Firasat

Firasat
Bab 24 Merasa tak nyaman


__ADS_3

" nggak masalah.. selagi aku bisa bantu, akan ku lakukan."


" Lebih baik sekarang kita sarapan dulu yuk." ajak nya.Aku hanya mengangguk dan mengikuti nya.


semua hidangan sudah tersaji di meja, lalu mas adi mengambil kan nasi untuk ku.


" Mas, biar saya ambil sendiri aja."


" Nggak apa-apa santai aja.. kamu makan yang banyak ya.. nggak usah malu-malu, anggap aja di rumah sendiri." aku hanya tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan nya.


kami makan tanpa bersuara.. selesai makan aku langsung membereskan meja makan dan mencuci piring.mas Adi sempat melarang tapi aku tetap membersihkan nya, aku merasa tidak enak di rumah nya hanya numpang makan dan tidur tanpa melakukan apa-apa.


" Mba nggak usah di cuciin, biar bibi aja," ucap bi sumi sambil mendekat.


" Nggak apa-apa bi, saya udah biasa cuci piring kok." sahut ku seraya tersenyum.


" Tapi saya nggak enak mba, mba kan tamu nya mas adi."


" udah nggak apa-apa bi, beneran. saya udah biasa kok melakukan pekerjaan rumah, jadi kalau hanya berdiam diri rasanya nggak nyaman."


" Baru kali ini mas Adi bawa temen perempuan, baik dan ramah lagi." sahut bi sumi tersenyum.


" Ah bibi bisa aja." senyum ku.


" beneran mba, biasa nya kalau ada temen perempuan yang main ke sini nggak ada yang kaya mba indah.boro-boro mau nyuci piring, nyapa bibi aja nggak pernah." ujar nya terekeh.


aku hanya tersenyum mendengar penuturan bi sumi. selesai mencuci piring aku melangkah ke teras hendak menuju ke taman bunga yang ada di halaman,ini masih jam 9 pagi, udara di taman pasti sejuk.


sesampai nya di teras, terlihat mas Adi sedang duduk sambil memainkan gawai nya. ketika melihat kedatangan ku dirinya menoleh dan langsung menyimpan handphone nya di saku.

__ADS_1


" Indah., duduk sini." panggil nya seraya menepuk kursi yang ada di samping nya.lalu aku menghampiri nya.


" Hari ini aku hendak keluar untuk menjemput adik ku di bandara, dia baru selesai kuliah D3 di luar kota dan rencana nya akan melanjutkan kuliah S1 nya di kota ini.apa kamu mau ikut,? tanya nya.


" kalau kamu merasa lelah, nggak apa-apa kamu istirahat aja di rumah. tapi kalau merasa jenuh, kamu bisa ikut dengan ku. sekalian menghilangkan suntuk dari pada nanti kamu di rumah malah kepikiran masalah mu."


" Mas kayak nya aku lebih baik pergi aja dari rumah ini, aku mau mencari kontrakan mumpung lagi libur kerja hari ini." ucap ku.


" Kenapa kamu terburu-buru mencari kontrakan,? apa kamu di sini merasa tak nyaman,?


" Bukan begitu mas, siapapun yang tinggal di rumah ini pasti akan merasa nyaman. aku hanya nggak mau merepotkan mas Adi terus menerus. selama ini mas udah sering membantu."


" kamu nggak usah merasa nggak enak, aku nggak merasa di repotkan sama sekali. aku hanya bantu sebisa ku. untuk sementara waktu selama kamu belum mendapatkan tempat tinggal baru, kamu bisa tinggal di sini dulu. di sini kamu nggak akan kesepian karena nanti ada rina, adikku yang bisa menemani mu.rumah ini juga terlalu besar untuk kami berdua.dan adikku juga pasti akan senang mempunyai teman di rumah jadi dia nggak akan merasa kesepian."


" Tapi mas... "


" Sekarang begini aja, untuk saat ini kamu tinggal di sini dulu sampai pikiran mu tenang, setelah itu saat libur kerja aku akan bantu kamu mencari kontrakan."


" Kenapa mas mau membantu ku,? Bukan kah mas Adi berteman dengan mas reza, ?


" walaupun kami berteman tapi bukan berarti aku mendukung perbuatan nya, dan aku membantu mu karena kebetulan terlihat di depan mata jadi aku hanya membantu apa yang bisa aku lakukan. dan anggap aja ini sebagai perwakilan permintaan maaf atas apa yang reza lakukan terhadap mu.pokok nya sekarang kamu jangan terlalu memikirkan hal-hal aneh, kamu harus tenangkan semua pikiran mu."


" Udah jam 10,sebentar lagi adikku akan sampai di bandara. apa kamu mau ikut,? tanya nya.


" Mmm...ya udah mas kalau gitu aku ikut aja, bingung juga di rumah sebesar ini sendirian."


" Ya udah yuk kita berangkat sekarang."


di perjalanan tidak terlalu macet, mungkin karena hari libur kerja. sambil menyetir, sesekali mas adi mengajak ku berbincang.

__ADS_1


" Nanti setelah menjemput rina kita mampir di restoran langganan aku dan rina dulu, setiap dia berkunjung ke sini pasti selalu minta mampir ke sana. mumpung ini hari libur,kita jalan-jalan.nanti kamu nggak usah sungkan ketemu rina,dia anak nya cepat akrab dengan siapa pun." aku hanya menggangguk mendengar ucapan mas Adi.


"Oh ya mas, apa adik nya mas Adi nggak apa-apa lihat aku ada di rumah,?


" Nggak apa-apa,. malah dia pasti akan senang karena mempunyai teman ngobrol di rumah. kamu tenang aja,rina itu anak nya ceria dan baik kok, pasti kalau ada dia di rumah akan terasa ramai dan kamu juga pasti cepat akrab dengan nya. lagi pula seperti nya kalian sepantaran."


" Dan besok kamu berangkat kerja nya bisa bareng rina, dia sekalian berangkat untuk mendaftar kuliah di kampus baru. pulang nya biar aku yang jemput sekalian pulang kerja, kebetulan arah pulang lewatin tempat kerja mu."


" Nggak usah mas biar nanti aku berangkat dan pulang kerja nya sendiri aja, aku nggak mau makin ngerepotin di sini."


" Kamu nggak ada ngerepotin sama sekali, kan sekalian lewatin tempat kerja kamu, jadi nggak ada salah nya bareng kan."


" Tapi besok aku nggak kerja dulu mas, seminggu ke depan aku ijin pulang kampung. karena udah dua tahun selama menikah dengan mas reza, aku nggak pernah pulang ke kampung halaman."


" Apa kampung halaman mu jauh?"


" Nggak kok mas, cuma sekitar 6 jam perjalanan dari kota ini."


" Perlu aku antar?"


" Nggak usah mas, biar aku pulang sendiri aja, lagi pula aku udah biasa sendiri."


" Kamu pulang naik apa,?


" Naik bus dari terminal, besok aku berangkat naik bus pagi aja. biar sampai kampung sore jadi nggak kemalaman di jalan."


" Ya udah besok pagi aku antar ke terminal sekalian berangkat kerja. HP mu mana sini,? biar aku catat nomor ku, jadi kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi aku." aku pun langsung menyodorkan HP ku pada mas Adi.


" Besok aku naik ojek mas ke terminal nya, lagi pula nggak terlalu jauh jadi nggak perlu di antar."

__ADS_1


" Nggak apa-apa.. kamu nggak perlu sungkan." ucap nya seraya tersenyum. aku pun membalas nya dengan senyuman. sebenarnya aku merasa kurang nyaman pergi berdua dengan mas Adi, apalagi status perceraian ku dengan mas reza belum resmi secara pengadilan. dan aku juga tidak terbiasa pergi berduaan dengan laki-laki lain selain mas reza.


__ADS_2