
" Tapi ngomong-ngomong indah itu sebenarnya manis juga ya mas,?wajah nya nggak ngebosenin, di vermak dikit pasti cantik banget. iya nggak mas,?
" Mas..Kok diam aja sih,? bener kan yang aku bilang,?
" Iya kali."
" Kok iya kali sih,? Tapi mas Adi beneran nggak ada perasaan apa-apa nih sama indah,?
" Ya nggak lah dek, mas cuma niat bantu aja. mas kasihan lihat dia, karena mas ngerasa punya adik perempuan juga."
mendengar percakapan mereka, ku urungkan melangkah ke depan. lebih baik aku tunggu sebentar lagi. aku takut mereka mengira aku sedang menguping mereka. lalu aku melangkah kembali masuk ke dalam kamar.
sudah 1 jam berlalu, aku berniat kembali ke depan untuk mengambil ponsel ku.ku langkah kan kaki menuju garasi mobil.
bersyukur mobil nya tak di kunci. lalu aku masuk untuk mencari handphone ku. sekian lama akhir nya yang ku cari ketemu juga. segera ku langkah kan kaki kembali ke kamar. aku hendak menghubungi Rahma untuk memberi kepastian mengenai cuti ku.
" Hallo Ma.. aku cuma mau bilang, besok aku jadi cuti 1 minggu untuk pulang kampung. kamu udah bilang ke bu ina kan,? tanya ku ketika Rahma mengangkat telepon nya.
" Oke baik lah kalau begitu... makasih banyak ya ma.. maaf aku selalu ngerepotin kamu. yaudah telepon nya aku tutup dulu ya," lalu telepon kami pun berakhir. sekarang sudah jam 3 sore, aku merasa jenuh berdiam diri di kamar. sebaik nya aku keluar melihat pemandangan di taman bunga.
" Eh indah mau kemana,? terlihat rina muncul dari pintu kamar nya.
" Aku mau ke teras lihat pemandangan," sahut ku.
" Yaudah yuk kita ke teras bareng, aku juga jenuh di kamar." kami pun melangkah ke luar rumah.
setiba nya diteras, kami duduk di bangku taman.
" Oh ya indah, aku boleh nanya sesuatu nggak,?
" Boleh, mau nanya apa,?
__ADS_1
" Tapi sebelum nya kamu jangan marah ya,? aku denger dari mas Adi mengenai kisah rumah tangga kamu. apa kamu masih mencintai suami mu,?
" mungkin rasa itu masih ada walau hanya sedikit, tapi lebih besar rasa sakit ku atas perlakuan nya."
" kamu yang sabar ya, suami kamu berarti laki-laki yang kurang bersyukur, udah menyia-nyiakan istri sebaik dan secantik kamu." hibur nya.
" Iya aku udah ikhlasin semua nya kok, mungkin ini udah takdir ku." ucap ku tersenyum kecut, rina hanya tersenyum melihat ku.
" Oh ya..Besok kamu ada rencana kemana,?
" Besok aku mau cuti kerja dulu 1 minggu untuk pulang ke kampung halaman, karena udah 2 tahun aku nggak pulang."
" Yahhh besok aku nggak ada temen nya donk,mas Adi juga kerja. padahal tadi nya aku mau ajak kamu jalan-jalan. kan nggak seru kalau jalan-jalan sendirian." ucap nya seraya memanyunkan bibir nya.
" kita masih bisa jalan-jalan bareng setelah aku pulang dr kampung." balas ku.
" Okee dehhh," balas nya dengan ceria.
Jam setengah 6 pagi aku sudah siap untuk berangkat ke terminal. mas Adi pun sudah rapi akan mengantar ku. tak lupa kami pun sarapan terlebih dahulu. lalu kami segera menuju mobil mas Adi, dan langsung melaju jalanan dengan kecepatan sedang. 1 jam setelah nya kami sampai di terminal.
aku langsung menuju bus jurusan ke kota ku setelah berpamitan dengan mas Adi. setelah aku naik bus, mas Adi pun masuk ke dalam mobil untuk segera berangkat ke kantor nya.
dalam perjalanan aku sudah tak sabar ingin segera tiba, rasa rindu membuat ku sangat antusias.perjalanan sudah memakan waktu kurang lebih 6 jam, tepat jam 1 siang akhir nya aku sampai di kampung halaman ku. aku tersenyum senang bisa melihat kembali kampung yang penuh kenangan.dua tahun tidak pulang terlihat sedikit perubahan dengan kondisi di sini.
segera aku melangkah menuju rumah bu nyai dan pak Nur untuk mengambil kunci rumah.aku juga sudah tak sabar untuk bertemu mereka.
" Assalamu'alaikum." ucap ku.
" Waalaikum salam." terdengar sahutan dari dalam rumah.
" Nak indah,!! akhir nya kamu pulang juga nak..kamu apa kabar,? ibu khawatir dengan keadaan kamu." bu nyai langsung berhambur memeluk ku, tak lama langsung melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"ayo masuk dulu nak ke dalam, kamu pasti capek." belum sempat aku berkata-kata, bu nyai langsung menarik ku dan mengajak ku untuk duduk.
" Gimana keadaan kamu nak,?kamu baik-baik aja kan,?bapak sama ibu sangat khawatir sekali,"
" Alhamdulillah kabar indah baik-baik aja bu, kabar ibu dan bapak sendiri gimana,?
" Alhamdulillah bapak sama ibu juga baik-baik aja, bapak juga sering nanyain kabar kamu. karena terakhir kami menelepon mu, yang menjawab telepon nya laki-laki katanya salah sambung. dan waktu kami ingin menghubungi kamu lagi, handphone nya rusak." mendengar penuturan bu nyai membuat ku sedikit bingung.
" Mungkin ibu salah tekan nomor nya, karena selama ini handphone indah selalu indah simpan di tas jadi nggak mungkin ada orang lain yang angkat."
"pantas aja indah telepon ibu nggak bisa-bisa, ternyata handphone nya rusak. indah khawatir dengan keadaan ibu sama bapak, dan indah baru bisa pulang sekarang karena baru bisa ambil cuti."
" Iya nggak apa-apa nak yang penting kamu baik-baik aja, kamu sehat,"
" ngomong-ngomong, kok kamu pulang sendiri,? suami kamu mana,? nggak di ajak,? tanya bu nyai.
melihat ku terdiam, bu nyai seperti memahami apa yang terjadi dalam rumah tangga ku. dengan tatapan sayup dia memelukku.
" Ibu sudah anggap kamu sebagai anak ibu, jadi kalau kamu ada masalah, kamu ceritakan pada ibu. jangan kamu pendam sendiri nak,"
" Indah udah bercerai bu dengan suami indah." jawab ku dengan suara parau.bu nyai semakin erat memeluk ku.
" Kamu yang sabar ya nak, kamu jangan bersedih. pasti kamu akan menemukan kebahagiaan mu nanti. ibu akan selalu doa kan kamu,"
" Iya bu indah udah ikhlasin semua yang terjadi dalam hidup indah, indah akan menjalani nya dengan sabar ikhlas."
" Ibu senang dengan semangat mu, ibu yakin suatu saat kamu akan menemukan yang lebih baik lagi, dan hidup mu akan bahagia."
" kamu pasti belum makan kan,? kita makan dulu yuk, nanti kita lanjut lagi cerita nya. setelah itu kita ke rumah kamu ya, pasti kamu juga sangat merindukan rumah mu. ibu sama bapak sering mengunjungi rumah mu dan membersihkan nya seminggu sekali. "
" Terima kasih ya bu udah mau merawat rumah indah.maaf kalau indah jadi ngerepotin bapak sama ibu."
__ADS_1
" Nggak apa-apa, bapak sama ibu senang kok dan nggak merasa di repotkan. ya udah ibu panggil bapak dulu ya di belakang untuk makan siang bareng. bapak pasti kaget melihat kedatangan mu." aku hanya mengangguk dan bu nyai pun berlalu ke pintu belakang untuk memanggil pak Nur.