First Wedding Trip

First Wedding Trip
hari pertama


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Adrianty dan Sandi duduk dimeja yang sama di pagi yang sama dihari yang sama, akan tetapi dengan raut wajah yang berbeda.


Sandi berwajah datar seperti biasa sedangkan Adrianty berwajah manis menyapa seluruh insan.


Ketika turun dari kamar tadi, Sandi hanya menatap datar semua orang. Melakukan kegiatan sehari hari yang tiada bedanya.


Hal ini sudah dia jalani selama beberapa tahun. Yaitu sejak sang ayahnya jatuh sakit. Sejak 7 tahun yang lalu.


Tidak ada lagi yang menemani dirinya sarapan lagi. Walaupun sesekali Kanisa juga bisa menyempatkan diri untuk melihat Sandi atau Tuan besar Sorno.


Tetapi hari ini sedikit berbeda tapi tidak spesial.


Dia tahu dia makan bersama orang baru yang natobe nya adalah istri sahnya.


Tapi sepertinya tidak seperti pasangan lainnya, dia hanya merasa jengkel pagi ini.


Para pelayan sudah mulai kurang ajar menurutnya. Bukannya menyambut dirinya seperti biasa tetapi hanya menyapa istri barunya itu sekarang. Dan mengacuhkan dirinya.


Sejak malam tadi dia memperkenalkan Adrianty kepada seluruh warga rumah ini. malam malam Ken mengumpulkan semua atas perintah tuan muda.


"besok akan ada seorang wanita yang bangun pagi di rumah ini. Dia adalah istri ku dan nyonya kalian. jika ada yang bertindak kurang ajar padanya,sebelum Ken melaporkan kalian padaku silahkan angkat kaki dari rumah ini.


tolong hargai dan hormati wanita itu seperti kalian menghormati ku mengerti!"


"baik tuan muda " kata mereka semua serempak.


Sedangkan si empu yang di perkenalkan sudah terbuai di mimpi..


........


Adrianty si nyonya baru yang baru pindah semalam usai menyapa para pelayan dia duduk sarapan bersama Sandi. Saling berhadapan, tetapi dengan jarak yang sangat jauh.


Dia terlihat rapi dan cantik pagi ini. dia menggunakan kemeja putih celana hitam. Kacamatanya di ganti dengan softlens. cantik juga.


Dia masih terlihat canggung, Masih tidak berani menatap Sandi dan hanya terusan menunduk kebawah.


Meja panjang yang di jadikan tempat makan itu sangat panjang untuk ukuran 2 orang.


kok aku kayak di jauhi yaa.


Meja makan terasa hening, tidak ada satupun yang bicara dia antara dua orang tersebut. Hanya fokus dengan makanan yang ada di hadapannya itu.


Lambat-laun waktu berjalan, setelah selesai, Sandi langsung menghapus makanannya yang tersisa dimulut dengan tisu, lalu berdiri berjalan menuju pintu keluar.


Adrianty terkejut dia langsung ikut berdiri. Dan mengikuti langkah kaki Sandi di belakang.

__ADS_1


Kok hening saja? Apa tidak ada yang mau dia bicarakan? Cih emangnya selalu se kaku ini ya, Adrianty menggerutu saja dalam batinnya.


keluar dari pintu utama. Disambut oleh Sekretaris Ken yang udah sedia mengantar dan melayani tuannnya seharian penuh ini.


Ken dengan sigapnya langsung menyusul tuan mudannya menuju pintu. Begitu juga dengan Adrianty.


"Kau, langsung masuk ke dalam!" Sang raja memberi titahnya. Sambil melirik Adrianty dengan ekor matanya.


"Kenapa tuan"


Sandi menghentikan langkahnya dan memandang dingin Adrianty.


"Masih bertanya?"


"Mak maksud saya itu apakah tidak ada yang ingin anda katakan pada saya begitu?" Adrianty bicara sambil menunduk.


"memangnya apa yang harus aku katakan padamu!"


"Ba baik tuan " Adrianty mendongkak dan kembali menunduk lagi karna takut.


"jika kau ingin keluar Pergi dengan supir mu!" Sekarang Sandi dengan seenak jidatnya memberi titah yang sangat tidak tidak ingin kan.


Adrianty langsung berwajah masam,


"Tuan saya bisa sendiri, ada bus yang bisa saya tunggu, sama ojek online juga bisa" menjawab dengan cepat.


"Tapi tuan saya ....."Kata kata Adrianty terputus oleh Sandi.


"Ken!"


Sandi kembali menghentikan langkahnya dan memalingkan wajah ke arah Ken.


"ya tuan"


"Katakan pada departemen HRD grop Y.A untuk tidak menerima anak magang"


Adrianty langsung membulatkan matanya tidak percaya. Dia langsung mendekati Sandi dan menggenggam tangan Sandi.


Grap


"Saya mohon tuan, batalkan titah anda" dengan mata berkaca kaca Adrianty melihat Sandi.


"Masih melawan" tatapan sandi sangat menusuk.


"Tidak tuan, saya akan pergi dengan pak bule"

__ADS_1


Kening Sandi menyeringit, "siapa pak bule? Selingkuhan mu?"


"Tidak tidak tidak buka begitu!!" Adrianty menggelengkan kepalanya cepat.


"bukankah anda menyuruh saya pergi dengan salah satu pengawal anda, pak bule itu pernah mengantar saya tuan, dia adalah salah satu bodyguard anda kan" Adrianty merasa kenapa dia seperti seorang istri yang sedang diinterogasi. Padahal dia merasa dia seperti belum punya suami.


"Bagus kalau begitu, jaga sikap mu itu. Ken ayo berangkat kau tidak punya kerjaan?" dia mengibas kan tangannya yang di pegang oleh Adrianty.


Ken terheran heran, kenapa dia juga kena imbas kekesalan tuannya.


Dia langsung melirik nonanya dengan ujung mata. Mengisyaratkan gara gara anda saya juga kena imbasnya.


"Ya tuan" Ken langsung memutar jalannya menuju pintu supir. Dia menyalakan mobil dan meluncur meninggalkan rumah utama.


Perut Adrianty kembang kempis, melihat bagaimana Sandi menatapnya.


Dia mengelus elus dadanya untuk mengatur napas yang keluar.


"Hampir saja, emangnya siapa sih dia bisa bisanya memberi perintah pada Y.A grop. Orang yang lebih berkuasa kah? Padahal Y.A grop itu presedirnya sangat garang kata orang.


Siapa pun itu, sudahlah lupakan. sekarang waktunya kau meraih mimpimu Adrianty" mengepalkan tangan penuh semangat.


Adrianty pun akhirnya kembali masuk kedalam rumah. Melanjutkan makannya dan beres beres untuk pergi ke tempat dia magang.


Dia meninggalkan rumah besar itu. Dan akhirnya dia berakhir di antar oleh supir yang dia namakan pak bule. karna orang itu terlihat seperti blasteran antara Indonesia dan Rusia.


Akhirnya pak bule mengantar Adrianty menuju Y.A grop. dia tidak ingin ke kampus terlebih dahulu, karna jika kekampus dulu takutnya dia terlambat ke perusahaan dan mendapat sebuah cap yang sangat buruk di dahinya dari karyawan lainnya.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Lambat laun waktu berjalan, tidak lama kemudian sampailah Adrianty di depan sebuah gedung pencakar langit yang sangat tinggi.


Dia memandang gedung tersebut dari pintu utama sampai puncak tertinggi.


"Ck ck ck, memang perusahaan impian semua orang, Y.A grop, aku datang"


"SEMANGAT!!!" Adrianty mengepal tangannya ke atas memberikan semangat pada dirinya sendiri. Semua orang melirik kearahnya terheran heran.


Adrianty bejalan memasuki gedung, pertama dia datang ke meja resepsionis, lalu menaiki lift yang sumpat dan padat di hari itu, karna Adrianty tidak mengenakan pakaian kantor seperti karyawan lain, Jadi mereka menganggap Adrianty adalah karyawan baru mereka.


Ada yang menyapa Adrianty ramah, ada yang dengan lagaknya yang sombong mendorong semua orang ketika dia masuk.


Ting, bunyi lift


Sampailah Adrianty di lantai tempat dia bekerja, yaitu di departemen perencanaan.


Drap drap drap

__ADS_1


Langkah kaki gugup Adrianty terdengar oleh semua orang, baru saja tiba di depan pintu semua orang melihat kearahnya. Para lelaki melihat Adrianty tanpa berkedip, seperti melihat bidadari jatuh dari langit


__ADS_2