
Reza sudah melihat gelagat aneh sejak tadi dari Adrianty, memang itu kebiasaan Adrianty jika sudah kesal. Tapi ini sudah berlarut-larut, dari Adrianty masuk ke toko dan masuk dalam loker pakaiannya sampai sekarang. menggerutu tidak jelas.
"kak, kakak kenapa sih, udah dari tadi lho? menggerutu nggak jelas, banyak masalah ya mbak?"
Adrianty melirik Reza sinis. "kenapa!"
"ya elah, di tanyain malah gitu jawabnya"
"CK"
Adrianty mendecak kesal, di juga pusing memikirkan masa depan yang masih belum jelas ujud nya itu. Masa depan yang dia hadapi di kemudian hari akan penuh drama. maka siapkan saja mental baja untuk menghadapinya.
hah, sudahlah Adrianty Syahada, ngapain juga kamu mikirin itu, mau gimana kedepannya itu terserah tuhan. asal nggak merugikan kamu aja itu cukup.
Makin lama hari makin siang, para pelanggan yang berdatangan makin lama makin banyak. walaupun banyak pikiran, tetap yang jadi prioritas utama adalah pembeli.
Walaupun kafe ini bukan restoran, tapi di tempat inilah banyak orang yang bertukar cerita dan pendapat mereka masing masing sambil di temani makanan ringan dan seduhan kopi yang enak.
Tidak jarang orang yang memboking tempat terlebih dahulu sebelum di isi oleh orang lain.
Saat ini antrian untuk memesan kopi cukup panjang, Reza dan karyawan lainnya sibuk mengantarkan sajian sesuai meja pelanggan. Sedangkan Adrianty dan 2 pegawai lainnya sedang mengambilkan pesanan sambil menghitung bil belanjaan.
Ketika dia sedang asik mengotak Atik mesin pemesanan. Seorang pelanggan laki laki mendapatkan giliran untuk melakukan pemesanan.
"Satu esspreso dingin" seorang pria yang mengenakan pakaian kasual dan topi itu melirik Adrianty.
"baik, apakah ada yang lain tuan?" ucap Adrianty tanpa melirik.
"tidak ada"
"baiklah tuan totalnya....."
eh? tunggu
Adrianty terkejut melihat orang itu. Pria menyebalkan seumur hidupnya muncul entah dari mana.
"sekertaris Ken? ngapain kesini"
"ya nona"
benar, pria itu adalah sekretaris Ken yang sedang melakukan tugasnya di akhir pekan yang harusnya dia jadikan sebagai waktu bersantai menjadi detektif dadakan untuk menemukan Adrianty yang kabur dari suaminya.
Ken menatap Adrianty dengan tajam dan datar.
"sudah selesai main petak umpet nya nona?"
"apa?"
"tuan mencari anda sejak tadi tapi anda ternyata di sini ya" Ken bicara ketus pada nona mudannya itu.
"hai! siapa juga yang petak umpet?
__ADS_1
Adrianty bicara ngegas dengan cara berbisik dengan sekretaris Ken agar tidak terdengar oleh orang lain.
"Anda kabur?"
"tidak"
"Anda kabur ya.."
"ku bilang tidak!.....
Reza!"
Reza langsung berlari menghampiri Adrianty.
"ada apa kak?"
"kamu gantiin aku dulu ya" Adrianty melepaskan celemeknya dan langsung berputar untuk keluar dari meja pantri.
"eh, kak! mau ngapain main kabur aja" tanpa menghiraukan Reza Adrianty langsung menarik tangan Ken dan berjalan menuju loker belakang.
"nona, saya sedang mengantri nona"
"diam! ikut saja"
...----------------...
sekarang sampai lah mereka berdua di loker belakang tempat ganti baju.
"Anda ngapain kesini!" bicara sambil mencubit Sekertaris Ken. Adrianty mulai melepaskan celemeknya dan meletakkannya di atas kain kotor.
"saya di tugaskan mencari anda nona"
"siapa yang suruh"
"tuan muda"
"tuan muda? tuan Sandi!"
"iya"
Adrianty menyeringit kan dahinya. kenapa orang itu mencari dirinya? bukankah dia tadi sudah bicara lewat telepon?
"Tadi aku sudah telpon tuan Sandi kalau aku mau pergi kok"
"saya hanya menjalankan perintah nona"
"alasan mu untuk buat orang kesal banyak ya sekretaris Ken, kalau gitu apalagi? kan aku udah ketemu ini.. terus aku mau di apain"
"membawa anda pulang"
"pulang?"
__ADS_1
"ya"
"kau tidak mau" Adrianty berjalan keluar menuju pintu.
Tapi gagal, tangan sekretaris Ken lebih cepat dari langkah Adrianty.
langsung saja sekretaris Ken menarik tangan Adrianty keluar dari ruangan tersebut.
"hai! lepaskan aku!"
Tapi sekretaris Ken tidak mengacuhkan omongan nona mudannya itu.
"lepaskan ku bilang!" Adrianty meronta rontakan tubuhnya untuk lepas dari cengkeraman sekretaris Ken.
Semua mata melihat ke arah mereka berdua. Mereka seperti pasangan yang bertengkar saja. Salin menarik dan melepaskan. Adrianty seakan akan di paksa oleh kekasihnya. itu pandangan orang lain terhadap mereka berdua.
"kak!" Reza langsung berteriak kaget dan mengejar Adrianty.
apa apaan pria asing itu.
"hai! lepaskan kak Riant"
Ken menghentikan langkahnya, dia menghadap pada Reza dan dengan dinginnya dia berkata.
"ada apa?"
"lepaskan kak Riant"
"tidak"
"lepaskan! kau sedang memaksanya sekarang"
"aku tahu"
"lalu kau tatap melakukannya? Anda ini Pria bukan sih!"
Wah... sepertinya Reza memencet titik sensitif Ken, dia di tantang oleh bocah remahan.
"lelaki atau bukan itu bukan urusan mu!" Tekannya pada Reza.
"makanya lepaskan" Adrianty di tarik paksa oleh Ken kebelakang punggungnya.
Sepertinya situasi jadi runyam.
"Aku baik baik saja kau pergi lah ke dalam"
"kakak!"
"aku kenal dengannya" Sanggah Adrianty cepat. Bisa runyam nanti kalau sampai mereka berdua bertengkar.
"jangan macam macam kamu!" tunjuk nya pada Ken.
__ADS_1
" kalian benaran saling kenal?"
" tentu saja! Anda fikir saya siapa?" Ken langsung berlalu meninggalkan Reza yang mematung melihat Adrianty yang di seret. Memang tidak kasar, tapi namanya pemaksaan oleh orang yang tidak dikenal bukan kah itu namanya kejahatan?