Firasat

Firasat
Bab 41 Bantuan chef


__ADS_3

Setelah setengah jam pesanan Dirgantara pun selesai, karena sudah tidak ada pesanan lagi maka Indah pun mengantarkan nya sendiri ke meja Dirgantara.


" Permisi pak, ini pesanan nya." ucap Indah seraya meletakkan pesanan Dirgantara ke atas meja. setelah selesai meletakkan Indah pun pamit hendak kembali ke dapur.


" Tunggu.! Suara bariton nya mengagetkan ku. ku hentikan langkah dan menoleh pada nya.


" Ada apa,? tanya ku heran, karena aku merasa sudah benar membuat kan pesanan sesuai yang dia pesan.


" Apa menurut mu perut ku terbuat dari karet sehingga bisa menghabiskan makanan sebanyak ini sekaligus,? tanya nya yang membuat ku semakin heran.


" Bukan kah tadi anda yang memesan nya untuk 2 orang,? jawab ku.


" Iya saya memang memesan untuk 2 orang, tapi apa kamu lihat di sini yang duduk selain ada saya apa ada orang lain lagi,? tanya nya semakin membuat ku bingung.


" Lalu menurut anda apa saya ini bisa melihat makhluk lain selain anda,? sudah jelas-jelas di sebelah anda tak ada siapapun,kenapa masih bertanya,? jawab ku sedikit kesal, ternyata selain manusia dingin, dia juga manusia aneh. batin ku.


" Kalau begitu, kamu yang makan." sahut nya seraya menyodorkan makanan yang ada di meja ke hadapan ku. dan dengan santai nya dia menyendok makanan nya ke dalam mulut. aku masih diam berdiri menatap nya.

__ADS_1


" Kenapa,? apa begini cara mu menghargai pelanggan,? anggap saja aku mentraktir mu." ucap nya lagi sembari melahap kembali makanan yang ada di piring nya.dengan berat hati aku pun menuruti nya dan duduk di kursi yang ada di hadapan nya. dengan perlahan aku pun mulai menyantap makanan buatan ku. sebenarnya perut ku juga memang sedang lapar, karena terkadang kalau sedang ramai seperti hari ini dan kemarin rasa lapar jadi hilang. dan tak jarang pula jadi lupa untuk makan siang.


Setelah makanan ku habis, aku tak langsung beranjak dari kursi. aku hanya penasaran kenapa dia bisa ada di sini. apa memang kantor nya di sekitar sini atau memang kebetulan sedang lewat.


" Masakan mu enak, tapi ada satu kekurangan nya," ketika aku hendak bertanya, dia sudah bersuara terlebih dahulu.


" Apa kekurangan nya,? tanya ku.


" Kamu tahu,? jika ingin jadi pengusaha sukses itu harus sigap, cekatan dan bisa mengatur waktu se efisien mungkin.rumah makan mu menu nya enak, dan sangat menarik. harga nya pun masuk untuk kantong menengah ke bawah. tapi penyajian nya membuat orang harus di uji kesabaran. saran ku jika usaha mu ingin semakin maju, kamu harus memakai jasa chef handal yang bisa menghandle pesanan customer meskipun dalam jumlah banyak sekalipun tak perlu membutuhkan waktu lama. agar mereka yang makan di sini merasa puas dengan pelayanan nya dan akan kembali lagi ke sini." saran nya panjang lebar. sebenarnya mendengar saran nya membuat ku tertarik dan apa yang di katakan nya ada benar nya, tapi untuk saat ini aku belum berani menambah karyawan apalagi membayar chef.


" Kalau kamu mau, akan saya kenalkan pada chef yang baru lulus dari luar negeri. biasa nya mereka sebelum terjun ke restoran-restoran besar,mereka akan mengabdi pada resto-resto kecil terlebih dahulu untuk mempraktekan ilmu nya tanpa mau di bayar. bisa di terima saja mereka sudah sangat senang." ucap Dirgantara asal, agar Indah mau menerima tawaran nya.


" Anda serius,? apa iya mereka tak mengharapkan bayaran,? kalau mereka tak di bayar, terus biaya hidup mereka gimana,? tanya ku karena penasaran dengan apa yang ia ucapkan.


" Kamu bisa bertemu dulu dan bisa tanyakan langsung pada mereka.kalau perlu saya hubungi sekarang juga agar mereka datang ke sini.karena mereka juga pasti akan senang jika ada pihak resto yang akan memakai jasa nya."


" Baik lah kalau begitu aku ingin bertemu dengan mereka terlebih dahulu." jawab ku menyetujui.

__ADS_1


Satu jam berlalu mereka pun datang, dua laki-laki yang terlihat masih muda langsung mendekat dan menghampiri kami. aku pun bersalaman dan mulai menanyakan dengan apa yang pak Dirgantara ucap kan tadi. dan ternyata benar mereka tanpa di bayar pun sangat senang bisa di terima di tempat ku. sebenarnya aku masih heran dan penasaran,tapi karena aku tidak paham mengenai dunia chef apalagi lulusan luar negeri jadi aku memilih diam dan menerima mereka.


Setelah ada chef yang membantu ku pekerjaan ku sangat terbantu, aku hanya fokus di meja kasir untuk menerima pembayaran pelanggan saja. karena benar apa yang di katakan pak Dirgantara, pekerjaan chef bisa di andalkan dan semua pelanggan puas dengan penyajian nya.


Sudah seminggu usaha rumah makan ku berjalan, walaupun baru beberapa hari tapi pelanggan ku semakin banyak. aku bersyukur karena usaha ku di lancarkan.


" Nona, ada telepon dari PT. Mega Utama. beliau ingin berbicara dengan owner rumah makan ini," Sarah tiba-tiba menghampiri ku ketika aku sedang di dapur untuk melihat cara chef memasak. lalu aku pun menerima telepon yang Sarah berikan dan berbincang dengan orang di sebrang telepon. setelah selesai berbincang aku pun mengakhiri telepon dan langsung memanggil Sarah dengan perasaan senang sekaligus tak percaya dengan apa yang barusan aku dengar.aku langsung mengajak Sarah duduk.


" Sarah aku seneng banget, kamu tahu ngga yang tadi telepon dari PT. Mega Utama itu bilang kalau dia akan pesan makanan dalam jumlah banyak setiap seminggu sekali dan minta di kirim kan ke kantor nya sebelum jam makan siang." ucap ku penuh antusias.


" Wahhh saya ikut senang mendengar nya, semoga semakin banyak yang pesan dalam jumlah besar ya Non." ucap Sarah ikut bahagia mendengar apa yang aku sampaikan.


" Memang mereka pesan berapa box,? tanya Sarah.


" Pesan 150 box dan mereka sudah membayar lunas melalui transfer sebesar 10 juta.mereka sengaja melebihkan pembayaran nya untuk biaya antar dan juga sewa kendaraan." sahut ku.


" Masih ada waktu 3 hari lagi, berarti kita harus siapkan bahan-bahan nya mulai besok. supaya nanti kita nggak keteteran." ucap Sarah, aku pun mengangguk setuju. semoga usaha ku semakin ramai dan berkembang. aku benar-benar bersyukur usaha ku di lancarkan dan di mudahkan. dan berkat bantuan Sarah juga,aku terbantu mengurus rumah makan ini.kalau saja masih ada ayah dan ibu, pasti mereka akan senang dan bangga melihat anaknya bisa berhasil.

__ADS_1


__ADS_2