Firasat

Firasat
Bab 36 Pindah ke ruko baru


__ADS_3

" Kemarin waktu aku pulang kampung, ada yang menawar rumah peninggalan orang tua ku. jadi aku menjual nya karena aku juga udah nggak punya siapa-siapa lagi di sana. dan uang hasil penjualan nya aku belikan ruko yang bisa aku gunakan untuk tempat tinggal serta membuka usaha."


" Memang nya kamu mau usaha apa,?


" Aku sih pengen nya buka usaha makanan, tapi belum tahu makanan apa karena aku belum memiliki ide dan juga keahlian." jawab ku.


" Kenapa kamu nggak buka rumah makan aja,? masakan mu kan enak pasti banyak yang suka dan ketagihan."


" Tapi kalau rumah makan kan harus pintar masak, sedangkan aku kan nggak pintar masak." sahut ku.


" Siapa bilang kamu nggak pintar masak, ini masakan mu aja rasanya nggak kalah dari restoran mahal. Iya kan mas,?


" Iya benar kata rina, masakan kamu enak kok. kalau kamu buka rumah makan pasti banyak yang suka dengan masakan mu." sahut mas Adi.


" Nanti pokok nya aku bantu promosiin deh sama temen-temen kuliah ku. dan kayanya nanti aku bakal beralih langganan ke rumah makan mu deh dari pada ke restoran tempat kita makan kemarin." timpal rina seraya terkekeh.


Aku tersenyum mendengar ucapan nya. mendengar semua dukungan mereka membuat ku semangat untuk membuka usaha rumah makan, mungkin nanti aku akan banyak mempelajari berbagai menu masakan di utub agar semakin lihai memasak beragam menu makanan.


" Besok aku bantuin kamu pindahan ya, aku juga ingin tahu tempat tinggal mu yang baru. biar nanti aku bisa main-main ke kesana.boleh kan?" ucap nya lagi.


" Iya boleh donk.. malah aku senang kalau kamu sering-sering main ke tempat ku. jadi nanti aku ada temen nya dan nggak kesepian." sahut ku dengan antusias.


" Besok biar aku yang antar kalian pindahan," sahut mas Adi.

__ADS_1


" Nggak usah mas, mas Adi kan harus kerja. aku nggak enak selalu merepotkan." ucap ku.


" Nggak apa-apa.. besok aku bisa minta ijin cuti 1 hari ke kantor. mana mungkin aku tega melihat kalian pindahan tanpa ada laki-laki yang menemani. siapa tahu nanti di sana tenaga ku di butuhkan." sahut nya seraya mengerdipkan mata.


Kami pun tertawa bersama, malam ini menambah kebahagiaan ku. dan kehangatan malam ini mengingat kan ku kepada kedua orang tua ku. Dulu saat mereka masih hidup, kami pun selalu bersenda gurau seperti ini di meja makan ketika selesai makan bersama, bahkan ketika ada waktu luang kami selalu berkumpul di ruang TV sambil bercerita tentang segala hal. walaupun kami hidup sederhana tapi kami sangat bahagia. kehidupan kami selalu di warnai tawa dan ceria.


***


" Bagaimana semua nya,? apa berjalan sesuai rencana,? tanya dirgantara pada alex.


" Laporan dari wanita yang kita sewa untuk berpura-pura sebagai pemilik ruko, semua nya berjalan sesuai rencana pak. Hari ini nona Indah akan segera menempati ruko itu."


" Jadi untuk semua barang-barang yang sudah kita siap kan tidak ada masalah atau penolakan dari nya,?


" Bagus kalau begitu, sekarang tinggal kita atur untuk membantu mengembangkan usaha yang akan dia kelola tanpa dia ketahui. suruh orang yang memantau nya untuk melaporkan segala hal termasuk hal sekecil apapun mengenai kegiatan nya."


" Baik Pak, nanti akan saya perintahkan. Lalu sampai kapan bapak akan merahasia kan mengenai jati diri nona indah,?


" Tunggu setelah dia sukses membangun usaha nya, saya akan memberitahu kan semua nya. dia harus mempersiapkan mental nya supaya bisa menerima semua yang akan saya sampaikan nanti. untuk saat ini biarkan dia bekerja keras dulu membangun cita-cita nya.agar ketika nanti dia mengetahui jati diri nya,dia sudah bisa mengelola perusahaan yang ayah nya titipkan padaku." alex hanya mengangguk mendengar ucapan dirgantara.


" Apakah setelah nona indah mengetahui semua nya dan mengelola perusahaan nya sendiri, anda akan tetap di samping nya untuk menjadi orang kepercayaan sesuai permintaan terakhir ayah nya ,?


" Aku belum tahu, tapi selagi dia belum bisa berdiri sendiri tentu aku akan selalu ada di samping nya."

__ADS_1


" Apa kau sudah memerintahkan kan orang mu untuk selalu melapor kan segala hal mengenai nona indah,?


" Sudah pak, saya sudah memerintahkan nya. dan sekarang mereka sedang mengikuti nona indah, seperti nya nona indah akan menuju ruko itu di antar oleh teman nya."


" Baik lah, kau bisa kembali ke ruangan mu sekarang."


" Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu." dirgantara hanya mengangguk.


Setelah kepergian Alex, dirgantara merenung menatap ke luar gedung yang berjendela kan kaca. ruangan dirgantara hampir seluruh nya berdinding kaca, ruangan seorang pimpinan sementara. sebelum pemilik aslinya akan menempati ruangan itu.


" Entah kenapa tatapan wanita itu membuat ku teringat dengan gadis masa kecil ku, gadis yang sudah menolong ku ketika aku hampir saja jatuh ke dalam sebuah jurang ketika berlibur ke sebuah desa bersama keluarga ku, gadis yang beberapa hari selalu menemani ku ketika aku kesepian karena tidak mempunyai teman. dan sekarang entah dimana gadis itu, aku selalu berharap bertemu dengan nya. andai saja dulu aku mengetahui nama dan tempat tinggal nya, pasti sekarang aku sudah bisa menemukan nya." gumam dirgantara.


Sementara di sisi lain, indah sudah bersiap-siap akan menuju ruko yang baru saja di beli nya, dia akan mampir ke bank terlebih dahulu untuk menyelesaikan pembayaran ruko ke bu irma. setelah itu dia akan langsung menuju ruko untuk segera menempati nya.dengan di antar Rina dan juga Adi, Indah melangkah keluar rumah.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil dan tak lama mobil mereka melaju keluar jalanan. 1 jam lebih kemudian mereka tiba di ruko setelah selesai urusan ke bank.


" Indah ini ruko nya,? tanya rina heran ketika kami sudah sampai di depan ruko.


" Iya..yuk kita masuk." ucap ku.


" Ruko nya nyaman dan bersih ya, mana seperti nya baru di renovasi pula. jadi kamu nggak perlu capek bersih-bersih dan renov ulang lagi deh." ucap nya lagi ketika pintu ruko terbuka dan kami pun memasuki nya.


" Iya kamu benar..aku juga tertarik untuk membeli nya karena ruko ini sangat bersih dan terawat sekali." sahut ku.

__ADS_1


__ADS_2