
aku pulang dengan berjalan kaki, beruntung jarak antara rumah mertua dan kontrakan ku tidak terlalu jauh.15 menit akhir nya aku sampai di rumah. gegas ku buka pintu lalu masuk ke dalam rumah. aku langsung membersihkan diri untuk segera beristirahat. selesai mandi ku rebah kan tubuh ku di kasur.
pikiran ku menerawang memikirkan nasib rumah tangga ku ke depan nya, tak menyangka baru menginjak usia pernikahan 2 tahun keadaan rumah tangga ku sudah seperti ini, belum lagi ada campur tangan mertua ku.aku hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi ke depan nya.
Mungkin pernikahan ku dulu terlalu terburu-buru tanpa mengenal lebih dekat sifat mas reza dan keluarga nya, perkenalan ku dengan mas reza dan kelurga nya sangat singkat. dan aku pun menikah masih terlalu muda di usia 18 tahun. dari awal pernikahan mas reza memang tidak terbuka untuk masalah keuangan, tapi aku pikir itu bukan masalah serius, mungkin hanya saat itu saja dia seperti itu. ternyata itu adalah memang sifat asli nya.
tak mau membuat hati ku makin sedih dengan memikirkan masalah ku, ku pejamkan mata untuk beristirahat supaya besok kerja tidak kesiangan. ini sudah jam 10 malam, dan mas reza masih belum pulang.aku juga sudah tidak perduli lagi dia mau pulang jam berapa, aku sudah lelah dengan sikap nya.
**
alarm berdering, ku buka mata dan jam sudah menunjukan pukul 5 pagi. ku lihat mas reza tidak ada di kamar. aku bergegas ke kamar mandi untuk sholat subuh setelah itu aku ke luar kamar.
ku lihat dari celah jendela motor mas reza pun tidak ada. mungkin dia menginap di rumah ibu nya. batin ku
ku langkah kan kaki ke dapur untuk membuat sarapan ku. beruntung ada telur 2 pas untuk sarapan dan bekal ku. aku hari ini tidak akan memasak untuk mas reza, biar lah dia makan di rumah ibu nya. selagi dia tidak memberi ku uang dapur, aku tidak akan masak untuk nya.
jam setengah 7 aku langsung sarapan, setelah selesai aku siap-siap mandi untuk berangkat kerja.
ketika sedang ber siap-siap terdengar suara motor mas reza di depan rumah. ku lirik jam sudah jam 7 pagi. ku abaikan kepulangan nya, aku tidak mau pagi ini mood ku jadi rusak.
__ADS_1
suara pintu rumah terbuka, lalu terdengar suara langkah kaki menuju kamar.
" Bagus kamu ya menghamburkan uang yang aku kasih?! begitu pintu kamar terbuka, mas reza langsung melontarkan kata-kata.
aku tetap diam dan mengabaikan nya.
" Hehh.. aku sedang bicara.! apa kamu tuli?!
" Oh kamu lagi bicara sama aku, kirain lagi mengarang cerita. soalnya kamu nanya sesuatu hal yang nggak ada jawaban nya. memang nya kamu ngasih aku uang berapa sampai bilang aku menghamburkan uang mu.? 500 ribu itu,? tuh udah pegang sama ibu kontrakan, kalau kamu mau ambil silahkan ke ibu kontrakan. lalu uang apa lagi yang kamu bahas,? ku jawab gertakan nya dengan senyum mengejek.
" Kamu mulai berani ya melawan ku,!
" Kenapa aku harus takut dan diam pada suami dzolim,? kamu yang membuat ku jadi seperti ini. kamu kira aku nggak punya hati dan perasaan, di sakiti pun tetap diam. begitu?! kamu sadar nggak sebagai suami apa udah melaksanakan kewajiban mu,? jangan hanya bisa nya menuntut aja.!
" Istri durhaka,?? nggak salah,?? yang ada juga suami durhaka pada istri.! selama ini aku udah melakukan kewajiban ku sebagai istri, aku juga bisa menjaga marwah ku sebagai istri. Lalu kamu apa,? membawa wanita bukan yang muhrim ke rumah ibu mu di saat masih memiliki istri sah.kamu bisa mengoreksi orang lain tapi tidak bisa berkaca pada diri sendiri."
" Itu semua karena salah mu sebagai istri nggak bisa di andalkan dan nggak bisa menyenangkan suami. jika suami berpaling pada wanita lain berarti kesalahan ada pada istri nya.! kamu lihat diri kamu, berbeda jauh dengan tiara. dia wanita sempurna dan bisa membahagiakan ku.!
" Lalu sekarang kamu mau apa,? mau protes,? kamu suka atau nggak, aku nggak perduli.!
__ADS_1
ke sekian kali nya hatiku sakit mendengar semua ucapan nya, mas reza tak punya perasaan. tega nya dia bersikap dan mengucapkanl kata-kata menyakitkan itu. aku harus kuat, jangan menangis di hadapan nya. akan aku tunjukan kalau aku bukan wanita lemah lagi.
" Terserah kamu mas mau melakukan apa pun, aku juga nggak perduli.!
lalu aku bergegas melangkah keluar kamar, aku harus segera menghindari perdebatan ini sebelum air mata ini keluar. biar lah nanti aku pikir kan lagi apa yang harus aku lakukan. walaupun aku berusaha kuat tapi tetap saja hati ini sakit mendengar perkataan mas reza, dan penghianatan nya padaku. dada ku pun sesak rasanya.
buru-buru aku melangkah keluar rumah, tak lupa bekal yang sudah aku siapkan di masukan ke dalam tas.
" Indah..! aku belum selesai bicara.! dasar istri kampungan nggak punya sopan santun. suami sedang berbicara malah nyelonong pergi.! terdengar teriakan mas reza dari dalam kamar.. aku mengabaikan nya dan langsung buru-buru melangkah ke jalan.
aku sudah tak kuat rasanya, kalau bukan untuk memberikan pelajaran kepada mereka mungkin aku tidak akan bertahan. ku tarik nafas dan membuang nya perlahan untuk menghilangkan sedikit rasa sesak ku.
tepat jam 8 lewat aku sudah tiba di toko..rahma belum datang karena jam memang masih pagi. aku lebih cepat dari biasa nya karena gara-gara menghindari mas reza. lekas aku buka pintu dan segera masuk. buru-buru aku rapih-rapih dan membersihkan semua nya. setelah selesai aku duduk untuk sekedar melepas lelah.
tak lama motor rahma tiba dan langsung masuk menghampiri ku. dengan wajah heran dia memperhatikan ku.
" sepagi ini kamu udah selesai merapikan dan membersihkan semua nya,? kamu datang jam berapa memang nya?" tanya nya seraya melihat ke sekeliling.
" Iya tadi aku sengaja berangkat dari rumah lebih pagi dari biasa nya, soalnya aku lagi malas berdebat sama mas reza. aku lelah tiap hari harus menghadapi sikap dan perkataan nya."
__ADS_1
" Kalian bertengkar gara-gara masalah semalam,?"Oh iya.., gimana reaksi suami dan mertua mu melihat penampilan baru mu semalam,? kenapa wajah mu terlihat nggak semangat,?
" Mereka agak terkejut sih melihat penampilan ku semalam, tapi mereka malah menuduh ku menghabiskan uang mas reza untuk bersenang-senang."