First Wedding Trip

First Wedding Trip
Kanisa


__ADS_3

usai menerima telpon dari sekretaris Ken, Sandi keluar dari kamar ayahnya itu masih dalam keadaan kesal.


"ini akhir pekan apa yang dia lakukan?" gumamnya sendiri


klik


"halo tuan"


di seberang sana sekretaris Ken bicara melalui telepon.


"hm?"


"tuan, seperti yang sudah di sepakati waktu itu, cabang Amerika sudah sepakat dengan kerja sama yang kita tawarkan"


"apa syarat yang dia minta?"


"kalau itu..."


"kalau berbelit batalkan saja, aku tidak akan keberatan membatalkannya"


"syarat yang di mintai ada dua tuan,


bantu dia dalam pemilu tahun depan,


lalu keuntungan pada kita 65 persen"


lintah darat sialan, kalau kau ingin jadi pemimpin urus urusan mu sendiri


umpat Sandi kesal dalam hati.


"ck, hanya itu?"


"ya"


"terima syarat pertama tolak syarat ke dua, katakan kalau kita minta 70 persen"


"baik tuan, lalu..


nona Kanisa sudah di bandara tuan"


hening sejenak...


"tuan?"


"kau bilang dia akan datang dua bulan lagi?"


"iya, sepertinya di percepat tuan"

__ADS_1


"jangan biarkan dia sampai kerumah ayah ku, aku sedang bersama Riant di sini"


"Anda di rumah tuan besar? baik tuan"


klik


Sandi mematikan hpnya, dia memijat kapalanya yang sedikit berdenyut.


hah


dia harus bagaimana, Kanisa datang di saat uang tidak tepat, Sekarang istrinya sedang berada di disini. Kanisa pasti mengunjungi rumah ini jika dia pulang. setiap dia pulang dia pasti mengunjungi rumah ini terlebih dahulu.


Dia sangat peduli pada ayah Sandi, jangan sampai pertemuan antara istrinya dengan Kanisa terjadi. Bisa bisa terjadi kesalahpahaman yang beruntun.


Sandi tidak kembali masuk kedalam rumah, tapi dia pergi dari rumah dengan tujuan menjemput Kanisa di bandara.


dretttt dretttt


sudah ku duga


Sandi langsung mengangkat telpon itu tanpa menunggu berdering ke tiga kalinya.


tertera nama 'Kanisa' di sana


"ya"


"ya aku tahu"


"hari ini aku kembali ke tanah air, bisakah kau jemput aku ke bandara? lagian sudah lama kita tidak bertemu. Aku ingin menjenguk ayah kerumah"


"kenapa kau baru memberi tahu sekarang?"


"kan ini suprise Sandi..


aku ingin memberikan kejutan, kau terkejut?'


"ya, sedikit"


"hanya sedikit?" terdengar suara manyun yang kecewa di seberang sana.


"kau tunggu dimana? aku kesana sekarang"


"oooohhh....


aku loby bandara, aku ingin pulang cepat. sebelum aku di kerumuni banyak orang"


"ya tunggu aku"

__ADS_1


klik


Sandi mematikan hpnya secara sepihak.


Dia langsung berjalan menuju mobilnya.


sebelum itu dia berpesan kepada pelayan di rumah itu.


"jika istri ku ingin pulang, antar dia sampai kerumah ku. mengerti"


"baik tuan"


Sandi mengendarai mobilnya dan pergi dari rumah besar itu menuju bandara.


Dia mengendarai kendaraan dengan kecepatan sedang. Dan pikirannya dia merasa bersalah, dia seperti selingkuh di belakang Kanisa atau istrinya. Tapi itu berusaha dia tepis, statusnya sekarang adalah seorang suami kontrak dari Adrianty. Mereka tidak terikat oleh hubungan yang mengharuskan mereka untuk tahu privasi masing-masing.


Sandi melanjutkan perjalanannya menuju bandara. Dan sesudah menentukan pilihannya untuk menyembunyikan Kanisa dari dan sebaliknya.


........


Setelah menempuh perjalanan lebih kurang tiga puluh menit, Sandi sudah sampai di bandara. Dia memasuki lobby bandara dengan gagahnya, dia menggunakan kaca mata hitam dan masker agar tidak terlihat mencolok dan di gerumuni oleh reporter.


Kanisa berprofesi sebagai direktur sekaligus model. Jika sampai dia tertangkap kamera, dampak pada perusahaan miliknya dan karier Kanisa akan terancam.


"Sandi!" teriakan seorang wanita menggelegar di ujung loby di dekat pintu.


Kanisa terlihat sangat gembira, dia menggunakan staylist kasual, menggunakan topi maker dan kacamata, memakai tangtop merah dan celana crop hingga pahanya. terlihat cantik di mata siapa pun.


dia berlari mengejar Sandi yang mulai mendekat kearahnya.


greb


Kanisa memeluk Sandi erat. Dan Sandi pun membalas pelukan itu dengan baik.


semua mata tertuju pada mereka, tapi karna tidak terlalu tertarik, orang orangpun hanya berlalu dan pergi menuju tujuan mereka.


"kau makin kurus" ucap Sandi yang mulai menguraikan pelukan mereka.


"mana ada.. itu karna kita sudah lama tidak bertemu. makanya aku kelihatan kurus"


"terserah"


"kalau begitu.. bagaimana kalau kita pergi ke restoran dulu mangisi perut? aku lapar" ucap Kanisa dengan menggelayut kan lengannya ke lengan Sandi.


"baiklah, ayo" Sandi membantu Kanisa menyeret kopernya dan keluar dari Bandara.


Di tengah tengah itu Kanisa banyak bercerita tentang dirinya di luar negeri, keluarganya sampai rekan kerjanya.

__ADS_1


Dan Sandi hanya menanggapi "ya, ooh" hanya seperti itu. Walau terkesan dingin bagaimana mana lagi, dia adalah Sandi. Pria kaku yang jarang bicara.


__ADS_2