Firasat

Firasat
Bab 11 mendapat bonus


__ADS_3

***


Hari ini sudah tanggal 1, waktu nya aku menerima gajian.dengan semangat aku bergegas berangkat kerja setelah urusan rumah beres.


Di tempat kerja, sudah ada Rahma yang baru saja tiba. waktu menunjukan masih jam setengah 9 pagi. setengah jam waktu kami untuk beres-beres dan bersih-bersih.


setelah selesai kami pun duduk sambil menunggu pembeli.


" Oh iya indah., ini ada titipan dari tante. tante nggak bisa ke toko karena sedang ada urusan."


Rahma menyerahkan dua amplop.


" loh kok amplop nya dua,? tanya ku.


" Kata tante, amplop yang satu gaji mu. dan yang satu lagi itu bonus kamu bulan ini." jawab Rahma dengan senyuman khas nya.


mendengar ucapan Rahma, lekas aku buka amplop gaji ku terlebih dahulu. setelah aku buka dan aku hitung, aku heran karena uang nya lebih dua ratus ribu. Rahma tersenyum melirik ku.


" Bu ina nggak salah kasih gajian ku kan,? tanya ku heran.


" nggak kok, itu memang gaji kamu. kata tante gaji kamu memang naik dua ratus ribu bulan ini. karena kamu kerja nya rajin dan omset penjualan juga naik."


aku tersenyum senang mendengar nya. lalu aku lanjutkan membuka amplop satu lagi.ternyata isi nya ada lembaran merah sebanyak tiga lembar.


aku sangat bersyukur di saat jatah dari mas reza berkurang, tapi aku bisa mendapatkan bonus dan gaji ku pun naik bulan ini.


" Gaji kamu kan udah naik, terus bulan ini dapat bonus juga. kamu bisa gunakan sedikit untuk perawatan biar suami kamu nggak menghina mu lagi," Saran Rahma.


" Uang ini akan aku gunakan untuk keperluan rumah dan dapur, soalnya bulan ini jatah yang suami aku berikan berkurang,"


" Berkurang,? Kok bisa,? tanya nya heran.


" Adik ipar ku minta di belikan handphone baru, jadi mas reza membelikan nya dengan mengurangi jatah bulanan ku." jawab ku dengan lesu.

__ADS_1


" Terus kamu diam aja,?


" Aku udah protes tapi tetap aja mas reza nggak memperdulikan nya.kalau udah menyangkut ibu dan adik nya, dia akan melakukan apa pun demi kebahagiaan mereka.katanya keluarga di atas segala-gala nya."


" Tapi kan kamu istri nya, harusnya suami mu itu bersikap adil."


" Yah begitu lah.." aku tersenyum getir.


" Kalau boleh tahu, memang nya jatah yang suami kamu berikan berapa,? Tanya nya penasaran.


" Biasa nya 1 juta sebulan, tapi bulan ini hanya 500 ribu. sedangkan kontrakan sebulan nya 500 ribu. jadi uang yang di berikan hanya cukup untuk bayar kontrakan aja.Kebutuhan listrik,dapur dan lain-lain dari gaji ku," balas ku.


sudah beberapa hari ini aku selalu bercerita masalah apapun, termasuk urusan pribadi ku pada Rahma. selain bisa di percaya, dia juga selalu memberikan aku solusi.dan Rahma satu-satu nya teman baik yang aku punya. selama berteman dengan nya tidak pernah sedikit pun kami berselisih paham.


" Ya ampun indaahh...kamu kok betah sih punya suami pelit kayak gitu? sudah pelit banyak nuntut pula.! kalau aku jadi kamu, sudah aku buang ke laut suami kayak gitu,! sungut nya menggebu-gebu.


" Terus wanita yang megirim pesan ke handphone suami mu, apa sudah kamu tanyakan itu siapa,?


tanya nya."


" kenapa kamu tidak menanyakan nya,? tanya Rahma.


" Aku takut mas reza marah karena aku sudah lancang membaca pesan di handphone nya. jadi aku belum berani menanyakan nya."jawab ku.


ketika kami sedang berbincang,suara musik terdengar dari tas Rahma. pertanda ada telepon masuk.


" hallo tante... "


" berapa banyak tan,? Ok siap tan, akan kami siapkan sekarang juga."


" Iya baik tan, nanti tante kirim saja alamat nya ke handphone aku ya,"


selesai menerima telepon, Rahma bergegas berdiri.

__ADS_1


" Bu ina telepon ada apa,Ma?" tanya ku penasaran.


" Tante minta kita menyiapkan roti sebanyak 200 pcs. satu jam lagi minta di antar ke hotel xxx karena yang pesan sedang ada acara di hotel itu."


" Oh ya sudah kalau gitu kita siap kan sekarang."


Kami pun bergegas menyiapkan pesanan, tak ada perbincangan lagi di antara kami berdua.Aku dan Rahma fokus menyiapkan pesanan dengan jumlah yang lumayan banyak.beruntung stock roti yang ada di toko cukup jumlah nya.


semua roti yang ada di estalase toko langsung kosong tak tersisa. nanti siang orang produksi akan mengirim stock roti lagi ke toko.Aku bersyukur orderan semakin hari semakin meningkat, semoga saja penjualan selalu mencapai target. jadi aku bisa mendapatkan bonus setiap bulan nya.


sudah hampir satu jam akhir nya pesanan telah selesai di siap kan. sekarang baru jam sebelas siang. mungkin yang pesan sengaja memesan di jam siang supaya pas dengan jam makan siang.


tak berapa lama datang ojek yang akan mengambil pesanan.


" Ndah, kamu ikut ya sama abang ojek itu untuk mengantarkan pesanan ini. karena yang pesan minta bayar di tempat. nanti kamu pulang nya sama abang ojek itu lagi.mereka juga nanti yang bayar ojek nya." pinta Rahma.


" Baik lah kalau begitu aku ambil tas sama jaket dulu ya." jawab ku.


**


Setengah jam kemudian kami sampai, setiba nya di hotel yang di maksud aku langsung menelepon Rahma untuk segera menghubungi orang yang memesan roti.


tak lama seorang wanita ke luar dari dalam gedung hotel, dan mengarahkan kami ke lantai atas tempat di mana acara di laksanakan. lalu aku dan ojek yang membantu ku membawakan sebagian pesanan mengikuti nya. beberapa lama menunggu, wanita tadi muncul lagi dan menghampiri kami untuk membayar pesanan roti tadi sekalian ongkos untuk abang ojek. setelah selesai kami pun turun ke tempat di mana abang ojek tadi memarkirkan motor nya.


sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, sambil menunggu abang ojek mengambil motor nya di parkiran, aku menunggu di area luar gedung hotel sambil mencari penjual minuman karena cuaca siang ini terik sekali.


karena sudah masuk jam makan siang, jadi tempat makan di dekat area hotel ramai sekali. karena memang selain gedung hotel, kawasan ini banyak sekali gedung-gedung perkantoran.


Lalu aku mencari tempat berteduh di sebuah tempat makan yang tidak terlalu ramai, aku berdiri di pinggir tembok biar tidak mengganggu pengunjung yang keluar masuk tempat makan tersebut.


" Eh bro, lo pesan aja yang banyak gausah sungkan.tenang aja hari ini gw yang traktir semua nya." sahut suara di belakang ku.


Spontan aku menoleh ke arah suara yang sangat aku kenal.

__ADS_1


aku terkejut karena ternyata di sana ada mas reza dan mas Adi yang sedang duduk hendak makan siang.aku baru ingat ternyata ini juga area kantor tempat mas reza bekerja.


Dulu aku pernah ke kantor nya beberapa kali pas awal-awal kami menikah.tapi sudah setahun lebih aku tidak pernah berkunjung lagi ke kantor nya. tak lama terdengar lagi perbincangan dari mereka.


__ADS_2