
Cerita singkat itu masih belum selesai. Sorno sepertinya sudah mempercayai Adrianty, karna dilihat dari dia menceritakan tentang anak angkatnya itu.
"Di kampung itu, Sandi terkenal dengan sebutan 'anak haram'. Itu Karna dia terlahir dari kesalahan kedua orang tuanya.
Dia tinggal dengan ibunya. Hingga Sandi menjadi korban kekerasan dari kecil setelah dia di pindah tangankan dari neneknya ke ibu kandungnya.
Sampai berumur 4 tahun dia tinggal dengan neneknya, ibu dari ayahnya. Tapi tiba tiba di kabarkan neneknya meninggal dunia"
Adrianty merenung mendengar penuturan ayah mertuanya. Berarti semua sikap kasar yang dia terima selama ini dari Sandi adalah bentuk trauma psikologis yang di terima dari dia kecil. Separah itukah hidup pria brengsek itu?
"aku tidak tega meninggalkan anak kecil itu sendirian, mendengar cerita itu dari sekretaris ku aku merasa....
Bagaimana jika hal itu terjadi pada anak anak ku? Aku tidak bisa membayangkan hal itu...
Akhirnya ayah memaksa dirinya untuk ikut dengan ayah kepanti.
Ayah tidak tahu cara membujuknya....
karena itu sekretaris ayahlah yang berhasil melakukannya. Sandi ikut dengan kami setelah dirinya di bersihkan"
Air mata itu sepertinya tidak ingin berhenti, seiring berjalannya cerita, bertetesan pulalah air mata itu.
"Dia aku titipkan di panti asuhan....
Aku hanya mendapatkan kabar dari pengurus di sana bahwa dia anak yang tidak pandai bersosialisasi.. sering bermenung, kasar, angkuh dan sombong nya minta ampun, dan Tapi dia punya kelebihan, dia anak yang cerdas, karna pada saat pembelajaran, dia dikabarkan selalu bisa melakukan itu.
Hingga suatu hari, dia mendapat kabar di siaran televisi kalau ibunya kala itu menikah dengan seorang pria kaya...
Saat itulah, semuanya kacau baginya.
__ADS_1
Dia menjadi pribadi yang kasar sombong dingin tegas dan bertambah kurang ajar...
Aku menceritakan ini bukan untuk agar kau bersimpati padanya, tapi agar kau tidak terlalu menyalahkan dirinya. Cobalah mengerti dirinya, dia adalah anak baik. Karna dia selalu mendengarkan apa yang aku katakan....
Dia bahkan lebih baik dari kakak kakaknya"
Adrianty Hanya diam mendengar cerita ini.
Dapat dia simpulkan dari cerita singkat ini, bahwa Sandi hanyalah anak malang korban kesalahan orang tuanya, anak haram yang harus bertanggung jawab atas kelakuan kedua orang tuannya.
Korban kekerasan fisik dan batin.
Aku memang mendengar ini merasa kasihan, tapi...
Apakah yang dia alami sebanding dengan diriku? Kurasa tidak, setidaknya dia bertemu dengan orang baik seperti tuan Sorno, tapi aku......
"Ayah, sejak kapan kau mengangkat suami ku menjadi anakmu?"
Sorno mulai menelaah ingatan masa lalunya.
"hmm Saat itu ketika dia memenangkan olimpiade tingkat nasional, aku memberikan dia hadiah, tapi istri ku langsung mengangkat dia menjadi anak ku...
Sandi itu walaupun dingin pada semua orang tapi tidak pada ibu mertua mu...
Haha"
kalau diingat ingat, saat itu Sandi sangat menggemaskan, kalau dia marah terlihat seperti kucing.
"Berarti saat tuan Sandi sudah bersekolah ya"
__ADS_1
"Iya, setelah masuk panti asuhan... Dia langsung di sekolahkan di sekolah dasar....
Dia menang olimpiade itu saat dia masih berada di kelas 2 SD, anak itu memang jenius"
Adrianty hanya mengangguk mengerti
"Syukurlah" ucapnya singkat
Aku bukan bermaksud membandingkan kehidupanku dengan dirinya, tapi dia adalah manusia yang sangat beruntung.
Aku.... Berjuang mati matian di rumah besar itu dari aku kecil, sejak keluarga ku hancur hadirnya orang ketiga.
Pembicaraan singkat itu terasa begitu lama. Sudah setengah jam semenjak Sandi pergi meninggalkan ruangan itu. Tapi Batang hidungnya masih belum terlihat sampai sekarang.
Adrianty jadi bingung, apakah dia mendengar percakapan ini makanya Sandi tidak mau masuk kedalam.
"Dia pasti bersama Ken sekarang" ujar ayah mertuanya.
Sekretaris Ken? Ahh benar... Sekretaris Ken. Manusia mistis itu masih belum dia tanyakan.
"Hmmm.... Ayah"
"Ya"
"Kapan tuan Sandi bertemu dengan sekretaris Ken?"
"Hmmm... Aku tidak tahu kapan pastinya, tapi yang pasti sekretaris Ken teman Sandi sewaktu di SMA, mereka sudah seperti perangko. Karna Sandi sudah belajar mengurus perusahaan sejak dari awal SMA, maka Ken juga akan ikut dengan Sandi"
Oohhh begitu, pantasan....
__ADS_1
Dua orang itu punya karakter sama persis.