk tinggal di sini juga boleh."


" Tapi aku sungkan menempati rumah sebesar dan sebagus ini."


" Kalau rumah ini terlalu besar untuk mu, kamu bisa mengajak seluruh karyawan mu untuk tinggal di sini, dari pada mereka sewa tempat tinggal yang lumayan per bulan nya. lagi pula di lantai bawah banyak kamar, pasti karyawan mu sangat senang bisa tinggal di sini. jadi uang sewa yang biasa mereka keluarkan bisa di tabung atau di pakai kebutuhan keluarga nya.dan pelayan di rumah ini pun akan memenuhi kebutuhan kalian. karena itu sudah tugas mereka di bayar untuk melayani penghuni rumah ini."


Setelah berpikir sejenak dan merenung kan ucapan pak Dirgantara, aku merasa itu ide yang bagus. mungkin dengan mengikuti saran nya, semua karyawan ku juga akan sangat senang bisa tinggal di rumah sebesar ini. dengan begitu mereka pun bisa sedikit menghemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya sewa kost-kost an.


" Anda yakin biaya sewa per bulan nya hanya 1 juta aja,? tanya ku masih tak percaya.


" Sangat yakin. bahkan jika kamu menempati nya secara gratis pun tak masalah. dan kamu bisa menempati nya sampai kapan pun kamu mau."


" Tapi aku harus bertanya dulu dengan semua karyawan di rumah makan ku, apa mereka mau menempati rumah ini atau lebih memilih tempat tinggal lama. kalau mereka nggak mau maka aku pun nggak akan menempati rumah ini."

__ADS_1


" Silahkan..tapi saya yakin mereka pasti akan senang.Jika kamu ingin melihat-lihat terlebih dahulu isi rumah ini,aku akan mengantar mu berkeliling rumah ini." tawar nya, lalu aku pun mengangguk untuk melihat-lihat isi rumah ini terlebih dahulu.


Sepanjang mengelilingi rumah ini aku sangat kagum karena rumah ini benar-benar bagus dan terawat. ketika naik ke lantai 2 aku semakin kagum karena rumah ini memiliki fasilitas lengkap bak hotel berbintang dan setiap kamar nya pun sangat luas dan lengkap dengan fasilitas di dalam nya.


Rumah ini memiliki 3 lantai, tapi lantai atas berupa tempat untuk bersantai dan juga tempat olahraga karena di sana ada beberapa alat untuk olahraga. di lantai ini sungguh nyaman buat nongkrong dan juga bersantai,dan kita juga bisa melihat pemandangan dari atas sini. aku belum pernah melihat rumah sebagus dan sebesar ini, apalagi menempati nya. lalu setelah selesai melihat lantai paling atas kami pun masuk untuk kembali ke lantai bawah.


Brugghhh..!!


Ketika hendak menuruni tangga, aku terpeleset. dengan sigap pria dingin itu menahan tubuh ku, tapi karena badan nya belum siap sehingga kami pun jatuh berdua. aku terkejut ketika menyadari posisi ku yang berada di atas tubuh nya, dan wajah kami hampir tak berjarak. sejenak kami saling pandang lalu dengan buru-buru aku bangkit dari atas tubuh nya.


" Aduhhh," ketika hendak berdiri kaki ku sakit sekali, seperti nya tadi terkilir.


" Kamu tidak apa-apa,? tanya nya dengan sedikit wajah khawatir. di saat menahan sakit, aku menatap wajah nya sesaat. ternyata dia bisa khawatir dan peduli juga terhadap orang lain.batin ku.


" Aww..! aku hampir kehilangan keseimbangan karena menahan sakit di kaki, sepertinya terkilir nya cukup parah. pak Dirgantara yang berada di belakang ku langsung menahan tubuh ku.


" Apa kamu kuat berjalan,? tanya nya meyakinkan ku.


" Kuat kok, aku bisa pelan-pelan." ucap ku yang tak yakin karena rasa sakit di kaki semakin terasa ketika menginjak lantai. melihat ku kesusahan berjalan, tiba-tiba tubuh ku seperti melayang.

__ADS_1


" Ehh anda mau apa,? turunin aku, aku bisa jalan sendiri." ucap ku terkejut karena tiba-tiba pak Dirgantara menggendong tubuh ku. karena dia tak menggubris ucapan ku dan tetap melangkah, aku pun pasrah dan hanya diam karena memang sepertinya aku pun tidak akan kuat berjalan.karena takut terjatuh, aku mengeratkan pegangan dengan melingkar kan tangan ku di leher nya, sebenarnya aku sangat malu dan sungkan tapi untuk saat ini aku harus membuangnya jauh-jauh.


Diam-diam aku menatap wajah nya yang tepat berada di atas wajah ku. kalau saat seperti ini wajah nya terlihat sangat tampan dengan kulit putih bersih dan tubuh nya pun sangat wangi. tapi kalau lagi datang sikap dingin dan angkuh nya, ketampanan nya seolah hilang di mata ku.


" Apa ada yang aneh dengan wajah ku,? aku terkejut karena ternyata dia menyadari kalau aku sedang menatap nya. dengan cepat aku alihkan pandangan ke tempat lain. memang insting nya sangat kuat, pikir ku. padahal wajah nya dan tatapan nya sedang lurus ke depan, tapi kenapa dia bisa tahu kalau aku menatap nya. guman ku dapam hati.


Kami tiba di sebuah ruangan, dan seperti nya ini ruangan pribadi. lalu pria itu mendudukkan ku di sofa yang ada di ruangan itu. dia melangkah ke sebuah lemari yang tak jauh dari tempat ku duduk dan kembali dengan membawa sebuah kotak yang berisi obat-obatan.


" Luruskan kaki mu," ucap nya kembali dingin ketika sudah berjongkok di hadapan ku.padahal beberapa menit lalu sikap nya sangat hangat dan lembut,sekarang sudah berubah lagi. pikir ku.


" Mmm..kaki ku mau di apain,? tanya ku bingung dan merasa canggung.


" Apa kaki mu bisa sembuh sendiri,? ucap nya seraya melirik ku sekilas. aku pun menuruti perintah nya tanpa banyak bicara lagi.


" Aww.. sakit." aku meringis menahan sakit ketika ia mulai memijat kaki ku.


" Tahan sedikit," ucap nya lagi tanpa menoleh ke arah ku.


" Aaawww.. sakittt." tanpa sadar aku meremas pundak nya karena menahan sakit.

__ADS_1


" Sebentar lagi, kamu tahan dulu,"


" Tapi pelan-pelan sedikit, ini sakit banget." aku semakin meringis menahan sakit. lalu dia bangkit dan menggeser kursi ke hadapan ku. tanpa persetujuan ku dia mengangkat kaki ku yang terkilir dan meletakkan nya di paha nya. dalam keadaan sakit aku berusaha menarik kaki ku perlahan.


__ADS_2