
Flashback on
Sandi terbangun dari tidurnya karna mendengar bunyi pintu terbuka. Dia membuka matanya dengan malas.
Haaiiss
siapa itu? mengganggu tidurku saja.
Sandi langsung duduk dari tidurnya. karna masih mengumpulkan nyawa dia lupa bahwa di kamarnya sudah hadir seorang gadis yang dia beli beberapa hari yang lalu.
aaahh
Oh iya aku lupa ada seorang wanita di sini
bruuk
Sandi kembali merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Kembali menyelimuti dirinya dengan selimut.
Akan tetapi sesuatu sepertinya sedang mengusik pikirannya. sepertinya ada seseorang yang hampir dia lupakan keberadaannya. entah kemana wanita itu pikirannya.
Mengapa dia bangun jam segini? Apa tidak terlalu pagi untuk bersiap kekantor? Apa yang dia lakukan?
Rasa penasarannya tidak bisa di bendung lagi, dia bangun dari lelapnya dan melempar selimut ke sembarang arah, dan menyusul Adrianty yang sudah turun kebawah. Dia berjalan menyusul istrinya tanpa mengeluarkan suara.
Akan tetapi sepertinya langkahnya terhenti karena mendengar percakapan. terdengar percakapan antara dua orang, dengan inisiatif diri sendiri Sandi memasang telinga tajamnya untuk menguping percakapan itu.
aku tidak menguping, untuk keamanan sudah semestinya aku mengetahui pembicaraan mereka.
Dia berjalan dengan perlahan dan bersembunyi di balik dinding tangga itu.
"Kalian benar benar rajin ya, bos kalian saja yang malas. Jam segini masih saja ngorok ckckck" ujar Adrianty geleng kepala.
Perkataan itu membuat Sandi ternganga, beraninya wanita ini mengatakan dirinya ngorok, memangnya dia tidur ngorok? Bahkan bunyi nafas pun tidak.
Sandi akhirnya menyusul Adrianty yang sudah pergi meninggalkan para pelayan.
"Selamat pagi tuan" sambut para pelayan. Seperti biasanya Sandi hanya membalas dengan angin lalu.
Para pelayan melihat tuanya yang berlalu sudah antusias apakah tuannya itu mendengarkan percakapan itu, jika mendengar maka ada dua hal yang akan terjadi di rumah ini. pertama tuanya akan berteriak pada pelayan yang menjadi tersangka dan hidup pelayan tersebut terancam untuk kedepannya, yang kedua adalah nona Adrianty lah yang akan hidupnya akan terancam.
Beraninya dia
Sandi berjalan cepat menuju kamar Adrianty.
Kenapa dia kembali kesini? Sudah ku bilang mulai hari ini dia harus sekamar denganku
Geram menahan kesal.
Brak
Sandi membuka pintu yang tidak tertutup dengan kasar.
Kemana dia!
Sandi mencari Adrianty di semua sudut ruangan dan berakhir di kamar mandi.
__ADS_1
Awalnya Sandi ingin menggeser paksa pintu wastafel, akan tetapi dia urungkan niatnya karna mendengar titikan Ari mengalir dari shower kamar mandi. sudah jelas itu adalah tanda ada orang di dalamnya.
Dia sedang mandi? Baiklah, tunggu dia selesai mandi
Sandi duduk di tepi ranjang menunggu Adrianty selesai dengan ritual mandinya.
Sial kenapa lama sekali mandinya. Kenapa juga aku menunggu dia mandi seperti ini. Tidak apa, beri dia pelajaran terlebih dahulu baru aku akan per...
Aaaaaakkkhhh!!!!!!
Teriakan Adrianty terdengar.
Sandi juga tampak terkejut. Tapi beberapa detik kemudian wajahnya bersemu merah.
Detak jantung Sandi menggelegar melihat Adrianty mengenakan handuk yang melilit tubuh mungilnya itu.
Tampaknya tubuh istrinya itu bisa di bilang 'berisi' sebagai seorang wanita.
Dan fokusnya pun kembali setelah Adrianty melemparkan handuk ke wajahnya.
Flashback end.
.......
Brakk
Sandi keluar dari kamar Adrianty dengan wajah memerah. Dia membanting pintu kamar itu sekuatnya. Hingga sekretaris Ken yang awalnya fokus pada layar laptopnya sekarang sudah beralih pandang.
"Tuan? Selamat pagi tuan" Ken sudah berdiri mematung di sofa, melihat tuanya senyam senyum sendiri. Merasa heran ada apa dengan gerangan bos-nya itu.
"Hm"
"Anda sudah bangun tuan?" Ken melihat jam tangannaya, hari baru saja menunjukkan pukul lima pagi. Tumben sekali dia sudah bangun. Sedikit merasa aneh, tapi berusaha untuk mengerti.
Tatapi mengapa tuan berjalan dari arah dapur? Dia tidak kedapaurkan? Tidak biasanya dia ke dapur
sekretaris Ken berperang sendiri dengan pikirannya. Entahlah sekretaris Ken, pikirkanlah yang ingin engkau pikirkan.
"Kau datang jam segini?" Sandi berjalan menuju tangga.
"Iya tuan"
Biasanya emang aku datang jam segini kan?
"kenapa cepat sekali?"
"biasanya memang jam segini tuan"
"kenapa tidak kau bangun kan aku?" tanya Sandi menjadi kesal sendiri.
Kenapa orang selalu bangun jam segini, wajar jika para pelayan. Kenapa wanita itu dan Ken bangun jam segini?
"Sarapanlah dulu"
Sandi Akhirnya sudah berada di tangga terakhir menuaju kamarnya yang diikuti oleh sekretaris Ken.
__ADS_1
"baik tuan
Saya akan sarapan setelah melakukan pekerjaan saya tuan"
"Terserah mu"
Akhirnya Sandi meninggalkan Ken yang sedang kebingungan penuh tanda tanya.
akhirnya Ken turun dari anak tangga dan kembali pada sofa yang sebelumnya dia duduki.
Sudahlah
Akhirnya Ken duduk kembali ke Sofa, di sibukkan oleh leptop yang berada di tangannya. Pekerjaan yang menumpuk yang tidak akan pernah habis selagi dirinya hidup dan perusahaan itu masih berdiri.,dan kembali sibuk dengan dunianya.
Itulah perkerjaan Ken, dia datang sebelum jam lima pagi ke rumah tuanya, dan melakukan pekerjaan kantor sebelum tuannya berangkat.
....
Rasa kantuk pada Sandi sekarang sudah lenyap, sudah tidak ada lagi. Di dalam kamar dia langsung masuk kekamar mandinya untuk bersiap siap ke kantor.
Sekarang sudah terlepaslah semua pakaiannya, dia masuk kedalam bathtub yang baru saja dia buka kran airnya.
Sial, kenapa airnya dingin sekali
Akhirnya Sandi mengganti air mandinya menjadi air hangat.
Dia nikmati sensasi mandinya seperti biasanya.
Kenapa dia mandi jam segini? Air yang sedingin ini bisa mati membeku aku
Terbayang bayang oleh Sandi tubuh istrinya itu. Tubuh yang hanya di balut dengan handuk itu terus berlalu di kepalanya dan membuatnya menegang.
Biasalah naluri para pria, ketika membayangkan hal yang menurut mereka menyenangkan memang begitu.
Sial .
Setengah jam berlalu setelah ritual mandi seorang lalaki yang jantan.
Sandi langsung mengganti kimono mandinya dengan pakian rumah. Dia berencana akan berganti baju lagi jika waktu sudah menunjukkan waktunya untuk berangkat.
Dilihatnya jam pada dinding kamarnya masih pagi, dan Sandi melakukan segala sesuatu yang menurutnya berguna.
Dia mencoba hal hal yang tidak biasa dia lakukan untuk saat ini. Yaitu membersihkan tempat tidurnya yang sangat tidak pernah dia lakukan. Biasanya sang kepala pelayan lah yang biasa melayani dirinya dari kecil, dan orang yang selalu menyediakan kebutuhan pribadinya kalau dirumah.
Dia yang natobenya anak laki-laki satu satunya serta pria yang memiliki kuasa atas segalanya. Aneh donk kalau ngerjain perkerjaan itu. Gengsi orang kan beda beda yaa.
"Shiit!!"
Umpatnya karna tidak tau apa yang akan dia lakukan lagi karna hari sudah sangat pagi.
Satu hal baru yang dia pelajari hari ini.
Mengemasi tempat tidur adalah hal yang menyebalkan.
...
__ADS_1