First Wedding Trip

First Wedding Trip
Kanisa


__ADS_3

setelah terjadinya perdebatan yang cukup singkat antar kedua orang di dalam mobil itu, akhirnya Sandi memutuskan mengantar Kanisa ke hotel yang sudah dia pesan.


"kok aku nggak dia Natar kerumah ayah kamu aja, kan aku jadi bisa sekalian silaturahmi"


Kanisa cemberut, dia sedikit kesal karna Sandi yang lebih mempedulikan pekerjaannya daripada dirinya.


"kan aku udah bilang berapa kali Kanisa"


"iya" Kanisa menyeret masuk kopernya kedalam hotel bersama Sandi. Sandi mengantarkannya hingga loby.


Lalu menitipkan Kanisa pada petugas hotel agar mengantar Kanisa hingga dalam kamar.


"aku pergi dulu kamu istirahat lah"


ucapnya Sabil menepuk pundak Kanisa pelan.


"iya.. Sandi nanti malam kita diner ya!" ucap Kanisa antusias.


Dinner? sepertinya akan sulit dia keluar malam ini. Dia tidak bisa meninggalkan Adrianty di rumah sendirian. Mereka baru saja damai usai pertengkaran waktu itu.


"tidak bisa!"


"kok nggak bisa sih" teriak Kanisa kesal.


"kamu itu ngapain aja sih di kantor, kamu tuh seharian ini udah ngacuhin aku loh"


"kamu mengertilah Kanisa, banyak investor masuk sekarang, aku harus handle semuanya" Sandi memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut. Dia meresa seperti punya seorang simpanan sekarang.


"kamu sejak tadi minta aku ngertiin kamu, kamu ngertiin aku nggak?"


Kanisa sedikit menghentakkan kakinya ke lantai, dia memperhatikan rasa kesalnya pada semua orang.


"jadi aku yang salah?" ucap Sandi menatap Kanisa dengan tajam.


"iya"


"oke, oke.. besok aku jemput kamu kesini Oke? aku bawa kamu ke kantor abis itu kita kerumah ayah. bagaimana?"


Kanisa langsung tersenyum.


"baiklah kalau gitu, kamu jangan sibuk yaa"

__ADS_1


"iya" ucap Sandi singkat. Lalu dia pergi meninggalkan Kanisa.


Dia pergi tanpa melihat kebelakang.


cih, tunggu aku jadi istri mu Sandi. Kanisa tersenyum senang.


...----------------...


Setelah kepergian Sandi dari hotel itu. Kanisa juga sudah sampai di kamarnya. dia meletakkan kopernya dan langsung ke kamar mandi.


"gerah banget"


ucapnya sambil membuka seluruh pakaiannya.


Emangnya Sandi ada kerjaan apa sih sekarang, akhir pekan ini lho!


Dia nggak menghindari aku kan? aku sudah susah pergi kemari dia malah ninggalin aku? heh.


Kanisa mengguyur badannya di bawah shower. Setelah turun dari pesawat dia cukup merasa lelah, apalagi dengan adanya penolakan Sandi yang bertubi-tubi, tambah membuat dirinya sakit kepala saja.


Hari ini dia berencana ingin mengajak Sandi pergi menghabiskan waktu seharian bersama dirinya, toh Sandi akan menuruti apapun yang di maunya.


Tapi apa yang terjadi, Sandi sudah lebih dari 2 kali membentak dirinya.


hahaha


Kanisa tertawa di dalam bathtub kamar mandinya. Berimajinasi sendiri tentang apa yang akan terjadi esok hari.


...----------------...


Mobil Sandi membelah jalan raya, dia menyelip-nyelipkan mobilnya agar bisa sampai dengan cepat ke rumah ayahnya.


Alasannya pergi bekerja pada Kanisa itu semua bohong, dia ingin menemui Adrianty sekarang dan mengkoordinasikan keluarganya agar Adrianty dan Kanisa tidak bertemu satu sama lain.


Mobil terparkir di halaman, Sandi sudah sampai di rumah ayahnya. Tampak dari langkahnya dia sedang tergesa gesa.


"tuan muda?" ucap salah satu pelayan rumah itu.


"iya. hei.. kau melihat istri ku?"


"istri anda? nona Riant sudah pergi sejak tadi tuan"

__ADS_1


sandi merasa heran, padahal masih belum sampai empat jam kepergian dirinya tapi Adrianty sudah pergi? kemana dia pergi, bukankah setidaknya dia bisa berlama lama disini karna ini akhir pekan?


"dia pergi kemana?"


"ahh, nona bilang tadi dia pergi menyusul anda tuan"


"apa?"


kenapa dia tidak bilang bilang menyusul ku?


Sandi memeriksa hpnya, tapi tunggu, dia kan tidak mengatakan dimana dirinya saat itu, dari mana Adrianty tahu lokasinya tadi?


Langsung saja Sandi menghubungi sekretaris Ken.


Tut Tut Tut


"halo tuan?"


Ken mengangkat telponnya di seberang Sana


"Ken, apa kau mengatakan lokasi ku tadi pada istri ku?"


"hah?"


"apa tadi Adrianty menelpon mu?"


"nona Riant tidak menghubungi saya hari ini tuan"


hah? dia bahkan tidak menghubungi sekretaris Ken.


lalu *dia kemana? apa pulang ya.


"Anda sekarang dimana tuan*?" tanya Ken diseberang sana.


"aku dirumah ayah sekarang, tadi kami pergi bersama ke sini, lalu tadi aku ada urusan sebentar dan meninggalkannya, kukira dia menghubungi mu sebelum pergi, ternyata tidak ya"


Ken hanya mengangguk angguk paham atas penuturan Sandi. Tidak perlu ditanyakan pasti Ken tahu, Sandi pasti pergi meninggalkan Adrianty karna menyusul Kanisa.


"ya sudah"


Tut tut Tut Sandi mematikan hpnya secara sepihak.

__ADS_1


Sedangkan Ken di sana hanya menggeleng kepala.


hah, anda benar benar buat saya sakit kepala kedepanya tuan. Kenapa anda buat semuanya jadi rumit sih.


__ADS_2