
Ting, bunyi lift
Sampailah Adrianty di lantai tempat dia bekerja, yaitu di departemen perencanaan.
Drap drap drap
Langkah kaki Adrianty terdengar oleh semua orang, dia benar-benar gugup sekarang. Baru saja tiba di depan pintu semua orang melihat kearahnya.
para lelaki menatap Adrianty dengan senyuman dan sambutan yang hangat.
Saat itu pun Adrianty mulai di minta untuk memperkenalkan diri dedepan mereka semua. Dia mulai memperkenalkan dirinya sebagai salah satu anak magang yang baru di terima seminggu yang lalu dan mendapatkan tugas pertamanya hari ini.
"Hallo semuanya, saya Adrianty dari universitas xxx, saya mengajukan lamaran ke perusahaan sebagai siswa magang departemen perencanaan ini. senang bertemu senior semua" Adrianty membungkukkan badannya tanda memberi hormat.
Bisik bisik tetangga mulai terdengar di telinga, ada yang mengatakan Adrianty cantik dan lemah lembut, ada yang mengatakan Adrianty wanita penggoda, entah dari mana mereka melihat. Ada yang mengatakan Adrianty wanita culun,
dan ada juga orang yang menyambut hangat Adrianty.
Adrianty di persilahkan duduk di kursi yang telah di sediakan, dia duduk di samping seorang gadis yang mungkin seumuran dengan dirinya.
"Namamu siapa" tanya wanita itu,
"Nama saya Adrianty dari universitas xxx" sambil mengambil jabatan tangan Adrianty.
"Hmm aku Meilani, kau bisa panggil aku Melan, aku dari universitas XY. Aku juga anak magang disini. baru masuk satu Minggu yang lalu. Salam kenal" sambil tersenyum hangat bicara dengan Adrianty.
"Iya salam kenal juga, makan siang nanti kita sama yuk"ajak Adrianty hangat
"Boleh" jawab Meilani.
Akhirnya perkenalan itu berakhir, Adrianty langsung menyibukkan dirinya untuk mempelajari banyak hal di kantor ini. Dia di beri penjelasan oleh salah satu seniornya, mulai mengetahui siapa guru pembimbing nya, dan seluk beluk perusahaan ini.
sampai hal yang di larang, di wajibkan dan pembahasan yang paling sensitif.
Adrianty mengangguk angguk paham. dia mulai mengerjakan dan mempelajari hal baru disini.
Dia selalu mengerjakan apa yang di tugaskan seniornya, ketika tidak ada perintah lainnya, Adrianty curi-curi waktu untuk melihat sekilas pekerjaan para seniornya itu.
Dia antara seniornya itu ada yang sangat terkesan dingin, ada yang terkesan sombong, dan ramah. Ada yang terkesan mengagumkan.
Dan yang paling populer di depertemen itu sepertinya adalah menejer Arik. Karna ketika waktu senggang banyak orang yang bercerita tentang dirinya.
__ADS_1
Menejer nan tampan, mengenakan kacamata terkesan ramah dan lemah lembut, semua karyawan mengidolakannya, termasuk Adrianty.
Dia di sambut dengan baik dan ramah oleh menejer Arik. Sebagai salah satu petinggi perusahaan tentu saja dia memberi contoh yang baik pada juniornya.
---------
Waktu terus bergulir, tidak terasa hari sudah mendekati jam makan siang
Sekarang Adrianty berada di gudang tumpukan HVS dan document lainnya.
"Adrianty, bagaimana kalau kita makan bertiga nanti siang?" Salah satu anak magang pria menyapa Adrianty di gudang letak tumpukan kertas,
Adrianty menoleh kearah sumber suara, tampak seorang pria yang sedikit lebih tinggi darinya.
"Iya boleh, namamu siapa?"
*Apaan orang ini main nyebut nama aja tanpa perkenalan dulu.
Adrianty* mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Hmm na-namaku Reno, salam kenal, aku dari universitas GN kamu dari universitas mana?" Reno merasa gugup.
Dia merasa bahagia karna dia mendapatkan seorang teman baru lagi kantor ini. Pria itu tampak gugup sepertinya, akan tetapi Adrianty berfikir kalau dia gugup karna pertama kalau bertemu.
"Oh begitu, kalau begitu nanti ku tunggu di kantin," Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Bagaimana kalau kita pergi bersama? Aku tidak tahu dimana kantin perusahaan ini" kata Adrianty yang mulai mengangkat satu box kertas HVS.
"Hm baiklah. Apa itu berat? Biar ku tolong angkat" dengan antusias Reno mengajukan bantuan .
"Tidak berat kok, terima kasih"
"Ah baiklah" Reno pun juga mengambil satu box HVS.
Tiba tiba
" ck ck ck, hai kalian berdua kalau mau pacaran habis kerja bisa nggak, di cariin malah saling nggoda disini, mau kerja apa cari laki hah!!" Seseorang datang entah dari mana mendecak sebel.
Dia wanita cantik dan tinggi bak model, ramping dan anggun, dia melipat kedua tangannya di depan dadanya, dan berdiri di ambang pintu memperhatikan Adrianty dan Reno yang sedang berbincang.
"Ada apa senior?" Reno buka suara.
__ADS_1
"Ada apa ada apa, kalau kalian udah terciduk disini masih saja ngelantur! Sana cepetan letakkan HVS nya donk, orang udah pada nunggu, kalian masih aja asik disini cepetan"
Dengan nada tinggi dan gayanya yang sombong memperagakan bahwa dia adalah seorang atasan.
"Tapi senior kami tidak.,."
Grap
Tangan Adrianty menghentikan Reno, dia menggeleng pelan dengan isyarat nya jangan melawan.
"Baiklah senior kami akan membawakan nya sekarang. Maaf kalau mengganggu senior" Adrianty berjalan sambil menundukkan badan diikuti oleh Reno yang juga memberi hormat di belakangnya.
"Heh udah tahu salah masih aja belagu, cepatan! Kalian masih ditungguin tu, kalian baru masuk jaga ya atitud kalian. Baru aja masuk udah berani. Mau saya laporkan kalian berdua pada atasan?!!"
Wanita itu langsung pergi berjalan meninggalkan ruangan.
Adrianty hanya memandang wanita itu dari belakang. Dia terlihat menggunakan haig hils berwarna merah dan pakaian hingga paha berwarna toska. Rambutnya digerai hingga pinggang.
"Lihat itu, dia mau menggoda siapa tuh dengan pakaian itu" tukas Reno kesal.
"Udahlah nggak usah pikirkan, itu sebuah ujian di kantor ketika menjadi bawahan, itu yang aku baca di komik komik" kata Adrianty sambil tersenyum. Kepada Reno.
"Kamu suka baca komik"
"Suka donk, kalau kamu?"
"Tidak terlalu"
"Aku sangat suka baca komik, apapaun gendernya. Apalagi aksi sama romantis. Mau kuceritakan satu cerita komik yang ku baca?" Kata Adrianty antusias.
"Hehe boleh"
"Ahaaaaiiiii akhirnya ada yang akan jadi pendengar ku, kalau begitu saat sarapan nanti yaaa " dengan semangat Adrianty memberi kan sebuah spoiler cerita yang dia baca.
Mereka berdua bercengkrama dengan baik dan tertawa sambil berjalan mendengarkan cerita Adrianty hingga sampai di depertemen mereka.
Semua orang tampak sibuk dengan pekerjaannya masing masing. Sedangkan para anak magang hanya menjadi pesuruh oleh para seniornya, tapi itu seperti hal biasa bagi Adrianty. Karna hal itu sering dia lihat di komik komik kesukaannya.
Ada yang di suruh membuatkan kopi, ada yang diminta mengcopy banyak documen, dan ada yang dimarah marahi saat pertama kali mereka bekerja.
Hukum alam yang sudah di lakukan secara turun temurun dengan dalil. "SENIOR JUNIOR"
__ADS_1