Firasat

Firasat
Bab 15 Rindu kampung halaman


__ADS_3

" seperti biasa, kalau bukan untuk memaki dan menghina ku, tujuan nya apa lagi mertua ku datang ke rumah. tadi pagi kata nya mas reza datang ke rumah nya untuk numpang sarapan, karena hari ini aku sengaja nggak masak seperti saran mu kemarin." jawab ku.


" Oh bagus lah kalau begitu.. sekali-kali suami seperti itu harus di kasih pelajaran.lalu kamu diam aja ketika mertua mu memarahi mu.?


" Udah aku jelasin kenapa aku nggak masak. tapi mertua ku tetap membela anak nya. dan dia malah menyudutkan ku." kesal ku sambil menghela nafas.


" kamu abaikan aja, jangan terlalu di pikirin. dasar nya emang mereka nggak suka sama kamu jadi apapun yang kamu katakan nggak akan di dengar. yang penting kamu udah berani bertindak, ini baru awal.kita liat ke depan nya nanti."


" Pokok nya kamu harus tegas, jangan mau di tindas,"


aku mengangguk tersenyum.


waktu sudah sore hari, aku termenung memandangi jalanan, karena toko ini sedang tidak ada pembeli jadi kami hanya duduk-duduk santai.


" Kamu kenapa ngelamun.? apa masih mikirin masalah tadi pagi,? tiba-tiba Rahma bersuara.


" Bukan... sudah beberapa bulan ini aku rindu dengan kampung halaman dan juga almarhum ayah dan ibu.beberapa hari lalu aku sampai memimpikan almarhum ibu.biasa nya kalau aku rindu mereka, aku akan pulang kampung untuk mengunjungi rumah peninggalan mereka,rumah dimana aku di besarkan.tapi sudah 2 tahun semenjak menikah dengan mas reza aku nggak pernah pulang kampung."


" Kenapa kamu nggak pulang kampung sendiri aja,?


" Mas reza nggak pernah ngijinin, dan kalau aku ajak dia pulang kampung pasti menolak dengan banyak alasan," balas ku


" Kamu kan bisa pulang kampung tanpa ijin nya, lagi pula kalau kamu nunggu dapat ijin dari nya, mau sampai kapan.? yang ada kamu nggak pulang-pulang.kalau dia nggak mau di ajak pulang, nggak usah kamu hiraukan. kamu harus bisa memutuskan sendiri segala hal yang menyangkut hidup mu.

__ADS_1


" Kamu kan selama kerja di sini nggak pernah ambil cuti, kalau kamu mau ambil cuti untuk pulang ke kampung halaman mu, nanti akan aku sampaikan pada tante ina. untuk urusan menjaga toko, aku bisa sendiri sementara kamu pulang.


" Baiklah...makasih banyak ya, kamu selalu bisa memberikan solusi yang membuat aku selalu semangat terus. mungkin aku akan pulang kampung minggu depan aja."


" oke nanti akan aku sampaikan pada tante ina,"


***


hari minggu..


" Kamu nggak masak lagi?! ini udah jam 8 pagi tapi belum ada sarapan di meja makan.!tanya mas reza ketika masuk kembali ke dalam kamar dengan raut muka kesal.


" Apa yang mau di masak mas.? kan nggak ada uang nya untuk belanja ikan dan sayur,? jawab ku santai sambil melipat baju.


" mas udah aku bilang gaji ku juga nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah, gaji ku hanya tersisa untuk biaya transport aku kerja aja.kalau aku nggak ada uang transport, gimana aku mau berangkat kerja." ketus ku dengan menahan kesal.


Dengan wajah merah dan menahan kesal, dia mengeluarkan uang 20 ribu.


" sekarang cepat belanja ikan dan sayur, dan segera masak. aku udah lapar.!ketus nya


ku ambil uang 20 ribu di tangan nya, lalu melangkah ke luar menuju tukang sayur. baru saja hendak melangkah ke jalan tiba-tiba ada motor rena masuk pekarangan rumah dengan ibu mertua yang di bonceng nya. di belakang nya menyusul reva entah di bonceng siapa.


Huhhh..pagi-pagi mertua udah datang bertamu. setelah ini entah apa lagi yang akan terjadi nanti.batin ku dengan malas.

__ADS_1


lalu aku berlalu melangkah ke tukang sayur.


tak lama setelah selesai berbelanja sayur aku kembali ke rumah. pelan-pelan kaki ku melangkah,tapi ketika baru sampai depan pintu terdengar suara mas reza dan ibu mertua sedang berbincang.


" Lagian kamu ngapain sih masih mempertahan kan istri yang nggak berguna kayak gitu.? ngasih anak nggak bisa,masak juga malas,kerja pun hanya jadi pelayan toko.gaji nya nggak bisa di andalkan." terdengar suara ibu mertua.


" kamu tuh masih muda, pekerjaan dan masa depan mu juga bagus. pasti masih banyak wanita muda dan cantik di luar sana yang mau sama kamu.yang lebih segala-gala nya dari istri kampungan mu itu. dan tentu nya yang bisa kasih ibu cucu. istri mu kan orang miskin bisa jadi makanan yang dia makan nggak bergizi maka nya kandungan nya nggak subur." dada ku berdenyut nyeri mendengar ucapan ibu mertua.


" Bu, ibu kira aku mempertahankan dia karena masih cinta.? sebelum aku dapat pengganti nya, aku nggak akan menceraikan nya. lumayan kan buat aku jadi kan babu di rumah ini. makan ada yang masakin, baju ada yang nyuciin, rumah ada yang bersihin. jadi selagi masih ada dia di rumah ini, lebih baik aku manfaatkan. dari pada mahal-mahal bayar orang." ujar mas reza sambil tertawa dan di iringi tawa ibu mertua dan juga rena.


" Kamu benar juga,memang pintar kamu. dari pada dia tinggal di sini numpang gratis dan jadi menantu pun nggak bisa di banggakan,lebih baik kita manfaat kan tenaga nya." timpal ibu mertua.


" Dan asal ibu tahu, sebentar lagi aku akan mendapatkan pengganti nya. dia gadis cantik, muda, dan yang pasti modis penampilan nya.nggak malu-maluin kayak si indah, jangan kan buat di bawa ke acara pesta, buat jalan berdua ke tukang sayur aja aku malu." tambah nya masih dengan di iringi tawa yang semakin kencang.


" Syukur lah kalau kamu udah dapat pengganti nya, cepetan bawa ke rumah ibu ya.. ibu mau kenalan sama calon menantu baru. udah nggak sabar rasa nya ingin cepat-cepat menimang cucu."


" Ibu juga udah sesak dan kesal melihat wanita kampungan itu ada di sini, ingin rasanya segera menendangnya keluar."


"Terus kapan kamu akan bawa calon menantu baru ke rumah ibu,? ibu udah nggak sabar mau ketemu. ibu juga ingin lebih akrab dan supaya ibu juga bisa menilai agar kamu nggak salah pilih lagi." sambung nya


" minggu depan akan aku kenalin, nanti aku bawa ke rumah ibu." sahut mas reza.


Tangan ku mengepal,dada ku sesak menahan sakit dan juga marah, ternyata mereka hanya memanfaatkan ku aja. dan tega nya mas reza memperlakukan ku dan menganggap ku seperti pembantu.

__ADS_1


__ADS_2