Firasat

Firasat
Bab 25 Bertemu pria dingin


__ADS_3

Tak berapa lama akhir nya kami sampai di bandara, mas Adi langsung memarkirkan mobil nya dan kami pun turun untuk menunggu adik nya.


" Mas adiii.." suara panggilan membuat kami menoleh. terlihat gadis cantik, tinggi semampai dengan kulit putih bersih. wajah nya sangat cantik dengan hidung yang mancung mirip seperti mas Adi. aku yang melihat nya sangat kagum dengan kecantikan nya. kalau melihat dari foto di dinding rumah mas Adi, memang keluarga mereka semua nya berkulit putih dan memiliki hidung yang mancung.


" Heiii anak kecil, akhir nya nyampe juga.gimana perjalanan nya,? capek ya,? ledek mas Adi membuat adik nya cemberut.


" Ihhh apaan sih mas manggil aku anak kecil, aku udah gede tau." cibir nya sambil memonyongkan bibir nya. aku yang melihat kehangatan mereka, merasa sangat iri karena selama ini aku belum pernah merasakan hal itu.


" Eh mas Adi bawa pacar nya ya,? kenalin dongg..." ledek nya melirik ke arah ku seraya tersenyum manis.


" Ini teman mas, kenalin nama nya indah," ucap mas Adi.


" Teman apa teman,?? ledek nya lagi seraya terkekeh. membuat mas Adi melirik tajam ke arah nya, tapi membuat rina makin terkekeh di buat nya.


" Hai kenalin nama aku rina, nama kaka siapa,?


" Nama aku indah, jangan panggil kakak, tapi panggil indah aja karena seperti nya kita seumuran." ucap ku tersenyum. mas Adi benar rina gadis yang ceria dan mudah akrab, apalagi orang nya sangat ramah. aku sebenarnya merasa minder dengan penampilan nya yang sangat berbeda jauh dengan ku.


" Okeee... nama nya seindah orang nya ya." sahut nya.aku hanya tersenyum mendengar ucapan nya.


" Ya udah yuk kita mau kemana dulu nih,? mas Adi memotong perbincangan kami.


" Biasa mas, kita mampir dulu ke tempat makan langganan." jawab rina.


" Ya udah ayo jalan, ini udah mau jam makan siang."


lalu kami pun melangkah masuk ke dalam mobil dan langsung melaju menuju restoran.tak butuh waktu lama kami tiba di restoran. suasana di restoran sangat ramai karena memang sudah masuk jam makan siang, suasana nya sangat nyaman dengan pemandangan yang asri. membuat pengunjung betah berlama-lama.

__ADS_1


" Yuk kita masuk," ajak mas Adi.


kami pun langsung masuk dan segera mencari tempat duduk. lalu pelayan menghampiri dan memberikan buku menu. rina dan mas Adi sibuk memilih-milih menu.


" Indah, kamu main pesen apa,?


" Samain aja mas," sahut ku. karena aku sendiri bingung memilih menu di restoran, selama menikah dengan mas reza, dia tak pernah mengajak ku makan di restoran. mas Adi hanya mengangguk.


" Mmm.. aku permisi mau ke toilet dulu ya." ucap ku yang di iringi anggukan mereka berdua. lalu aku melangkah mencari letak toilet.


Bruugghhh...


" Aduh maaf mas saya nggak sengaja, tadi saya nggak lihat kalau ada orang." ucap ku dengan nada takut karena tak sengaja sudah menabrak orang.


" Makanya jalan itu pakai mata, ada orang sebesar ini di depan mata nggak kelihatan.! ketus nya dengan nada terlihat arogan dan tatapan dingin.


" Maaf mas saya beneran nggak lihat, tadi saya sedang buru-buru mencari toilet." jawab ku dengan ekspresi bersalah. tanpa bicara lagi, laki-laki tadi langsung melangkah pergi. aku yang sudah tak tahan lari masuk ke dalam toilet. setelah selesai aku langsung melangkah kembali ke dalam restoran.


" kamu kok lama banget ke toilet nya, nyasar ya,? tanya rina.


" Nggak kok, tapi tadi di toilet nya antri." ucap ku berbohong karena takut laki-laki tadi mendengar jika aku bercerita.


Tak lama makanan yang kami pesan datang, lalu kami menyantap nya tanpa ada pembicaraan lagi. makanan di sini sungguh lezat, tak heran jika rina sering berkunjung ke tempat makan ini.


Makanan yang ada di meja sudah habis tak tersisa, mas Adi menuju kasir untuk membayar. setelah semua nya selesai kami pun bangkit dari kursi. ku lihat laki-laki yang aku tabrak tadi melirik ku sekilas lalu perhatian nya beralih ke depan kembali. kami bergegas menuju mobil dan langsung meninggalkan kan restoran tersebut.


Sesampainya nya di rumah kami pun langsung masuk.

__ADS_1


" Bi sumi, kamar rina udah di bersihkan belum,? panggil mas Adi pada bi sumi.


" Udah mas, sprai dan sarung bantal nya juga semua udah saya ganti." jawab bi sumi.


" Ya udah sana dek kamu taro koper mu dulu ke kamar."


" Indah kamu pasti lelah, kalau mau istirahat kamu ke kamar aja nggak apa-apa." ucap mas Adi. aku pun berpamitan untuk istirahat dan berlalu masuk ke kamar. lalu aku merebahkan diri di kasur.


aku teringat dengan Rahma mengenai cuti besok, ku rogoh saku celana untuk mengambil handphone dan menghubungi Rahma. sejenak aku terkejut karena handphone ku tak ada di saku. aku berpikir untuk mengingat dimana handphone ku terjatuh.


mungkin terjatuh di mobil mas Adi, pikir ku.


ku langkah kan kaki keluar kamar untuk mencari nya di dalam mobil mas Adi. sayup-sayup aku mendengar perbincangan di ruang tamu.


" Mas, jujur deh. indah itu siapa nya mas Adi sih,? kok kayak nya kalian akrab banget."


" Bukan siapa-siapa dek. mas ga ada hubungan apa-apa kok sama indah."


" Ihhh..serius mas, aku nggak becanda."


" Loh emang siapa yang lagi becanda, mas juga serius kok."


" Terus itu kalian bisa kenal dimana,? Terus kok indah ada di rumah kita,? cerocos rina tanpa henti.


" Kamu mau tahu,? jadi begini..indah itu istri nya teman kantor mas, namanya reza. tapi dia lagi ada masalah sama reza, malam-malam dia di usir dan di ceraikan oleh reza. terus mas nggak sengaja ketemu dia di jalan pas mas mau ke rumah reza. jadi mas bawa ke sini karena dia nggak punya siapa-siapa dan kasian juga malam-malam sendirian apalagi dia seorang perempuan."


" Ya ampun kasian banget indah mas, emang kenapa dia di cerai suami nya,? indah keliatannya orang nya baik dan tulus, dia juga lembut dan manis pula orang nya."

__ADS_1


" Karena reza udah selingkuh sama wanita lain, menurut reza indah kampungan dan malu-maluin jika di ajak kemana-mana karena penampilan nya. reza juga bilang kalau dia nggak serasi dengan indah.sedangkan dia sendiri nggak ngasih nafkah apalagi modalin untuk indah perawatan."


" Ya ampun itu teman mas Adi brengs*k banget ya,aku jadi gemes denger nya. kasian banget indah,kalau aku jadi indah udah aku buat nggak berfungsi itu lato-lato nya.iihh..amit-amit jangan sampai nanti rina dapat suami kayak gitu. mas Adi juga nanti kalau punya istri jangan kayak gitu ya sama istri nya."


__ADS_2