
" Seperti nya kamu sangat tegang sekali, kenapa,? tanya nya ketika dia sudah menutup pintu mobil.
" Mmm.. nggak kok aku cuma merasa lelah aja hari ini." ucap ku berbohong.
"kenapa dia sangat peka sekali,bisa menebak apa yang sedang aku rasakan. apa ketegangan ku sangat terlihat ya." aku bermonolog sendiri di dalam hati.
" Pasang seatbelt mu dulu." ucap nya lagi tanpa menoleh ke arah ku. aku yang tak begitu mendengar jelas dengan perkataan nya hanya menatap nya dengan wajah bingung. sekejap kemudian dia mendekati ku, aku yang terkejut refleks mundur dan memalingkan wajah ke arah berlawanan.badan ku terasa tegang dan dan mulai berkeringat dingin.
"Jangan berpikiran macam-macam, saya hanya ingin membantu mu memasangkan seatbelt." ucap nya santai tanpa menatap ke arah ku. mendengar perkataan nya membuat ku merasa kikuk sekaligus malu karena sudah berpikiran yang tidak-tidak. bagaimana tidak, jarak kami begitu dekat bahkan nafas nya saja terasa hangat menyapu wajah ku. aku masih terdiam dan tetap menatap ke arah luar untuk menyembunyikan rasa malu.
Setelah merasakan badan nya menjauh, aku pun bernafas lega dan membenarkan posisi ku kembali. mobil pun melaju membelah jalanan yang sudah terlihat sedikit kemacetan karena sudah mendekati jam pulang kerja.
Di dalam mobil tak ada percakapan apapun, kami saling diam.tak berapa lama akhir nya mobil kami sampai di ruko.
" Terima kasih ya udah di anterin pulang, maaf jadi ngerepotin." ucap ku sebelum turun dari mobil.
" Hmm," balas nya singkat tanpa menoleh ke arah ku.
" Nanti malam bersiap-siap lah, saya akan menjemput mu tepat jam 7 malam," ucap nya lagi tiba-tiba ketika aku hendak membuka pintu mobil.
" Maksudnya,? tanya ku tak mengerti.
" Nanti malam aku akan mengajak mu ke pesta pernikahan salah satu rekan bisnis ku."
" Tapi..,"
__ADS_1
" Sebaik nya kamu segera masuk, masih ada waktu sebentar untuk beristirahat.setelah itu kamu bersiap-siap untuk nanti malam." tutur nya memotong ucapan ku.
Tanpa banyak bertanya lagi, aku pun menurut dan langsung turun dari mobil untuk masuk ke dalam ruko. ketika menoleh ke belakang, mobil pak Dirgantara pun langsung berlalu setelah aku masuk. di dalam ruko terlihat beberapa pengunjung yang tak begitu ramai karena sudah lewat jam makan siang, setelah melihat ke sekeliling aku tak melihat keberadaan Sarah.lalu aku pun memutuskan naik ke lantai atas untuk beristirahat sebentar.
" Eh Non., anda sudah pulang,? tiba-tiba Sarah muncul dari atas.
" Kamu nggak apa-apa,? tadi kata pak Dirgantara kamu sakit. apa udah berobat,? tanya ku ketika melihat Sarah yang terlihat ceria dan tidak seperti orang sakit.
" Ooh.. Mmm.. i-tu.. iya tadi saya udah berobat kok di antar pak Alex. tapi cuma sakit biasa jadi minum obat udah langsung sembuh." ucap nya terlihat gugup seraya memasang senyuman yang tak biasa nya. melihat tingkah nya yang seperti itu membuatku hanya heran.
" Kamu yakin nggak apa-apa,? tanya ku memastikan seraya merebahkan diri di kasur.
" Iya beneran nggak apa-apa kok Non, Maaf ya Non kalau tadi saya nggak sempet pamitan," ucap nya dengan wajah bersalah.
" Iya nggak apa-apa yang penting kamu baik-baik aja."
" Berjalan lancar dan sangat memotivasi sekali,apalagi bagi pembisnis pemula seperti ku.aku jadi makin semangat untuk terus mengembangkan usaha ku, semoga aku juga bisa jadi pembisnis muda yang sukses seperti..."
" Pak Dirgantara,?! sahut nya tiba-tiba seraya melirik ku dengan senyuman penuh arti.
" Kenapa kamu jadi nyebut nama pak Dirgantara,? tanya ku sedikit salah tingkah karena mendengar nama nya.
" Tapi memang benar kan Non kalau pak Dirgantara itu seorang pembisnis muda yang sukses, selain sukses beliau juga sangat tampan. kalau menurut pandangan saya, serasi banget sama Nona yang juga cantik." ucap nya menggoda ku seraya terkekeh.
" Ih apa sih kamu, kok jadi ngelantur kemana-mana." aku yang semakin salah tingkah langsung melempar nya dengan bantal. Sarah semakin tertawa melihat tingkah ku.
__ADS_1
" Ngomong-ngomong tentang pak Dirgantara, nanti malam dia akan mengajak ku ke pesta pernikahan rekan bisnis nya. Sebenar nya aku ingin menolak ajakan nya tapi takut dia tersinggung.aku malu pergi ke acara-acara pesta apalagi pesta orang kaya."
" Kenapa harus malu Non, justru ini kesempatan bagus untuk anda. dengan hadir nya anda di acara itu,anda bisa bertemu dengan para pembisnis dan juga para pengusaha.karena pasti yang hadir di sana rata-rata kalangan itu. dan anda bisa belajar langsung dari mereka." tutur Sarah. Ucapan nya ada benar nya juga, aku langsung semangat untuk menghadiri acara itu.
" Benar juga yang kamu bilang. kalau begitu tolong bantu aku pilihkan baju yang cocok untuk pergi ke pesta malam ini ya,"
" Siappp..! Nona bisa serahkan semua nya pada saya." ucap nya dengan penuh semangat. aku hanya tertawa melihat nya.
Waktu tak terasa sudah menunjukan pukul 5 sore.sebelum bersiap-siap aku memutuskan untuk makan terlebih dahulu karena perut ku yang sudah lapar, Sarah sudah datang membawakan makanan yang aku minta.Tak butuh waktu lama aku pun selesai makan, dan Sarah membawa kembali piring bekas makan ku ke bawah.
" Non, ada yang mencari anda." Ucap Sarah ketika sudah naik kembali ke atas.
" Siapa,? tanya ku heran.
" Kata nya dari salon. mau saya panggilkan mereka ke atas,? tawar nya seraya berbalik badan setelah mendapat anggukan dari ku.
" Maaf, ada apa ya kalian mencari saya,? tanya ku masih heran,pasal nya aku tidak kenal mereka dan juga tidak memanggilnya untuk datang ke tempat ku.
" Permisi Nona Indah, saya di tugaskan Tuan Dirgantara ke sini untuk merias anda. sekaligus mengantarkan pesanan beliau untuk anda." jawab wanita itu seraya menyerahkan sebuah box besar dengan di ikat tali pita berwarna merah muda.
Aku tertegun menerima nya dan juga heran kenapa Pak Dirgantara sampai menyewa perias hanya untuk sekedar hadir di acara pernikahan rekan bisnis nya. apa seperti ini ya menghadiri pesta orang-orang kaya. batin ku.
Setelah selesai mandi aku pun duduk di meja rias dan mereka pun sudah siap dengan peralatan make up nya. sebenarnya aku tidak suka berdandan terlalu berlebihan, biasa nya aku cukup memakai bedak dan lipstik saja itu pun warna nya yang tidak terlalu mencolok.
Selesai merias wajah serta rambut ku, aku bergegas menuju lemari baju untuk mencari gaun yang cocok untuk pergi ke pesta. bingung karena tidak punya gaun yang cocok, aku hanya bisa tertegun menatap tumpukan baju di lemari. selama ini aku memang tidak pernah menghadiri sebuah pesta, apalagi pesta orang-orang kaya.
__ADS_1
" Non, box dari Pak Dirgantara tadi tidak di buka.?siapa tahu isi nya memang khusus untuk menghadiri pesta," Sarah seperti nya paham kalau aku tengah kebingungan,seketika aku pun teringat dengan box yang mereka bawa tadi.langsung aku melangkah untuk mengambil box itu dan membuka nya.aku sangat penasaran dengan isi box itu, karena belum melihat isi nya saja, tampilan dari luar sudah terlihat mewah sekali.