Firasat

Firasat
Bab 39 Pertolongan wanita kuat


__ADS_3

Masih dalam ketakutan aku berpikir bagaimana cara nya untuk meminta tolong pada wanita itu, jika aku berteriak, aku takut pisau itu melayang ke arah ku. akhir nya aku punya ide.


" Tolong jangan sakiti saya, kalau kamu mau ambil tas saya silahkan, saya akan memberikan nya. asal kamu lepaskan saya." Ucap ku dengan nada memohon dan sengaja di buat terlihat seperti orang yang sangat ketakutan agar wanita itu mengerti bahwa aku dalam bahaya.


" Diam jangan banyak bicara, sekali lagi kamu berisik maka saya nggak segan-segan menghabisi mu.! gertak laki-laki itu.


Bugghhh... bugghhh... bugghhh...


Tiba-tiba wanita tadi langsung menghajar laki-laki itu dari belakang sampai dia tak berkutik.


" Pergi sekarang juga sebelum saya yang akan menghabisi mu terlebih dahulu.! gertak wanita itu. dengan terbirit-birit laki-laki itu pun pergi meninggalkan kami. aku bernafas lega karena penjahat itu sudah pergi.


" Terima kasih banyak ya mba sudah menolong ku, kalau nggak ada mba entah apa yang akan di lakukan penjahat itu padaku." ucap ku masih dengan raut ketakutan dan keringat dingin.


" Sama-sama Nona, saya hanya melakukan apa yang bisa saya lakukan." ucap nya terlihat tegas dan berwibawa dengan postur yang gagah untuk seukuran wanita.


" Anda pasti masih syok dengan kejadian tadi, lebih baik anda duduk dulu dan ini minum lah biar lebih tenang," ucap wanita itu menyodorkan mineral botol. aku hanya diam dan menatap nya tanpa menerima minuman di tangan nya.


" Kalau begitu sebentar saya beli kan minuman yang baru di warung depan itu," tunjuk nya pada warung yang ada di sebrang jalan, seperti paham dengan pemikiran ku dia pun berinisiatif membelikan minuman baru dan langsung menyebrang jalan. bukan nya aku berpikiran buruk tentang wanita itu, hanya saja aku harus lebih waspada terhadap siapapun terlebih orang yang baru saja aku kenalkenal walaupun tadi dia sudah menolong ku.


Dengan berlari dia pun menyerahkan botol mineral itu padaku. lalu aku langsung menerima dan meneguk nya. setelah sedikit lebih tenang, aku pun mengajak wanita itu berbincang.


" Sekali lagi Terima kasih banyak ya mba, maaf jadi merepotkan." ucap ku.


" Iya sama-sama Nona, saya juga senang bisa membantu anda."

__ADS_1


" Tapi tadi mba beneran hebat banget bisa ngalahin penjahat itu, mba seperti nya jago bela diri ya,? tanya ku masih terpana pada wanita kuncir kuda itu.


" Biasa saja Nona, hanya sedikit untuk menjaga diri dari orang-orang jahat," jawab nya sopan.


" Perkenalkan nama ku indah, Nama mba siapa,? tanya ku.


" Nama saya sarah, Nona bisa panggil saya sarah saja." sahut nya.


" Baiklah sarah, sebagai ucapan Terima kasih, bagaimana kalau aku mentraktir mu makan." ucap ku.


" Terima kasih Nona, tapi anda tidak perlu melakukan itu, karena saya tulus menolong anda."


" Nggak apa-apa, cuma makan aja kok. sekalian temenin aku soalnya nggak enak makan sendirian. Oh iya, panggil aku indah aja, jangan panggil Nona karena terdengar kurang nyaman seperti orang kaya aja." ucap ku seraya terkekeh.


" Tidak apa-apa Nona, anggap saja nama anda adalah Nona." sahut nya tersenyum ramah.


Setengah jam kemudian kmi tiba di sebuah mall yang berada di samping ruko ku, aku pun turun dari angkutan dan melangkah menuju pintu masuk mall.


" Nona, apa kita akan makan di sini,? tanya sarah.


" Iya.. kita makan di dalam mall aja,biar lebih banyak pilihan." sahut ku. sarah pun mengangguk dan mengikuti ku. lalu kami masuk ke salah satu restoran, dan memesan menu makanan. sambil menunggu pesanan tiba, aku mengajak sarah berbincang.


" Sarah, rumah kamu dimana,? kamu kerja atau kuliah,? tanya ku memulai percakapan.


" Saya tidak punya tempat tinggal tetap Nona, jadi saya tidur di mana saja yang penting tidak kehujanan. dan saya pun hanya bekerja serabutan yang penting perut bisa terisi dan tidak kelaparan." sahut nya seraya tersenyum, mendengar penuturan nya membuat ku merasa iba.

__ADS_1


" Orang tua mu atau keluarga mu dimana,? tanya ku lagi.


" Saya tidak punya keluarga, orang tua saya sudah tiada semenjak saya lahir ke dunia." ucap nya dengan tegas dan tak ada sedikit pun memperlihatkan raut wajah kesedihan nya padaku.


" Berarti nasib kita sama, aku juga udah nggak punya siapa-siapa. orang tua ku sudah meninggal beberapa tahun lalu." ucap ku seraya tersenyum tipis padanya.


" Lalu tadi kamu hendak pergi kemana,? tanya ku lagi.


" Saya senang berpetualang, saya akan pergi kemana saja mengikuti kemana kaki ini melangkah, tapi tak di sengaja malah melihat anda dengan penjahat itu." ucap nya.


" Kenapa kamu nggak mencoba mencari pekerjaan,? supaya kamu nggak tinggal di jalanan dan bisa menghidupi diri sendiri." tanya ku.


" Saya sudah mencoba mencari pekerjaan tapi sampai saat ini belum mendapatkan nya."


" Sebenarnya aku ada rencana membuka rumah makan kecil-kecilan,tapi masih proses persiapan. Kalau kamu mau, nanti kamu bisa bantu-bantu di tempat ku. Yah walaupun usaha ku kecil-kecilan dan tidak bisa memberikan gaji besar tapi setidak nya kamu ada tempat tinggal yang jelas dan tidak kelaparan." tapi kalau kamu nggak mau juga nggak apa-apa." tutur ku.


" Tentu saja saya mau Nona, saya senang anda mau memberikan saya pekerjaan. apalagi anda kelihatan nya orang baik. tentu saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." ucap nya dengan antusias.


Kami pun siap menyantap makanan, karena hidangan yang kami pesan sudah tiba. tak banyak bicara kami langsung menghabiskan nya.


" Nanti setelah makan kita jalan-jalan dulu di mall ini, supaya pikiran kita terlupakan dengan ketegangan tadi." ucap ku. sarah hanya mengangguk tersenyum.


Kami pun selesai makan, dan lanjut berkeliling mall. aku memasuki salah satu toko baju karena seperti nya sarah tidak memiliki banyak pakaian. aku akan membelikan nya beberapa stel sebagai ucapan terima kasih ku tadi karena dia sudah menolong ku.


" Sarah kamu pilih aja beberapa baju yang kamu suka, nanti biar aku yang bayar." ucap ku.

__ADS_1


" Tidak perlu Nona, saya masih ada beberapa baju di dalam tas." tolak nya.


" Nggak ada penolakan, anggap aja ini sebagai perkenalan kita." dengan sedikit nada memaksa aku berucap. dan terlihat sarah agak sedikit ragu lalu tak lama dia pun mulai memilih-milih beberapa pakaian yang berjejer.


__ADS_2