First Wedding Trip

First Wedding Trip
darurat


__ADS_3

Hari ini Sandi mengganti rencananya, meninggalkan istrinya dirumah ayahnya dan pergi menemani Kanisa yang baru pulang dari luar negeri.


Memang terkesan jahat, tapi ini untuk kebaikan dirinya dan semua orang, Kanisa tidak boleh di ketahui oleh Adrianty. Walaupun tidak menjamin kalau Kanisa sudah tahu Sandi sudah menikah.


Meraka sekarang berada di restoran, restoran bintang lima yang berdiri megah di tengah ibu kota.


"kamu pesan apa?" tanya Kanisa pada Sandi Sambil memegang buku menu, banyak tertera nama macam makanan di sana.


"aku tidak makan"


"kenapa?" tanyanya heran.


"aku tidak lapar"


"mau minum pun tidak?"


"espreso" jawabnya cepat.


"baiklah" Kanisa menyebutkan pesanan mereka pada pelayan restoran itu.


Kanisa sedang sibuk dengan pesanannya sedangkan Sandi duduk dengan tenang sambil menatap HP nya, entah apa yang di lihat di sana.


" kamu liatin apa?" tanya Kanisa sambil mengintip hp Sandi.


" hm? bukan apa apa?" Sandi langsung mengambil hpnya dan memasukkan kembali ke dalam sakunya.


"apaan, buat curiga aja"


"kubilang bukan apa apa" suara Sandi sudah terdengar rendah


"ba baiklah" jawab Kanisa gugup.


emang nggak pernah berubah ya.


setelah beberapa lama akhirnya pesanan yang di tunggu pun datang, Kanisa menyambutnya dengan antusias.


"wahh..."

__ADS_1


Dia mulai menyantap makanan yang ada didepannya dengan baik. Makan dengan tenang tanpa terusik.


"benar tidak mau?"


Sandi hanya menggeleng kepala. Dia sudah makan tadi di rumah, dia makan dalam kamarnya sebelum keluar karna dia tidak ingin mengganggu Adrianty yang sedang sarapan di bawah.


Kanisa tampak makan dengan lahap, sepertinya benar dia sedang kelaparan.


"bagaimana kabarmu?" ujar Sandi memulai percakapan.


Kanisa menghentikan tangannya dan melirik Sandi sebentar. "aku baik, yah walaupun sesekali aku merindukan mu"


Merindukan? Sandi hanya diam tanpa menanggapi.


"keluarga mu bagaimana? mereka semua baik?"


"yah, mereka semua baik, aku mengambil dua karier sekaligus itu melelahkan bagiku Sandi. kau tahu.. aku bahkan selalu...


"bagaimana rasanya" Sandi memotong pembicaraan Kanisa dan mulai bicara pada intinya.


"apa?"


kanisa terdiam, dia tidak menyangka Sandi akan mempertanyakan hal ini.


"Sandi, waktu itu aku..."


"bagaimana dengan investor itu? kalian masih berhubungan?"


"Sandi...." ucap Kanisa melemas.


Bukan ini yang dia inginkan ketika bertemu dengan Sandi. Dia ingin serakah dan mendapatkan hati Sandi lagi, dia yakin, perasaan itu hanya untuk dirinya.


"padahal setengah saham perusahaan mu adalah milik ku" ucapnya sinis.


Kanisa tidak bisa berkata lagi, ucapan Sandi benar. 60 persen Saham perusahaanya adalah milik Sandi. Sandi menolong perusahan yang hampir mati itu. Matanya mulai berair, dia tampak menekuk wajahnya sambil memegangi sendok makanya.


"aku tahu itu" jawabnya bergetar.

__ADS_1


"lalu kenapa?" tanya Sandi.


"aku hanya tidak ingin bergantung pada mu Sandi, jika aku tidak berusaha keras, orang hanya akan melihat mu sebagai bekinganku, bukan kerja kerasku.


"semua itu benarkan?" Sandi tersenyum sinis, itu semua benar atas pertolongannya.


Dialah yang menolong Kanisa naik sampai di posisi sekarang, mulai dari modal, saham perusahaan, bahkan kariernya di dunia model ini. Semua itu tidak lepas dari tangan Sandi.


setengah tahun yang lalu wanita ini pergi meninggalkan dirinya berkedok manjadi dirinya sendiri, dia lupa bahwa yang menjadikan dirinya sampai seperti ini adalah sandi.


Awalnya Sandi tidak setuju, selain agar tidak meninggalkannya, alasan lainnya saat itu adah tuan Sorno jatuh koma. Dan saat tuan Sorno koma, dia pergi meninggalkan Sandi.


Hening, Kanisa sudah tidak berselera melanjutkan makannya lagi, dia pun tidak ingin menjawab pertanyaan Sandi.


.......


drret dreet


lagi lagi Hp Sandi bergetar, seseorang memanggil di seberang sana dengan tulisan yang tertera 'darurat'.


apa yang terjadi?


nomor ini hanya di peruntukan untuk kepentingan ayahnya, jika terjadi sesuatu pada ayahnya, dokter akan menghubungi dirinya lewat no ini.


Dia langsung mangangkat panggilan itu dengan tergesa gesa.


terlihat dari raut wajahnya yang khawatir. dia langsung berdiri dari duduknya.


"halo?" suara Sandi bergetar, jangan sampai terjadi apa apa pada ayahnya. Semoga saja wanita itu bisa di andalkan di situasi seperti ini.


kanisa yang melihat itupun tidak kalah kagetnya.


apa yang terjadi?


"halo?" terdengar di sebarang sana suara seorang wanita.


Sandi menyeringit kan kepalanya, siapa ini? dia kembali melihat hpnya, apakah benar dia tidak salah lihat nama yang tertera di sana?

__ADS_1


"halo? ini bersama tuan Sandi? saya istrinya"


"hah?" langsung saja Sandi mematung mendengar kan itu. Istrinya? apa apaan wanita ini.


__ADS_2