First Wedding Trip

First Wedding Trip
Mengunjungi rumah suami


__ADS_3

Benar, berbohong saja satu kali ini, toh gadis itu aku juga tidak tahu bagaimana wajahnya kena sorotan lampu di klup itu


"Baguslah"


Aku masih ingat itu, dia menamparku sebanyak dua kali, membentak ku dengan mulutnya itu, menendang juniorku


jika dipikir pikir sandi Jadi geram sendiri.


Sekarang dua orang itu berada di pikirannya masing masing.


Suasana hening pun tidak dapat di hindari.


Huffft


Sandi menghela napas panjang


Apa aku turuti saja ya kemauan orang tua itu


Tiba tiba Sandi langsung merubah posisinya dari tiduran menjadi duduk dengan gaya kekuasaannya.


"Ken"


"Ya tuan"


"Hal aku minta padamu waktu itu sudah kau siapkan?"


"Sudah tuan, apa tuan muda ingin melihatnya sekarang?"


"Iya, bawakan itu padaku!"


"Baik tuan"


Sekretaris Ken sekarang sedang mengambil sebuah amplop dia dalam sebuah loker yang berada di ruangannya yang entah apa isinya.


Ketika dia kembali ke ruang Sandi dia memberikan amplop itu kepada Sandi.


Sandi mengambil amplop yang di suguhkan. Setelah dia buka, di atas meja berserakan banyak foto foto wanita cantik di dalamnya.


Dilihatnya satu persatu. Apa yang di lakukan oleh Sandi, tentu saja mencari wanita yang bisa dia nikahi dan memperlihatkannya untuk ayahnya. Yaitu tuan besar Sorno.


Dia menginginkan seorang menantu sekarang, jadi itulah salah satu keinginannya sebelum dia di panggil oleh yang maha satu.


Sekarang matanya tertuju pada sebuah foto seorang wanita yang mengenakan kacamata dengan rambut yang di kepang dua. Foto itu berlatar belakang sebuah gedung di belakangnya.


Wanita itu terlihat mengenakan pakaian kodok dengan rambut yang di kepang dua dan mengenakan kacamata berwarna kuning besar.


Sebuah senyuman yang jarang terlihat pada wajah Sandi yang tampan dan mempesona itu pun terlihat sekilas.


"Ken"


"Iya tuan"

__ADS_1


"Wanita ini, cari latar belakangnya. Urus surat nikahku secepatnya. Dan berikan dia surat nikah yang sudah resmi. Minta dia menanda tangani surat itu kau mengerti!"


Sekarang sekretaris Ken terkejut mendengar apa yang di perintahkan oleh tuan mudannya.


"Anda yang akan menikah tuan?"


"Siapa lagi? Aku hanya ingin memenuhi kemauan ayah ku itu"


"Ba-baik tuan. Lalu bagaimana dengan nona tuan?"


"Pernikahan itu hanya sampai wania itu pulang, lalu aku akan menceraikan istri ku nanti. Dan menikahi Kanisa"


Anda benar benar kejam tuan, dari dulu tidak pernah berubah, dan wanita cupu inilah korban yang paling di sayangkan, dia akan memakan masa mudannya yang menyakitkan bersama tuan muda. Dan menjadi janda akhirnya di usia mudannya, tanpa berbuat salah pada tuan muda.


Sekretaris Ken geleng geleng kepala jika memikirkan hal itu terlalu lama.


flashback end


........


Sekarang sudah akhir pekan, sudah saatnya Adrianty untuk pergi ke rumah calon suaminya yang tak pernah dia temui sakali pun seumur hidupnya.


Hari ini Adrianty memakai pakaian biasa untuk menemui suaminya agar tidak terlalu mencolok pada setiap mata yang akan melihatnya.


Dia di jemput oleh salah seorang supir dan ada seseorang yang sedang menunggunya di dalam mobil berwarna hitam dengan hanya muatan empat orang itu.


Dari kejauhan tampak seorang wanita menggunakan sepatu kets dan tas yang di ransel dari samping. Dia hanya menggunakan pakaian sederhana, akan tetapi dengan wajahnya yang tanpa riasan tampak mencolok, hanya dipolesi oleh liblam dan sedikit tepukan bedak di wajahnya.


Apa apaan itu, dia menggunakan pakaian biasa saja? Apa dia tidak tahu siapa yang akan dia temui nanti? membuat ku repot saja. Ken.


Adrianty sudah berdiri tepat di depan mobil berwarna hitam itu.


"Ada apa tuan sekretaris? Apa anda sudah jatuh cinta dengan saya? Saya gini gini cantik juga lho. Hehe" tersenyum dengan lebar.


Sekretaris itu hanya diam tak menanggapi. Pak supir sudah membukakan pintu mobil, seketika Adrianty masuk kedalam mobil itu tanpa adanya tekanan.


Tentu saja, setelah membaca kontrak yang sudah dia tanda tangani dia merasa sedikit lega. Karna tak perlu bertemu dengan tuan Sorno itu setiap hari.


Mobil sudah melaju membelah jalanan, melintasi jalan raya yang tidak terlalu ramai, karna akhir pekan banyak orang yang memilih di rumah atau pergi berlibur.


Suasana mobil saat ini hanya diam dan terasa sunyi, hanya mendengar klasonan mobil dari para pengemudi kendaraan.


Sebenarnya Adrianty merasa sesak dengan hal ini, akan tatapi sepertinya dia tak punya hak untuk bicara di sini.


"Sepertinya anda tidak apa apa nona" sekretaris itu akhirnya membuka jalan untuk bicara.


Wah dia sudah bicara, tapi sepertinya mengharapkan sesuatu yang buruk pada ku


Adrianty melipat kedua tannya di atas dadanya.


"hehe ya seperti yang anda lihat saya baik baik saja"

__ADS_1


tersenyum kesal sebesar galaksi.


"Kalau begitu baguslah nona" kembali diam tidak ingin melanjutkan perkataannya.


Kenapa diam, ayo lanjutkan aku tak tahan dengan situasi seperti ini. Adrianty terus menerus memekik dalam hatinya dan meronta-ronta ingin bicara dengan manusia.


Ehem


Adrianty sudah tak tahan lagi untuk diam ini dan akhirnya dia membuka pembicaraan.


"Hhmmm pak sekretaris, bisakah aku bertanya bagaimana ciri ciri tuan Sorno?"


"Apa anda tidak tahu nona?"


Haha untuk apa juga aku tahu


"Tidak, apakah dia sudah berumur tuan?"


Apa dia fikir tuan muda sudah tua. ken tersenyum jahil.


"Ya nona"


"Apa dia masih terlihat tampan"


"Ya nona"


"Pak sekretaris, apakah tuan Sorno sering main kekerasan"


" Tidak nona," apa yang anda pikirkan tentang tuan muda kami nona, bahkan dia tak ingin bersentuhan dengan wanita walaupun dia punya pacar sekalipun.


"Apa tuan yakin?"


"Kenapa nona? Apa yang nona pikirkan tentang tuan kami?"


"Hahaha aku hanya berfikir dia pasti sangat tampan kan? Walaupun dia sudah berumur dan rambut nya sudah memutih aku yakin tuan Sorno masih sangat aktif, dan banyak di gilai wanita haha" dasar hidung belang


Heh jadi nona ini berfikir kalau tuan muda itu orang tua yaa. Hahah lucu sekali. ken


sebuah senyuman terlontar dari bibirnya, tentu saja Adrianty tidak melihat hal itu.


Mobil berjalan menggunakan kecepatan sedang dan melaju menuju kediaman Sorno. Sesaat kemudian sampailah mobil tersebut di parkiran sebuah villa mewah dengan arsitektur modren ala negri Eropa.


Waaa selera orang ini nggak main main ternyata, udah tua pun masih peduli tentang keindahan, anda udah mau mati tuan Sorno.


geleng geleng tak percaya sambil memegang dahinya.


Adrianty keluar dari mobil dan berjalan beriringan mengikuti sekretaris yang sudah keluar dari mobilnya. Kemana jalan sekretaris itu kesana juga dia melangkah, bahkan sekretaris itu berhenti dia juga berhenti. Seperti bebek yang mengekor pada induknya.


Pintu utama terbuka dengan lebar, sekretaris yang terus berjalan dengan diiringi Adrianty di belakangnya dan beberapa orang pengawal.


Adrinaty menyapu pandangan di seluruh ruangan, matanya terbelalak melihat isi rumah tersebut, tidak main main, mungkin saja semua lukisan nya itu terbuat dari emas, dia sempat melap air liurnya yang sempat keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Kemiskinan mengahambat ekspetasi ku, hiks. Menyedihkan sekali aku ini.


__ADS_2