First Wedding Trip

First Wedding Trip
Ternyata dia sangat cantik


__ADS_3

"Ayah, jika kau sangat peduli dengan hal itu kenapa tidak kakak pertama saja yang kau nikahkan, dia sangat pandai menggoda, sudah berapa banyak pria kaya yang menjadi pacarnya, kenapa harus aku, toh tuan Sorno juga tidak kalah kayanya, atau kakak cuma mau yang perkasa aja ya, yang udah tua mah udah nggak efektif lagi iyakan"


perkataan tentu saja ada batasnya kan, akan tetapi sepertinya tidak ada pada Adrianty saat ini. Dia sangat memberanikan diri dan mencoba menjatuhkan harga diri keluarga tirinya itu.


" jaga mulutmu!! kau cuma anak yang di besarkan di keluarga kami, kau tahu" gelas kaca sudah melayang di hadapan Adrianty.


Tapi apakah gelas itu akan menghantam dirinya? tidak. Adrianty tidak selemah yang terlihat. Dengan sigap dia mengambil gelas itu.


"Hai kakak tiri, kalau kau tidak tahu malu itu ada batasnya juga lho, tanya pada ayah mu itu siapa sebenarnya orang yang menumpang hidup! " Adrianty meletakkan gelas tadi ke atas meja dengan kasar. Dia berjalan meninggalkan ruang tamu itu.


Ayahnya hanya diam dan tidak ingin ikut campur permasalahan ini.


"Sudahlah, kau juga begitu. kau sudah besar tapi tidak berguna, siapa cowokmu itu, apa dia sudah mengirimkan investasi nya ke perusahaan kita, jangan harap kau ku akui sebagai seorang anakku jika dia tidak memberikan kita sedikit keuntungan!"


Kakak tirinya meresa geram. Dia mengepal tangannya di bawah meja.


"Baik ayah.


Oh iya ayah, kata Edward dia akan mengirimkan sejumlah dana kepada hotel kita yang di pusat kota, yah"


"Oh benarkah!" Ayahnya girang kepalang senangnya mendengar tentang itu. Dan ibunya tidak kalah juga, dia mengusap usap kepala anaknya itu dengan hangat.


"Benarkah, kalau begitu kapan ibu akan bertemu dengan menantu ibu itu" tanya dia lembut.


"Mungkin beberapa Minggu lagi Bu" sambil tersenyum malu malu.


Yah, dia sangat pandai menggoda ku, hingga aku tidak ingin dia diambil oleh orang lain. Apa lagi permainannya nikmat sekali rasanya, ahh aku merindukan sentuhannya sekarang. Edward, aku kangen kamu kapan kamu pulang melamar ku.


Pendidikan ayahnya yang keras seperti ini hanya akan berdampak buruk terhadap anak anaknya.


Di ruang keluarga mereka bicara mengenai perusahaan, uang, dan kebanggaan mereka masing masing.


Sekarang adik tiri Adrianty sudah masuk ke perusahaan entertainment yang di bawah naungan Sawtech company.


Mereka saling membanggakan apa yang mereka gapai masing masing, dan melaporkannya kepada kedua orang tuanya. Dan alhasil orang tua mereka memberi uang jajan kepada mereka menjadi tiga kali lipat.


Dan menyanjung nyanjung dengan apa prestasi mereka tersebut. Ya, ternyata begitulah keluarga mereka.

__ADS_1


Tok tok tok


Tiba tiba terdengarlah bunyi suara ketukan pintu dan membuat mereka semua hening.


"Siapa tengah malam ini datang kerumah ini!!" kesal ibu tiri.


Datanglah seorang pelayan dan berlari lari kecil mendekati tuan Jikwu.


"Tuan, di depan ada seseorang yang mengatakan dirinya sekretaris tuan Sorno" berbisik bisik ketelinga.


Tersentak lah pak Jikwu dia langsung berdiri dan berjalan dengan cepat ke arah pintu.


"Persilahkan dia masuk, dan panggil Adrianty!! " Dengan tergesa gesa ayah dan ibu tiri Adrianty berjalan menuju pintu utama. Dan tanpa di sadari sekretaris Ken sudah berada di ruang tamu dan duduk dengan gaya kekuasaannya.


"sekretaris Ken ya, selamat malam, ada kabar apa datang malam malam kemari" ibu tiri degan memasang wajah antusias nya hati hati dan sopan bicara dengan manusia itu.


"Selamat malam nyonya, saya hanya ingin membawa nona Adrianty pulang ke rumah tuan kami, bisa di panggilkan nona Adrianty sekarang? Saya sudah tidak punya waktu berlama lama" jawab sekretaris Ken ketus, tapi senyuman menjengkelkan dirinya tidak tertutupi.


"Se-sebentar ya tuan sepertinya dia masih tidur"


Anak ini sudah seperti ini masih belum juga keluar!" Guman guman.


Dan alhasil dirinya sekarang sedang acak acakan dan hanya menggunakan piama tidurnya.


Inilah Adrianty wahai penduduk bumi. Ketika malam tiba, gayanya yang sederhana dan biasa itu menghilang, karna dia berubah menjadi wanita anggun, padahal dia masih menggunakan piama tidurnya.


Tapi rambutnya yang jatuh dengan indah dan wajah polos tanpa riasan itu menambah kesan kecantikan pada dirinya. Pemandangan yang sangat menggoda para pria, tentunya Adrianty tidak menyadari hal itu terjadi.


sekretaris Ken terpesona dengan Adrianty, sangat berbeda ketika dia di hari hari biasa, jika hari biasa dia sangat sederhana. tapi sekarang tambah menawan. Dia menatap tidak berkedip ternyata nona cantik juga kalau dirumah pikirnya.


Dan ketahuilah bahwa nyawanya masih belum terkumpul dengan baik. Rasa mengantuknya masih belum meluap sepenuhnya.


Seketika dia tersadar melihat samar-samar orang yang sedang duduk di sofa dan melihat ke arah dirinya.


"Hoaam, ada apa ini, siapa kalian, mengapa mengganggu tidurku" di menggaruk garuk lehernya yang tidak gatal untuk menumbuhkan kesadaran dirinya.


Siapa mereka, mengapa aku tidak melihatnya, oh iya,,, sekarang aku tidak menggunakan lensa tentu saja tampak kabur, tapi orang ini terlihat seperti... Seperti.. sekretaris Ken, eh?..

__ADS_1


"Sekretaris Ken? Kenapa kesini," Adrianty terkejut setelah melihat dengan kedua matanya menatap orang yang ada di depannya. walaupun sedikit buram tapi sangat jelas terlihat kalau itu sekretaris Ken.


"Anda sudah sadar nona?, Sekarang saatnya kita pulang nona"


"Eh pulang, kemana? Ini rumah ku"


"Kemana lagi nona tentu saja ke rumah tuan suami anda"


"Eh.. kenapa malam malam, kenapa tidak besok saja" panik.


"Ayo kita pergi nona tuan muda sudah menunggu"


"se sekarang, tunggu aku harus mencuci muka ku dan mengganti pakaian ku dulu"


Dengan cepat sekretaris itu menangkap lengan Adrianty. Dan menariknya keluar pintu.


"Kita Sudah tidak punya waktu lagi nona, tuan muda tidak pernah menunggu, tapi dia selalu yang di tunggu"


Sekretaris itu sekarang sudah menarik Adrianty keluar rumah, Adrianty berteriak teriak minta melepaskan.


"Hai, lepaskan aku dulu, barang barang Ku belum ku bereskan lepaskan aku" meronta ronta.


"Jangan khawatir nona, saya akan mengutus orang orang saya untuk mengemasi barang barang nona yang tertinggal. Sudah larut nona ayo kita pulang"


"Hai rumah ku disini"


"Sepertinya nona lupa ya nona" dengan suara datar dan dingin sekretaris itu menghentikan langkah kakinya.


Adrianty terdiam, tanda paham maksud perkataan itu.


Ya aku seharusnya sudah berada di genggaman pria kasar itu.


Sudah tidak bisa melawan lagi Adrianty lalu mengikuti langkah kaki sekretaris itu dan masuk kedalam mobil yang sudah di buka oleh Ken.


Semua terasa seperti mimpi bagi Adrianty, tentu saja, semuanya terasa mengalir begitu cepat baginya. seperti air di sebuah bendungan terjun bebas ke bawah.


Tidak di sangka dia sudah menikah dengan orang yang bahkan tidak dia kenal, dan impian dia menjalani pernikahan yang bahagia sudah hilang dari pelupuk matanya. Sekarang pernikahannya itu hanya di atas kertas yang ditandatangani dengan banyak syarat yang harus dia patuhi selama pernikahan berjalan.

__ADS_1


Aku tidak menyangka akan menikah seperti ini. tapi lebih parahnya lagi aku di seret di malam kedua pernikahan ku. hahahaha.


__ADS_2